Kanal24, Malang — Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi riset dengan dunia industri melalui kegiatan Talk Show with Multinational Practitioners in Agriculture, yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-65 FP UB, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan yang digelar di Gedung Samanta Krida UB ini menghadirkan praktisi pertanian dari dalam dan luar negeri untuk berbagi wawasan seputar inovasi teknologi, keberlanjutan sistem pangan, hingga peluang kerja sama internasional dalam sektor pertanian modern.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE., M.Si., Ak., menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri dalam mewujudkan riset yang berdampak.
“Riset yang dilakukan perguruan tinggi tidak boleh berhenti di laboratorium. Melalui kolaborasi, hasil riset dapat dikembangkan menjadi inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Fakultas Pertanian UB telah memiliki banyak hasil penelitian potensial yang dapat diterapkan secara luas, namun membutuhkan dukungan industri agar bisa dihilirisasi secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan mitra internasional, menjadi strategi penting agar inovasi kampus dapat menjawab tantangan pangan global.
Jejaring Internasional Diperkuat
Dalam forum tersebut, UB juga menegaskan posisinya sebagai kampus riset dengan jejaring global yang kuat. Hadir perwakilan mitra luar negeri dari Chile dan Belgia, yang menjadi bukti keterbukaan UB terhadap kerja sama riset dan pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan.
“Kehadiran mitra luar negeri ini menandakan kuatnya kolaborasi Fakultas Pertanian dengan perguruan tinggi dunia. UB terus memperluas relasi internasional untuk menghasilkan riset berkelas global,” ungkap Prof. Unti.
Ia menjelaskan, kerja sama internasional yang dibangun tidak hanya berfokus pada riset akademik, tetapi juga pada pengembangan model pertanian modern yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri di era perubahan iklim.
Inovasi Sebagai Daya Dorong Ekonomi Kampus
Selain memberikan manfaat sosial, Prof. Unti menyebut bahwa hasil riset dan inovasi juga dapat menjadi sumber pendapatan universitas melalui kerja sama dengan mitra industri.
“Harapan kami, inovasi yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi universitas, tanpa membebani mahasiswa. Dengan begitu, UB bisa terus tumbuh dan berkontribusi lebih luas,” katanya.
Ia menambahkan, UB akan terus menata sistem riset agar setiap penelitian menghasilkan prototype yang terkoneksi dengan dunia industri. Langkah ini diyakini akan memperkuat posisi UB sebagai universitas berbasis riset dan inovasi yang berdaya saing global.
Komitmen terhadap Riset yang Berdampak
Menutup kegiatan, Prof. Unti menegaskan kembali bahwa riset harus membawa manfaat langsung bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
“Setiap aktivitas riset harus memiliki orientasi kemanfaatan. Fakultas Pertanian UB harus menjadi motor penggerak inovasi pertanian yang berkelanjutan dan berkeadilan,” pungkasnya.
Melalui talk show ini, Fakultas Pertanian UB menegaskan perannya sebagai pusat riset unggulan yang siap berkolaborasi di tingkat global untuk mendorong kemajuan pertanian Indonesia menuju masa depan yang hijau, modern, dan berkelanjutan.(Din/














