Kanal24, Malang – Internet kini telah menjadi bagian dari kebutuhan hidup manusia. Oleh karenanya kebutuhan jaringan telekomunikasi sangat tinggi di berbagai wilayah.
Di bidang telekomunikasi, fiber optik berperan penting dalam menjaga jaringan telekomunikasi. Kemampuan serat optik memberikan kecepatan transmisi menjadikan fiber optik pilihan utama dibanding dengan wireless.
PT. Telkom Akses yang bergerak di bidang konstruksi pembangunan dan manage service infrastruktur jaringan, bekerjasama dengan Universitas Brawijaya dalam pengadaan Pusat Pendidikan, Pelatihan,dan Riset Fiber Optik di Departemen Teknik Elektro Universitas Brawijaya, kemarin (07/03/2024).
Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Rektor Universitas Brawijaya sangat mengapresiasi support Telkom Akses yang telah membuka pusat pelatihan pendidikan dan juga riset di bidang fiber optik.
“Saya sangat berterimakasih kepada Telkom Akses karena peduli untuk terus membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Brawijaya,” ujar Prof. Widodo.

Rektor UB berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan khususnya oleh mahasiswa UB serta bisa membantu masyarakat sekitar yang memang memerlukan pengetahuan-pengetahuan dan juga sertifikasi di bidang fiber optik.
Sementara itu Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Dekan Fakultas Teknik UB menyebukan bahwa kerjasama ini merupakan inisiasi dari alumni Universitas Brawijaya yang kini menjabat di Telkom Akses. Dalam rangka untuk pengembangan SDM dan topik fiber optik dipilih karena dirasa sangat penting dan dapat bekerja dalam jangka waktu yang lama.
“Ini adalah pusat untuk pendidikan dan pelatihan kompetensi sebenarnya. Jadi ada banyak level, mulai dari level awal , intermediate, sampai pada level advanced,” jelas Prof. Hadi.

Menurutnya kerjasama seperti ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Selain mahasiswa dapat meningkatkan kompetensinya, fasilitas ini juga sangat mendukung untuk menghasilkan inovasi-inovasi sampai pada sistem Internet of Things (IoT), dan sebagainya.
Di kesempatan yang sama, Nizar, Direktur HCM dan Informasi technology PT. Telkom akses menjelaskan bahwa laboratorium fiber optik ini adalah yang pertama di Indonesia yang dimiliki oleh kampus.
“Kerjasama ini kita inisiasi agar mahasiswa juga bisa mengenal dunia infrastruktur telekomunikasi yang masih baru bagi kebanyakan orang,” Ujar Nizar.

Menurutnya di masa sekarang industri perlu memperkecil gap pengetahuan antara industri dan pendidikan. Oleh karena itu, Telkom memerlukan orang-orang yang berkapasitas yang memulai proses pengembangan skill sedini mungkin.
“Teknologi kan tidak bisa berhenti dan terus berkembang, mungkin di masa depan fiber optik memiliki bentuk yang lebih unggul dari sekarang. Maka dari itu kita perlu melakukan riset lebih lanjut yang bisa didukung oleh institusi pendidikan seperti Universitas Brawijaya,” terang Nizar.
Dengan adanya fasilitas ini Direktur HCM dan Informasi technology PT. Telkom akses berharap agar teman-teman mahasiswa dapat memanfaatkan dengan maksimal, termasuk dosen-dosen yang akan melakukan research. Sehingga dapat meningkatkan dunia telekomunikasi yang akan membantu Indonesia dan PT. Telkom khususnya sebagai pelaku industri infrastruktur komunikasi agar dapat mengelola teknologi dan layanan lebih baik. (fan/skn)