Kanal24, Malang – Rasa kepedulian terhadap tunawisma dan anak-anak terlantar di Kota Malang mendorong sekelompok mahasiswa Ilmu Politik FISIP Universitas Brawijaya menghadirkan sebuah inovasi sosial berbasis teknologi. Melalui inisiatif bertajuk Teman Malang, mereka menawarkan platform digital yang menghubungkan masyarakat dengan pemerintah untuk mempercepat penanganan kelompok rentan di wilayah kota.
Permasalahan tunawisma dan anak-anak terlantar menjadi isu sosial yang terus muncul di tengah dinamika perkotaan. Di saat sebagian anak harusnya berangkat ke sekolah pada pagi hari, tidak sedikit dari mereka justru bekerja di jalanan demi memenuhi kebutuhan hidup. Berangkat dari keprihatinan itu, Kelompok Teman Malang yang dipresentasikan oleh Ezra Maharani Batavia Lumban Gaol, mahasiswa Ilmu Politik FISIP UB, mencoba menghadirkan solusi digital yang partisipatif.
Konsep Teman Malang dipresentasikan pada Rabu (03/12/2025) sebagai bagian dari gelaran presentasi karya kebijakan publik mahasiswa FISIP UB. Program ini dikembangkan oleh kelompok mahasiswa Ilmu Politik yang ingin menjadikan solidaritas sosial sebagai gerakan nyata warga kota.
Baca juga:
FK UB Tingkatkan Riset Global Melalui Scientific Meeting NIHR

Platform Pelaporan untuk Menjangkau Kelompok Rentan
Ezra menjelaskan bahwa Teman Malang dirancang sebagai ākonektorā antara masyarakat dan pemerintah daerah. Melalui website yang dapat diakses seluruh warga, masyarakat bisa melaporkan keberadaan tunawisma maupun anak-anak terlantar di titik-titik tertentu. Laporan dapat diunggah dalam bentuk foto, lokasi kejadian, identitas pelapor, deskripsi singkat, serta klasifikasi jenis kasus.
āKami ingin masyarakat merasa iba dan juga bisa bertindak. Melalui Teman Malang, siapa pun bisa melaporkan kondisi tunawisma atau anak-anak terlantar dengan cepat,ā ujar Ezra.
Transparansi Penanganan oleh Dinas Terkait
Platform ini menghubungkan pelapor dengan pemerintah dan juga menampilkan status tindak lanjut laporan secara transparan. Setiap laporan yang masuk akan diteruskan ke Dinas Sosial maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk dilakukan penanganan sesuai kewenangan.
āPelapor bisa melihat apakah laporannya sudah diproses atau belum. Transparansi ini penting agar masyarakat tahu bahwa isu sosial ini mendapat perhatian,ā jelas Ezra.
Membangun Kesadaran Sosial Masyarakat
Selain fungsi pelaporan, Teman Malang memiliki misi besar untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Kelompok ini berharap masyarakat tidak berhenti pada rasa kasihan, tetapi turut berperan aktif menciptakan perubahan. Melalui edukasi yang disebarkan dalam platform, mereka ingin mendorong warga Malang lebih sadar terhadap keberadaan tunawisma dan anak-anak terlantar di sekitar mereka.
āHarapan kami, tunawisma di Malang bisa berkurang dan anak-anak yang bekerja di lampu merah bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak,ā tambah Ezra.
Kolaborasi Berkelanjutan Demi Kota yang Inklusif
Kelompok Teman Malang menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan komunitas lokal dalam memperbaiki kualitas hidup warga rentan. Mereka berharap platform ini dapat menjadi salah satu model layanan publik berbasis kepedulian yang konsisten digunakan dalam jangka panjang.Dengan semangat keberpihakan terhadap kelompok marjinal, Teman Malang diharapkan menjadi wadah untuk menciptakan Kota Malang yang lebih inklusif, ramah, dan manusiawi bagi semua kalangan. (nid/dpa)














