Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

The Ultimate Goal: Menyingkap Level Up Puasa Kita

Dinia by Dinia
February 28, 2026
in Perspektif, Ramadhan
0
The Ultimate Goal: Menyingkap Level Up Puasa Kita

Ilustrasi 3 Level Puasa (Dinia)

4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ustadz Akhmad Muwafik Saleh*

Puasa yang dilalui oleh orang beriman selama sebulan dalam setiap tahunnya, apabila dilakukan dengan penuh keimanan dan kesungguhan (imanan wahtisaban), tentunya akan melahirkan perilaku terbaik. Karena sesuatu yang dilakukan berulang-ulang akan melahirkan keteguhan hati yang pada akhirnya dapat mencerahkan pikiran dan jiwa (enlightenment).

Namun pertanyaannya, apakah puasa yang telah sekian tahun dilalui telah mampu mencerahkan jiwa para pelakunya? Sebuah pancaran cahaya yang menyinari dirinya sekaligus menerangi sekitarnya (effulgence) dengan berbagai ketenangan, kenyamanan sosial, dan kebermanfaatan bagi sesama.

Jika kita mengulang sesuatu tanpa peningkatan level, maka itu artinya kita sedang berjalan di tempat. Sebuah afirmasi bijak mengatakan, ā€œJika kita selalu melakukan apa yang selalu kita lakukan, maka kita hanya akan mendapatkan apa yang selalu kita dapatkan.ā€

Lalu bagaimana dengan puasa kita? Apakah selama sekian tahun berpuasa kita masih termasuk orang yang ā€œberjalan di tempatā€ tanpa peningkatan signifikan dalam kehidupan kita, apalagi bagi lingkungan sekitar? Memang hal tersebut bukan sebuah kerugian, namun kita mungkin termasuk orang yang terjebak dalam mode auto-pilot, yaitu menjalani hidup tanpa kesadaran, hanya mengulang pola yang sama setiap hari tanpa ada level up sebagai hasil dari puasa yang telah dijalani selama bertahun-tahun.

Mari kita evaluasi bagaimana melakukan level up dari puasa kita. Setidaknya ada tiga level dalam menjalani puasa dengan meminjam klasifikasi Imam al-Ghazali, antara lain:

1. Level Perut

Ini adalah puasa pada level basic. Puasa perut yaitu puasa yang hanya sebatas menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa secara fisik dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ini adalah puasanya orang awam, para pemula, dan mungkin menjadi mayoritas dari orang yang berpuasa.

2. Level Mulut

Ini adalah puasa kelas intermediate, setingkat lebih tinggi dari puasa para pemula. Pada level ini puasa tidak hanya fisik, tetapi pancaindra juga ikut berpuasa. Mata dijaga dari melihat yang buruk, telinga dari ghibah, dan mulut dari kata-kata kasar.

Puasa bagi kalangan khusus ini sudah mulai masuk kelas VIP. Meminjam istilah Imam al-Ghazali, ini adalah puasa khawas. Puasa pada level ini telah menyentuh esensi pengendalian diri (self-control). Seluruh pancaindra diajak berpuasa, menahan mulut dari memproduksi pesan keburukan (rofats, fusuq, jidal). Mereka menyadari bahwa daripada menimbulkan dampak negatif, lebih baik memilih diam dan menahan diri dalam ucapan, tindakan, dan perbuatan.

Puasa bicara ini pernah dilakukan oleh Sayyidah Maryam sebagaimana firman Allah swt.:

{ ŁŁŽŁƒŁŁ„ŁŁŠ ŁˆŁŽŁ±Ų“Ū”Ų±ŁŽŲØŁŁŠ ŁˆŁŽŁ‚ŁŽŲ±ŁŁ‘ŁŠ Ų¹ŁŽŁŠŪ”Ł†Ł—Ų§Ū– ŁŁŽŲ„ŁŁ…ŁŽŁ‘Ų§ ŲŖŁŽŲ±ŁŽŁŠŁŁ†ŁŽŁ‘ Ł…ŁŁ†ŁŽ Ł±Ł„Ū”ŲØŁŽŲ“ŁŽŲ±Ł Ų£ŁŽŲ­ŁŽŲÆŁ—Ų§ ŁŁŽŁ‚ŁŁˆŁ„ŁŁŠŁ“ Ų„ŁŁ†ŁŁ‘ŁŠ Ł†ŁŽŲ°ŁŽŲ±Ū”ŲŖŁ Ł„ŁŁ„Ų±ŁŽŁ‘Ų­Ū”Ł…ŁŽŁ°Ł†Ł ŲµŁŽŁˆŪ”Ł…Ł—Ų§ ŁŁŽŁ„ŁŽŁ†Ū” Ų£ŁŁƒŁŽŁ„ŁŁ‘Ł…ŁŽ Ł±Ł„Ū”ŁŠŁŽŁˆŪ”Ł…ŁŽ Ų„ŁŁ†Ų³ŁŁŠŁ‘Ł—Ų§ }

ā€œMaka makan, minum, dan bersenanghatilah engkau. Jika engkau melihat seseorang, maka katakanlah, ā€˜Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa pun pada hari ini.ā€™ā€ (QS. Maryam: 26).

Pada era kebisingan media (The Age of Noise) saat ini, mulut telah memberikan mandat kepada tangan (jempol) untuk mewakili komunikasi di media sosial. Maka melakukan puasa media, khususnya digital detox, dengan menahan diri dari upload konten flexing, war comment, cyber-bullying, dan sebagainya merupakan bentuk puasa pada level ini.

3. Level Puasa Hati

Ini adalah puasa kelas expert, level tertinggi (VVIP), puasa khusus al-khusus. Meminjam istilah al-Ghazali, yaitu khawasil khawas. Pada level ini seseorang tidak lagi sekadar menahan perut atau mulut, tetapi sudah berada pada level tertinggi: menata dan mengelola hati. Pikiran dan perasaan ikut berpuasa.

Level ini berarti menjaga pikiran agar tidak melenceng dari mengingat Tuhan serta membersihkan hati dari penyakit seperti iri, dengki, benci, dendam, dan sombong. Bahkan terhadap orang yang pernah menyakiti, dirinya mampu menahan gejolak keburukan. Hatinya tetap damai tanpa menyimpan sakit hati.

Orang pada level ini telah berdamai dengan dirinya atas berbagai persoalan hidup sekalipun sangat menyakitkan. Seluruh energi pikiran dan perasaannya tertuju hanya kepada Allah swt. Keindahan cinta ilahi menutup pandangannya terhadap dunia sehingga semua yang dialami dipahami sebagai manifestasi keagungan Allah swt.

Ia melihat semua makhluk sebagai wujud kasih sayang Allah. Tidak ada lagi kebencian maupun prasangka negatif terhadap siapa pun. Semua diperlakukan dengan kasih sayang karena cinta ilahi menguasai seluruh jiwanya. Pada level ini, puasa mencapai pencapaian spiritual tertinggi.

Inilah teladan Rasulullah saw. Sekalipun beliau dicaci oleh seorang wanita Yahudi tua nan buta di Madinah setiap hari, Rasulullah tetap menyuapinya dengan penuh kelembutan hingga beliau wafat. Wanita tersebut akhirnya masuk Islam setelah mengetahui bahwa orang yang selama ini dicacinya adalah Nabi Muhammad saw.

Puasa pada level ini menghasilkan hati yang bersih (clean heart, heart of gold), jiwa yang murni, tanpa dendam (zero grudge) dan tanpa prasangka negatif kepada orang lain.

Dikisahkan suatu hari para sahabat duduk bersama Rasulullah, lalu beliau bersabda, ā€œSebentar lagi akan datang kepada kalian seorang laki-laki dari penghuni surga.ā€ Tidak lama kemudian datang seorang lelaki Anshar yang sederhana. Peristiwa ini terjadi selama tiga hari berturut-turut.

Abdullah bin Amr bin Ash kemudian ingin mengetahui amal lelaki tersebut. Setelah tinggal bersamanya tiga malam, ia tidak menemukan amalan luar biasa. Lelaki itu berkata, ā€œAku tidak pernah menyimpan niat buruk kepada seorang Muslim pun dan tidak pernah iri atas nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.ā€

Orang pada level puasa tertinggi telah mampu mempuasakan hatinya sehingga jiwanya damai meskipun hidup di dunia yang penuh kebisingan dan gejolak.

Hati yang bersih dalam hubungannya dengan Allah melahirkan pribadi yang ikhlas. Hati yang bersih dalam hubungan sosial menjauhkan dari dengki dan suuzan. Hati yang bersih terhadap diri sendiri melahirkan rasa syukur atas segala keadaan. Inilah qalbun salim, hati yang selamat, yang mendapat perlindungan Allah swt.:

Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ų±ŁŽŲØŁŁ‘ ŲØŁŁ…ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŲŗŪ”ŁˆŁŽŁŠŪ”ŲŖŁŽŁ†ŁŁŠ Ł„ŁŽŲ£ŁŲ²ŁŽŁŠŁŁ‘Ł†ŁŽŁ†ŁŽŁ‘ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ū” فِي Ł±Ł„Ū”Ų£ŁŽŲ±Ū”Ų¶Ł ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ£ŁŲŗŪ”ŁˆŁŁŠŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ł‡ŁŁ…Ū” Ų£ŁŽŲ¬Ū”Ł…ŁŽŲ¹ŁŁŠŁ†ŁŽ .Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ Ų¹ŁŲØŁŽŲ§ŲÆŁŽŁƒŁŽ Ł…ŁŁ†Ū”Ł‡ŁŁ…Ł Ł±Ł„Ū”Ł…ŁŲ®Ū”Ł„ŁŽŲµŁŁŠŁ†ŁŽ

ā€œIblis berkata, ā€˜Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan aku sesat, aku akan menjadikan kejahatan terasa indah bagi mereka di bumi dan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih.ā€™ā€ (QS. Al-Hijr: 39–40).

Serta hati yang menjadi jalan keselamatan saat berjumpa dengan Allah swt.:

ŁŠŁŽŁˆŪ”Ł…ŁŽ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŁ†ŁŁŽŲ¹Ł Ł…ŁŽŲ§Ł„Łž ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲØŁŽŁ†ŁŁˆŁ†ŁŽ . Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ Ł…ŁŽŁ†Ū” Ų£ŁŽŲŖŁŽŁ‰ Ł±Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽ ŲØŁŁ‚ŁŽŁ„Ū”ŲØŁ– Ų³ŁŽŁ„ŁŁŠŁ…Ł–

ā€œ(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.ā€ (QS. Asy-Syu’ara: 88–89).

Semoga kita dapat mencapai level tertinggi dari perjalanan puasa kita. Aamiin.

*) Dr. Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos., M.Si
Penulis adalah Ketua Pusat Pengembangan Kepribadian Universitas Brawijaya, Pengasuh Asrama Karakter Pesantren Mahasiswa Tanwir al Afkar Malang

Post Views: 46
Tags: Akhmad Muwafik Salehhati yang bersihhikmah puasa ramadhanlevel up puasamakna puasa ramadhanpeningkatan kualitas diriperjalanan spiritual muslimrefleksi ibadah ramadhanspiritualitas islam moderntransformasi diri ramadhantujuan spiritual puasa
Previous Post

Soft Skill Kunci Perempuan Bertahan di Awal Karier

Next Post

Dampak Child Grooming pada Kesehatan Mental Anak

Dinia

Dinia

Next Post
Dampak Child Grooming pada Kesehatan Mental Anak

Dampak Child Grooming pada Kesehatan Mental Anak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Kemenkes Hadirkan Layanan Crisis Hotline Mental

Kemenkes Hadirkan Layanan Crisis Hotline Mental

March 1, 2026
Tips Skincare Efektif dengan Budget Terkendali

Tips Skincare Efektif dengan Budget Terkendali

March 1, 2026
IBD, Penyakit Radang Usus Kronis yang Perlu Diwaspadai

IBD, Penyakit Radang Usus Kronis yang Perlu Diwaspadai

March 1, 2026
5 Pilihan TWS Paling Worth It 2026

5 Pilihan TWS Paling Worth It 2026

February 28, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025