Kanal24, Malang – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan segera mengumumkan nama Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru untuk menggantikan Jerome Powell, seiring berakhirnya masa jabatan Powell pada Mei 2026 mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam keterangannya kepada publik, menandai tahap akhir dari proses seleksi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Pengumuman ini menjadi perhatian luas pelaku pasar keuangan global, mengingat posisi Ketua The Fed memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat, khususnya terkait suku bunga acuan, inflasi, dan stabilitas sistem keuangan.
Baca juga:
BEM FH UB Tegaskan Arah Gerak Karier Mahasiswa

Proses Seleksi Kandidat Mengerucut
Pemerintahan Trump telah melakukan penyaringan terhadap sejumlah kandidat potensial sejak pertengahan tahun lalu. Dari puluhan nama yang sempat dipertimbangkan, kini daftar kandidat mengerucut menjadi beberapa figur dengan latar belakang kuat di bidang ekonomi, kebijakan moneter, dan pasar keuangan.
Beberapa nama yang mencuat antara lain mantan pejabat Federal Reserve, ekonom senior yang pernah menjabat di lingkar pemerintahan, hingga tokoh dari sektor investasi global. Kandidat-kandidat tersebut dinilai memiliki pandangan kebijakan yang relatif sejalan dengan visi Trump terkait perlunya kebijakan moneter yang lebih pro-pertumbuhan.
Kritik Trump terhadap Kebijakan Powell
Keputusan untuk mengganti Jerome Powell tidak terlepas dari kritik Trump terhadap kebijakan The Fed dalam beberapa tahun terakhir. Trump berulang kali menilai bahwa kebijakan suku bunga yang diterapkan Powell terlalu ketat dan kurang mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah tantangan global dan perlambatan ekonomi.
Trump menegaskan bahwa kepemimpinan The Fed ke depan harus mampu mendorong iklim investasi, menjaga daya saing ekonomi Amerika Serikat, serta lebih responsif terhadap kebutuhan dunia usaha dan pasar tenaga kerja.
Isu Independensi Bank Sentral
Rencana pergantian Ketua The Fed juga memunculkan kembali perdebatan mengenai independensi bank sentral dari pengaruh politik. Sejumlah pengamat ekonomi menilai bahwa The Fed perlu tetap menjaga jarak dari kepentingan politik jangka pendek agar dapat fokus pada mandat utamanya, yakni menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Meski demikian, pihak Gedung Putih menegaskan bahwa proses penunjukan Ketua The Fed dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan tetap mempertimbangkan kredibilitas serta pengalaman kandidat.
Dampak terhadap Pasar Keuangan Global
Menjelang pengumuman resmi, pasar keuangan global cenderung bergerak fluktuatif. Investor mencermati kemungkinan perubahan arah kebijakan moneter jika Ketua The Fed yang baru memiliki pandangan berbeda dari pendahulunya, khususnya terkait waktu dan besaran penurunan suku bunga.
Perubahan kepemimpinan di The Fed berpotensi memengaruhi nilai tukar dolar AS, arus modal internasional, serta kebijakan bank sentral di berbagai negara lain yang kerap menjadikan kebijakan The Fed sebagai acuan.
Menunggu Pengumuman Resmi
Trump menegaskan bahwa nama Ketua The Fed yang baru akan diumumkan dalam waktu dekat. Sosok terpilih nantinya akan menghadapi tantangan besar, mulai dari menjaga inflasi tetap terkendali, memastikan stabilitas pasar keuangan, hingga merespons dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Keputusan ini akan menjadi salah satu penentu arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat dalam beberapa tahun ke depan dan berpotensi membawa dampak luas bagi perekonomian dunia. (nid)













