Kanal24 Malang – Universitas Brawijaya (UB) bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan Seminar Internasional Palestina. Bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), seminar tersebut mengusung tema “Solidarity and Humanity: Standing Together for Palestine.” Acara tersebut dihadiri sejumlah pembicara dari Indonesia dan juga internasional.
Diadakan di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya, acara ini dihadiri oleh Ketua MPA BSMI Pro. Dr. Basuki Supartono, Sp.OT, FICS, MARS, Dr Mai Arif, Delegasi Bulan Sabit Merah Palestina, YV Fuziah Binti Saleh, Wakil Menteri Perdagangan Malaysia, dan sejumlah pembicara lain. Sabtu (13/07/2024)
Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., selaku Rektor Universitas Brawijaya menyampaikan bahwa pada kesempatan pertemuan kali ini, kita berkumpul tidak hanya sebagai individu yang memiliki beragam latar belakang, namun kita berkumpul sebagai satu suara untuk menegakkan keadilan atas Palestina.

“Isu Palestina bukanlah permasalahan regional saja. Namun menjadi isu kemanusiaan global yang memerlukan perhatian dan aksi semua masyarakat internasional. Ini semua persoalan keadilan, martabat, dan hak asasi manusia untuk bisa hidup dengan damai, aman, dan bebas dari rasa takut atas penindasan,” ujar Prof. Widodo dalam sambutannya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan kali ini bukan hanya menjadi acara simbolik atas kepedulian Universitas Brawijaya terhadap kemerdekaan Palestina, namun juga menjadi komitmen penting UB untuk menegakkan keadilan untuk Palestina.
Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, sebagai pembicara utama menekankan pentingnya solidaritas dan kemanusiaan dalam berdiri bersama untuk Palestina. Menurutnya, situasi konflik yang rumir membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dukungan internasional. “Dukungan internasional sangat berarti bagi mereka yang berjuang untuk hak-hak dasar. Mari kita terus berupaya mendukung rakyat Palestina,” terangnya.

Sebagai bentuk kerjasama lebih lanjut kerjasama antara UB dan BSMI, keduanya membentuk sebuah program beasiswa pendidikan dokter spesialis kepada dokter asal Palestina, dr Ikram Medhat Abbas.
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Universitas Brawijaya Dr. Tri Wahyu Nugroho dan Sekretaris Jenderal BSMI, Muhamad Rudi. dr Ikram Medhat Abbas sebagai penerima program beasiswa dokter spesialis menyampaikan apresiasinya terhadap program beasiswa yang telah diinisiasi sejak lama ini.

Ia sangat berterimakasih atas kesempatan yang telah diberikan. Dia pula merasa bahwa Negara Indonesia telah banyak membantunya dan seluruh masyarakat Palestina. “Di Palestina saya banyak menyaksikan bantuan dari Indonesia. Kami sangat terharu dengan apa yang kami terima. Saya sudah merasa Indonesia menjadi negara kedua bagi saya dan tentu masyarakat Palestina,” terangnya.