Kanal24, Malang – Sebagai wujud nyata penguatan jejaring riset internasional di bidang teknologi pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya (UB) bekerja sama dengan Laboratory of Food Chemistry, Wageningen University and Research (WUR) menyelenggarakan Doctoral Student Symposium di ruang pertemuan lantai 7 gedung FTP UB pada Kamis, 23 Oktober 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen, peneliti, serta mahasiswa pascasarjana dari kedua universitas, dan menjadi wadah bagi para mahasiswa doktoral untuk mempresentasikan hasil riset sekaligus membangun peluang kolaborasi akademik lintas negara.
Kerja sama antara Universitas Brawijaya dan Wageningen University and Research telah lama terjalin, terutama dalam bidang ilmu pangan dan bioteknologi. Melalui Doctoral Student Symposium ini, kedua institusi berupaya memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan dan penelitian, khususnya yang berfokus pada pengembangan ilmu kimia pangan, keberlanjutan sistem produksi, serta inovasi pengolahan hasil pertanian.
Baca juga:
Prof. Sutiman: Sains Harus Berpijak pada Kesadaran Ilahi

Ketua pelaksana acara, Dr.nat.techn. Sudarma Duta Wijayanti, STP., M.Sc., MP., menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari inisiasi pihak WUR yang memiliki kedekatan bidang ilmu dengan FTP UB. āMereka menginisiasi kunjungan ke FTP karena adanya kesamaan fokus penelitian, terutama dalam bidang food chemistry. Kami di UB menyambut baik inisiatif ini dengan memfasilitasi mahasiswa doktoral untuk berpartisipasi, mempresentasikan, dan mendiskusikan hasil riset mereka,ā ungkapnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum ilmiah semata, tetapi juga momentum mempererat relasi akademik antar universitas. Baik UB maupun WUR memiliki visi yang sama untuk membangun kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
Perkuat Gagasan Riset
Simposium yang berlangsung sehari penuh ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Igoy Arya Bimo sebagai perwakilan dari Universitas Brawijaya dan Angelina Hoqf dari Wageningen University and Research. Keduanya memaparkan hasil penelitian mereka di hadapan audiens yang terdiri dari mahasiswa magister dan doktor di lingkungan FTP UB.
Presentasi yang dibawakan beragam, mulai dari riset terkait rekayasa kimia pangan, analisis kualitas bahan baku, hingga pengembangan teknologi pengolahan hasil pertanian yang ramah lingkungan. Diskusi berlangsung interaktif, di mana para peserta saling bertukar pandangan dan gagasan mengenai metode riset yang digunakan serta potensi penerapannya dalam konteks global.
Selain sesi pemaparan, acara ini juga diisi dengan forum diskusi kelompok yang membahas peluang kolaborasi riset bersama. Dr. Sudarma menjelaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi langkah strategis untuk membuka akses penelitian lintas negara. āMelalui simposium ini, mahasiswa S3 memiliki kesempatan untuk mempresentasikan risetnya kepada komunitas ilmiah internasional. Selain itu, mereka juga mendapat peluang untuk memperluas jejaring akademik yang dapat menunjang pengembangan riset mereka ke depan,ā ujarnya.
Strategi Kolaborasi
Sebagai tindak lanjut dari simposium ini, kedua universitas tengah menjajaki beberapa bentuk kerja sama strategis, antara lain joint teaching dan joint research. Melalui joint teaching, dosen dari kedua institusi dapat terlibat dalam pengajaran lintas kampus yang memungkinkan pertukaran pengetahuan dan pengalaman riset. Sedangkan dalam joint research, tim peneliti dari UB dan WUR akan mengembangkan proyek riset bersama di bidang pangan dan keberlanjutan, termasuk potensi kolaborasi dalam publikasi internasional.
āIni adalah langkah awal menuju kerja sama yang lebih mendalam. Kami sedang mempersiapkan inisiasi untuk membuka akses bagi mahasiswa pascasarjana UB agar dapat melakukan penelitian di luar negeri, khususnya di Wageningen,ā terang Dr. Sudarma. Ia menambahkan bahwa strategi kolaborasi ini akan memperkuat kapasitas riset mahasiswa UB serta meningkatkan reputasi universitas di kancah internasional.
Dengan adanya kerja sama tersebut, diharapkan kualitas riset di bidang pangan dan teknologi pertanian dapat meningkat, terutama dalam menjawab tantangan global seperti ketahanan pangan, keberlanjutan sumber daya alam, dan efisiensi sistem produksi.
Melalui Doctoral Student Symposium ini, Fakultas Teknologi Pertanian UB menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang kolaboratif dan berdaya saing global. Para peserta, baik dari UB maupun Wageningen University, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum ilmiah ini yang tidak hanya mempertemukan para peneliti muda, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi riset yang lebih inklusif.Dr. Sudarma berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang terus dikembangkan setiap tahun dengan tema riset yang lebih luas. āSimposium ini menjadi pintu awal bagi mahasiswa dan dosen untuk memperkuat jejaring riset internasional. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan berlanjut dalam bentuk penelitian bersama dan pertukaran akademik,ā ujarnya menutup. (nid/tia)















Comments 1