Kanal24, Malang — Di tengah percepatan transformasi digital dan berkembangnya pemanfaatan data di berbagai sektor, kebutuhan akan kolaborasi riset dan infrastruktur komputasi berperforma tinggi (High Performance Computing/HPC) menjadi semakin mendesak. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan Prof. Dr. Eng. Budi Prawara, Kepala OREI BRIN, sebagai narasumber dalam acara “Sosialisasi dan Penjajakan Kerjasama Program High Performance Computing Artificial Intelligence” pada Jumat (17/10/2025).
Kolaborasi untuk Mendorong Transformasi Digital Nasional
Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi bagian penting dari upaya transformasi digital nasional. Pemanfaatannya kini menjangkau berbagai bidang strategis, mulai dari pertanian, kesehatan, kebencanaan, hingga pengelolaan lingkungan. Namun, tantangan terbesar dalam riset AI di Indonesia masih terletak pada keterbatasan infrastruktur dan sumber daya komputasi.
Baca juga:
FILKOM UB Ciptakan ExpertLink, Platform AI untuk Percepat Kolaborasi Riset Akademik

Menanggapi hal tersebut, BRIN melalui program Super Performance Computing (SPC) AI hadir sebagai solusi yang memungkinkan pemanfaatan infrastruktur HPC secara luas oleh perguruan tinggi dan lembaga riset. “SPC AI ini adalah salah satu program unggulan kami di BRIN. Di era digitalisasi ini, pemanfaatan data sangat penting dan strategis. Mulai dari identifikasi area sawah menggunakan citra satelit, riset kebencanaan, hingga kesehatan dan lingkungan, semua membutuhkan kemampuan komputasi tinggi,” ujar Prof. Dr. Eng. Budi Prawara dalam sesi pemaparannya.
Ia menambahkan bahwa BRIN saat ini tengah memperkuat kapasitas infrastruktur HPC agar dapat dimanfaatkan secara nasional, termasuk oleh FILKOM UB yang dinilai memiliki potensi besar melalui pusat riset AI dan program doktoral (S3) yang baru saja dibuka.
Proses dan Strategi: Sinergi untuk Penguatan Riset dan Talenta Digital
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi mengenai program SPC AI, tetapi juga membuka peluang konkret bagi kerja sama riset lintas institusi. BRIN menawarkan tiga bentuk fasilitasi utama yang dapat dimanfaatkan oleh akademisi dan peneliti FILKOM UB, yakni pendanaan riset, pemanfaatan infrastruktur HPC, dan pengembangan sumber daya manusia.
“BRIN memiliki beragam skema pendanaan yang bisa dimanfaatkan, bukan hanya oleh peneliti internal kami, tetapi juga oleh pihak eksternal seperti universitas. Salah satunya melalui program Riset Inovasi Strategis yang akan diluncurkan tahun depan,” jelas Prof. Budi.
Selain itu, BRIN juga membuka akses terhadap infrastruktur HPC yang dapat digunakan bersama dalam kerangka kolaborasi penelitian. Dengan fasilitas ini, peneliti di kampus dapat menjalankan simulasi atau analisis data berskala besar tanpa harus terbebani keterbatasan perangkat. “Kami juga berharap bisa mengembangkan talenta-talenta unggul di bidang AI dan komputasi, misalnya melalui skema Degree by Research bagi mahasiswa S2 dan S3,” tambahnya.
Kolaborasi ini dirancang agar tidak hanya memperkuat kegiatan riset, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran dan inovasi yang berkelanjutan di lingkungan akademik.
Harapan dan Tindak Lanjut: Membangun Ekosistem Inovasi Nasional
Dalam sesi penutupan, Prof. Budi menyampaikan optimismenya terhadap potensi kolaborasi dengan FILKOM UB. Menurutnya, universitas memiliki sumber daya manusia dan keilmuan yang kuat untuk mendukung pengembangan teknologi AI di Indonesia. “Kami melihat FILKOM UB sebagai mitra strategis. Dengan kolaborasi ini, kita berharap dapat menghasilkan riset-riset yang tidak hanya berdampak akademik, tetapi juga ekonomi dan sosial,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, BRIN dan FILKOM UB sepakat untuk segera menindaklanjuti hasil diskusi dengan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang memuat ruang lingkup kolaborasi di berbagai bidang riset. Dalam waktu dekat, akan dilakukan pertemuan antara kelompok riset BRIN dan peneliti FILKOM UB untuk menyelaraskan topik dan proposal penelitian bersama.
Harapannya, kerja sama ini tidak hanya memperkuat posisi UB sebagai pusat riset teknologi informasi di Indonesia, tetapi juga mendorong pemanfaatan AI untuk menjawab berbagai tantangan nasional.
Menuju Masa Depan Riset Terpadu
Melalui kolaborasi dengan BRIN, Fakultas Ilmu Komputer UB kini memiliki peluang besar untuk memperluas jaringan riset serta memperkuat kontribusinya dalam pembangunan ekosistem teknologi berbasis AI di Indonesia. Dukungan infrastruktur komputasi berperforma tinggi yang ditawarkan BRIN akan menjadi katalisator penting bagi penelitian-penelitian unggulan di bidang data besar, pembelajaran mesin, dan analisis citra digital.
Sinergi antara lembaga riset nasional dan perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan pengembangan talenta unggul, langkah ini menjadi pondasi penting menuju era riset terpadu dan berdaya saing global. (nid/dht)















Comments 1