Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya menerapkan skema pembelajaran hybrid sebagai tindak lanjut kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti) terkait antisipasi krisis energi global.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, menyatakan kampus merespons kebijakan tersebut dengan penyesuaian sistem pembelajaran.
“Secara umum, UB merespons kebijakan Mendikti secara apresiatif dan proaktif. Rektor menindaklanjuti dengan menerbitkan surat edaran terkait penyesuaian pola kerja, termasuk pelaksanaan pembelajaran,” ujarnya dalam keterangan Kamis (9/4/2026).
Melalui Surat Edaran Rektor Nomor 01096/DST/UN10/B/TU/2026 yang berlaku mulai 7 April 2026, UB mengatur kombinasi kuliah daring dan luring berdasarkan jenjang mahasiswa dan jenis kegiatan akademik.

Dalam kebijakan tersebut, mahasiswa semester satu hingga empat tetap menjalani pembelajaran luring. Sementara mahasiswa semester lima ke atas diarahkan mengikuti perkuliahan daring, khususnya untuk kegiatan seperti seminar dan pembimbingan.
Kegiatan akademik yang membutuhkan kehadiran langsung, seperti praktikum, studio, dan penelitian di laboratorium, tetap dilaksanakan secara luring.
Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari kesiapan menghadapi potensi krisis energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, yang berpotensi berdampak pada operasional kampus.
UB juga mempertimbangkan risiko penerapan pembelajaran daring, termasuk potensi learning loss yang sebelumnya terjadi saat pandemi COVID-19. Untuk itu, aktivitas yang membutuhkan interaksi intensif antara dosen dan mahasiswa tetap diprioritaskan berlangsung secara tatap muka.
Pelaksanaan teknis pembelajaran hybrid diserahkan kepada masing-masing fakultas, menyesuaikan karakteristik program studi dan kebutuhan mata kuliah.
Selain pembelajaran, kebijakan ini juga mengatur aktivitas administratif. Rapat yang tidak memerlukan kehadiran langsung diimbau dilakukan secara daring, serta dilakukan efisiensi perjalanan dinas dalam dan luar negeri.
UB juga tengah menyiapkan kebijakan tambahan seperti car free day di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya efisiensi energi.
Kampus menyatakan kebijakan ini akan terus dievaluasi secara berkala, termasuk setelah satu bulan pelaksanaan, untuk menilai efektivitas dan menentukan langkah selanjutnya sesuai kondisi energi nasional.(Din)













