Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat transformasinya sebagai research university melalui pelaksanaan University Brawijaya Research Innovation and Community Services (UBRICS) Batch 5. Program ini menjadi strategi kunci untuk membangkitkan potensi besar dosen dan mahasiswa dalam bidang riset, inovasi, dan publikasi yang selama ini dinilai belum optimal.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Unti Ludigdo, SE., M.Si., Ak., menegaskan bahwa UBRICS dirancang untuk menjawab tantangan perubahan peran dosen. Selama ini, menurutnya, fokus utama dosen masih bertumpu pada pengajaran, sementara tuntutan terhadap riset, inovasi, dan publikasi semakin besar seiring dengan upaya peningkatan kualitas dan reputasi universitas.
“Pada saat ini, dengan tetap harus menjaga proses belajar mengajar yang sangat baik, dosen juga dituntut untuk menghasilkan riset, inovasi, dan publikasi. Terlebih, peningkatan kualitas dan reputasi universitas juga sangat terkait dengan riset dan inovasi,” ujarnya.
Prof. Unti menggambarkan potensi sumber daya Universitas Brawijaya sebagai “raksasa yang sedang tidur.” Dengan jumlah dosen dan mahasiswa yang besar serta talenta akademik yang kuat, UB sebenarnya memiliki modal luar biasa untuk melompat lebih jauh. Namun, kontribusi riset dan inovasi dinilai belum seimbang jika dibandingkan dengan aktivitas pengajaran.

“Saat ini sekitar 30 persen dosen aktif melakukan riset dan publikasi, dan itu saja sudah menghasilkan sekitar 2.300 hingga 2.500 publikasi terindeks Scopus per tahun. Bayangkan jika seluruh dosen aktif, capaian itu bisa berlipat,” ungkapnya.
Melalui UBRICS, Universitas Brawijaya berupaya membangun dan memperkuat ekosistem riset dan inovasi secara sistematis. Program ini didesain dalam tiga level, yakni elementary untuk dosen dengan publikasi yang masih minim, intermediate bagi dosen yang telah memiliki pengalaman riset namun membutuhkan penguatan, serta advance bagi dosen dengan rekam jejak riset yang kuat agar mampu mengakses pendanaan, termasuk kerja sama internasional.
Pendekatan berjenjang tersebut diharapkan dapat mendorong kesadaran dan kebiasaan baru di kalangan dosen, yakni menyeimbangkan peran pengajaran dengan riset dan inovasi secara berkelanjutan. Selain meningkatkan produktivitas publikasi, UB juga menargetkan lahirnya inovasi dan paten yang dapat terhilirisasi ke industri maupun masyarakat.
UBRICS Batch 5 menjadi bagian dari komitmen jangka panjang Universitas Brawijaya dalam membangkitkan potensi akademik yang dimilikinya. Dengan ekosistem yang semakin kuat, universitas berharap “raksasa yang sedang tidur” tersebut benar-benar bangkit dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, kebijakan publik, serta kesejahteraan masyarakat.(Din)














