Kanal24, Malang – Tidak semua orang memiliki waktu, akses, atau motivasi untuk berolahraga secara rutin. Kesibukan kerja, jarak ke fasilitas kebugaran, hingga keterbatasan fisik kerap menjadi alasan utama. Namun, temuan ilmiah terbaru menghadirkan alternatif menarik yang memungkinkan masyarakat tetap memperoleh manfaat kesehatan layaknya olahraga, tanpa harus menjalani latihan khusus. Pendekatan tersebut dikenal dengan istilah Vigorous Intermittent Lifestyle Physical Activity (VILPA).
VILPA merujuk pada aktivitas fisik intensitas tinggi yang dilakukan secara singkat dan tidak terencana dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas ini bisa berupa naik tangga dengan cepat, berjalan cepat saat terburu-buru, mengangkat barang berat, atau melakukan pekerjaan rumah dengan tempo lebih cepat dari biasanya. Meski berlangsung singkatāhanya beberapa detik hingga menitāaktivitas tersebut mampu meningkatkan detak jantung dan pernapasan, sehingga memberikan efek fisiologis yang serupa dengan olahraga intensitas sedang hingga tinggi.
Baca juga:
Tips Dasar Menjaga Kulit Sehat dan Mencegah Penuaan Dini
Berbeda dengan olahraga konvensional yang memerlukan waktu khusus, pakaian tertentu, atau peralatan tambahan, VILPA terjadi secara alami dalam rutinitas harian. Konsep ini dinilai lebih realistis dan mudah diterapkan oleh masyarakat luas, terutama mereka yang selama ini tergolong tidak aktif secara fisik.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penerapan VILPA secara konsisten berkaitan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis. Aktivitas intens singkat yang terakumulasi hanya beberapa menit per hari dilaporkan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Selain itu, terdapat pula kaitan antara VILPA dengan penurunan risiko kematian dini akibat berbagai penyebab, termasuk gangguan metabolik dan penyakit tidak menular lainnya.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan jantung, aktivitas VILPA juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu. Intensitas gerak yang tinggi, meskipun singkat, diyakini mampu memperbaiki sensitivitas insulin, meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, serta membantu regulasi berat badan. Faktor-faktor tersebut berperan penting dalam menekan risiko penyakit kronis yang selama ini menjadi penyebab utama kematian di berbagai negara.
Para ahli menekankan bahwa VILPA bukanlah pengganti sempurna dari olahraga terstruktur yang direkomendasikan secara umum. Namun, pendekatan ini menjadi solusi praktis bagi kelompok masyarakat yang sulit memenuhi anjuran olahraga rutin. Dalam konteks kesehatan publik, VILPA dinilai sebagai langkah awal yang efektif untuk mendorong gaya hidup lebih aktif, dengan prinsip bahwa aktivitas fisik sekecil apa pun tetap lebih baik dibandingkan tidak bergerak sama sekali.
Penerapan VILPA dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan cara sederhana. Masyarakat dapat memilih tangga dibandingkan lift, mempercepat langkah saat berjalan, atau meningkatkan intensitas saat melakukan aktivitas rumah tangga. Kunci utamanya adalah membuat tubuh bergerak lebih cepat hingga detak jantung meningkat, meskipun hanya dalam waktu singkat dan dilakukan berulang kali sepanjang hari.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan di tengah gaya hidup modern yang cenderung sedentari, konsep VILPA menawarkan perspektif baru. Aktivitas kecil yang sering kali dianggap sepele ternyata mampu memberikan dampak besar bagi kesehatan jangka panjang. Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari olahraga berat, tetapi dapat dimulai dari perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari. (nid)














