Kanal24, Malang — Di tengah tingginya antusiasme calon mahasiswa yang mencari referensi pendidikan lanjutan, Education Expo Universitas Brawijaya 2026 menjadi solusi untuk mengenalkan arah pendidikan yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Ajang ini tidak hanya menghadirkan informasi jalur masuk perguruan tinggi, tetapi juga membuka gambaran konkret tentang kompetensi yang dibutuhkan industri masa kini.
Dalam konteks tersebut, Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya tampil sebagai salah satu fakultas yang menekankan kesiapan kerja lulusan melalui pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan kemitraan industri. Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Vokasi UB, Dr. Sovia Rosalin, S.AP., S.Kom., M.AB, saat ditemui di Education Expo Universitas Brawijaya 2026 yang digelar Kamis (22/01/2026) di Samantha Krida.
Menurut Dr. Sovia, kehadiran Fakultas Vokasi dalam ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan berbagai keunggulan dan program studi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini, sekaligus memberikan gambaran nyata kepada calon mahasiswa baru mengenai prospek pendidikan vokasi di UB.
Baca juga:
Mengenal SNBP, Jalur Prestasi yang Menilai Proses

Keunggulan Pembelajaran Berbasis Praktik
Dr. Sovia menjelaskan bahwa Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya menekankan sistem pembelajaran dengan komposisi 70 persen praktik dan 30 persen teori. Pendekatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan terapan yang kuat.
“Tenaga pengajar kami berasal dari kalangan praktisi yang memiliki pengalaman langsung di dunia usaha dan dunia industri. Hal ini menjadi nilai tambah karena mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan lapangan,” ujarnya.
Fakultas Vokasi UB menaungi sejumlah program studi unggulan, di antaranya Desain Grafis, Teknologi Informasi, Bisnis Keuangan Perbankan, serta Manajemen Perhotelan, yang seluruhnya dirancang adaptif terhadap perkembangan industri.
Magang Industri dan Program Unggulan
Lebih lanjut, Dr. Sovia menuturkan bahwa mahasiswa Fakultas Vokasi UB diberikan kesempatan untuk melaksanakan magang di industri selama satu hingga dua semester. Program ini menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Selain magang, terdapat berbagai program unggulan yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mahasiswa vokasi, baik dari sisi teknis maupun soft skills. Melalui program tersebut, mahasiswa didorong untuk memiliki daya saing tinggi sejak masih menempuh pendidikan.
Peluang Karier dan Sertifikasi Kompetensi
Kedekatan dengan industri membuka peluang karier yang luas bagi mahasiswa Fakultas Vokasi UB. Dr. Sovia menyebutkan bahwa tidak sedikit mahasiswa yang telah diterima bekerja bahkan sebelum resmi lulus.
“Benefit lain yang didapatkan mahasiswa adalah selain ijazah, mereka juga memperoleh sertifikat kompetensi baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya. Pengalaman exposure di dalam dan luar negeri turut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk bersaing di pasar kerja global.
Menutup pernyataannya, Dr. Sovia menyampaikan pesan khusus kepada calon mahasiswa baru agar cermat dalam memilih program studi. Ia menekankan pentingnya memilih pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri.
“Pilihlah program studi yang mampu mencetak lulusan siap kerja dan relevan dengan kebutuhan industri. Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya hadir sebagai jawaban atas tantangan tersebut,” pungkasnya.
Melalui partisipasi dalam Education Expo Universitas Brawijaya 2026, Fakultas Vokasi UB berharap semakin banyak calon mahasiswa yang memahami peran strategis pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan kompetitif. (nid/ger)














