Kanal24, Malang – Komunitas Read Aloud Malang Raya menggelar acara puncak World Read Aloud Day (WARD) 2026 Rama sebagai upaya memperkuat budaya literasi keluarga melalui praktik membaca nyaring. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak orangtua dan anak membangun kebiasaan membaca yang bermakna sejak dini.
Hal tersebut disampaikan oleh Siti Nur Hasannah (Ketupel) dan Noviana Indah (Ketua Rama) dalam acara puncak WARD 2026 Rama yang diselenggarakan oleh Read Aloud Malang Raya pada Minggu (08/02/2026), bertempat di MCC lantai 5, tepatnya di area amphiteater dan ruang studio anak, Kota Malang.
Baca juga:
Antisipasi Virus Nipah Lewat Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Read Aloud sebagai Gerakan Literasi Keluarga
Siti Nur Hasannah menjelaskan bahwa Read Aloud Malang Raya merupakan komunitas yang secara konsisten mengampanyekan praktik membaca nyaring sebagai bagian dari kehidupan keluarga. Perayaan WARD dilakukan setiap tahun sebagai bentuk komitmen komunitas dalam merayakan Hari Membacakan Nyaring Sedunia.
āKami adalah komunitas yang ingin menggaungkan read aloud. Insyaallah setiap tahun kami merayakan Hari Membacakan Nyaring Sedunia dengan tema yang selalu berbeda,ā ujar Siti Nur Hasannah.
Pada WARD 2026 ini, tema āMenyuarakan Cerita, Menebar Maknaā diusung dengan melibatkan sekitar 100 peserta, terdiri dari kurang lebih 50 peserta dewasa dan 50 anak, serta sejumlah undangan. Noviana Indah menambahkan bahwa tema tahun ini menekankan pentingnya anak untuk mulai mengekspresikan gagasan dan karya setelah memiliki kemampuan membaca.
āKalau anak sudah bisa membaca, artinya sudah waktunya mereka mulai mengeluarkan karya,ā tuturnya.
Literasi Anak di Era Digital
Menanggapi tantangan literasi anak di tengah pesatnya penggunaan gawai, Siti Nur Hasannah menegaskan bahwa read aloud tidak terbatas pada buku fisik. Menurutnya, literasi digital juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mempraktikkan membaca nyaring.
āRead aloud itu tidak terpaku pada buku fisik saja, sekarang kita juga bisa memanfaatkan buku digital sebagai bagian dari literasi,ā jelasnya.
Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para orang tua dan anak dapat lebih memahami konsep read aloud dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Informasi mengenai komunitas Read Aloud Malang Raya dan cara bergabung dapat diakses melalui akun Instagram @readaloudmalangraya.

Dari Membaca Menuju Berkarya
Rangkaian acara puncak WARD 2026 Rama juga diisi dengan seminar literasi yang menghadirkan Nindia Maya sebagai narasumber. Seminar ini mengangkat tema āBerkarya dari Membaca Menjadi Penulisā, yang membahas tahapan perkembangan literasi anak serta proses kreatif menulis.
Nindia Maya menyampaikan bahwa read aloud memiliki peran penting sebagai pondasi bagi anak untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan menulis. āRead aloud bisa menjadi dasar agar anak-anak mampu berpikir lebih kritis dan siap melangkah ke proses menulis yang lebih lanjut,ā ujarnya.
Ia juga menekankan peran orang tua dalam mendampingi perkembangan literasi anak, mulai dari membacakan buku secara rutin, memberikan stimulasi yang sesuai, hingga menjadi teladan dengan menunjukkan kebiasaan membaca di rumah.
Dampak Positif bagi Orang Tua dan Anak
Salah satu orang tua peserta, Macans, mengungkapkan bahwa kegiatan literasi dalam rangka WARD 2026 memberikan dampak nyata bagi minat baca anak. Menurutnya, kehadiran komunitas Read Aloud Malang Raya mampu menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku sejak usia dini.
āDengan adanya kegiatan seperti ini, anak jadi tertarik membaca karena melihat teman-temannya juga membaca. Lama-lama jadi terbiasa,ā ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa setelah mengikuti kegiatan tersebut, anaknya menjadi lebih sering meminta dibacakan buku dan mulai mengurangi waktu bermain gawai. Macans menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membangun budaya baca dengan menjadi contoh langsung bagi anak.
Melalui acara puncak WARD 2026 Rama, Read Aloud Malang Raya berharap semangat literasi dapat terus tumbuh di lingkungan keluarga dan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan budaya membaca anak-anak di Indonesia. (nid/qrn)














