Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Waspadai Diabetic Foot, Luka Kaki Akibat Diabetes Tak Terkontrol

Einid Shandy by Einid Shandy
May 30, 2025
in Gaya Hidup
1
Waspadai Diabetic Foot, Luka Kaki Akibat Diabetes Tak Terkontrol

Ilustrasi diabetes kaki (Freepik)

4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24 – Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kestabilan kadar gula darah, tetapi juga dapat memicu berbagai komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu komplikasi yang sering kali luput dari perhatian masyarakat adalah diabetic foot, yakni luka kronis pada kaki yang bisa berujung pada amputasi jika tidak ditangani secara tepat dan cepat.

Dokter spesialis bedah dengan subspesialisasi bedah vaskular dan endovaskular dari Bethsaida Hospital, dr. Sendi Kurnia Tantinius, menjelaskan bahwa diabetic foot muncul sebagai akibat dari kombinasi beberapa faktor utama, seperti:

Baca juga:
Menurut Pakar UB, Drainase Malang Perlu Revolusi

  1. Neuropati Diabetik – Kerusakan saraf akibat diabetes menyebabkan hilangnya sensasi di kaki. Akibatnya, luka kecil pun tidak terasa dan sering diabaikan.
  2. Gangguan Sirkulasi Darah – ā€œDiabetes menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga memperlambat proses penyembuhan luka,ā€ jelas dr. Sendi.
  3. Infeksi – Luka kecil yang tidak segera dirawat berisiko berkembang menjadi infeksi berat.
  4. Tekanan Berlebih pada Kaki – Pemakaian sepatu yang tidak nyaman atau cara berjalan yang salah dapat memperparah kondisi luka yang sudah ada.

Gejala Awal yang Sering Diabaikan

Gejala diabetic foot perlu diwaspadai sejak dini. Menurut dr. Sendi, gejala awal yang sering muncul antara lain:

  • Kesemutan dan mati rasa di kaki
  • Nyeri yang tidak biasa
  • Pembengkakan pada area kaki
  • Perubahan warna kulit yang menghitam di bagian yang terinfeksi

ā€œKesemutan dan mati rasa adalah gejala yang sering dianggap sepele, padahal itu bisa menjadi tanda awal kerusakan saraf yang berpotensi berkembang menjadi diabetic foot,ā€ tegasnya.

Lima Tahapan Keparahan Diabetic Foot

Untuk mempermudah diagnosis dan penanganan, diabetic foot dikategorikan ke dalam lima derajat keparahan, yaitu:

  • Derajat 0: Kaki masih dalam kondisi normal, namun terdapat faktor risiko
  • Derajat 1 dan 2: Luka superfisial atau luka dangkal mulai terbentuk
  • Derajat 3: Luka disertai infeksi berat dengan abses dan osteomyelitis (infeksi tulang)
  • Derajat 4 dan 5: Terjadi kerusakan jaringan permanen, sering kali berujung pada amputasi parsial atau total

Semakin tinggi tingkat derajatnya, semakin besar pula risiko terhadap keselamatan anggota tubuh dan jiwa pasien. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan tepat menjadi kunci utama dalam mencegah keparahan diabetic foot.

Kadar gula darah (Freepik)

Pencegahan dan Perawatan yang Komprehensif

Jika seseorang sudah menunjukkan tanda-tanda diabetic foot, penanganan harus dilakukan secara multidisipliner. Mulai dari pemeriksaan kaki secara berkala, pengelolaan kadar gula darah, hingga menjaga kebersihan kaki secara menyeluruh.

Beberapa metode perawatan yang umum dilakukan menurut dr. Sendi adalah:

  • Debridemen Luka – Membersihkan jaringan mati atau yang terinfeksi guna mencegah penyebaran lebih lanjut.
  • Terapi Oksigen Hiperbarik – Meningkatkan kadar oksigen dalam darah guna mempercepat penyembuhan luka.
  • Penggunaan Sepatu Khusus – Untuk mengurangi tekanan pada area luka.
  • Intervensi Vaskular – Bila terdapat penyumbatan pembuluh darah, dilakukan angioplasti atau operasi bypass.

Pentingnya Kolaborasi dan Teknologi Medis

Direktur Bethsaida Hospital, dr. Pitono, menekankan bahwa perawatan diabetic foot membutuhkan fasilitas yang memadai serta kolaborasi tim medis yang berpengalaman. ā€œPenanganan kasus vaskular seperti diabetic foot memerlukan pendekatan menyeluruh dan sesuai standar medis agar pasien mendapatkan hasil optimal,ā€ ujarnya.

Baca juga:
Generasi Mental Tempe, Buku Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya

Menurutnya, teknologi medis yang mendukung serta kolaborasi tim dari berbagai disiplin ilmu sangat penting untuk memastikan pasien bisa pulih secara menyeluruh dan terhindar dari risiko amputasi.

Menjaga Gula Darah, Menjaga Kaki

Pada akhirnya, diabetic foot adalah pengingat bahwa mengelola diabetes tidak cukup hanya dengan menghindari makanan manis. Diperlukan kedisiplinan tinggi dalam menjaga pola makan, olahraga rutin, memantau kadar gula darah secara berkala, serta perawatan kaki yang konsisten. Dengan langkah pencegahan yang tepat dan pengawasan medis yang rutin, diabetic foot dapat dicegah dan kehidupan penderita diabetes bisa tetap berkualitas tanpa risiko kehilangan anggota tubuh. (nid)

Post Views: 316
Tags: Diabetes MelitusDiabetic FootKadar Gula DarahKANAL24kanal24.co.idKesehatanLuka KakiLuka Kronis Kakiuniversitas brawijaya
Previous Post

Kompetisi Bisnis dari J&T Express, 10 UMKMĀ  Dimentori Edho Zell

Next Post

Gavya Wedding Corner Tawarkan Beragam Paket PernikahanĀ 

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Gavya Wedding Corner Tawarkan Beragam Paket PernikahanĀ 

Gavya Wedding Corner Tawarkan Beragam Paket PernikahanĀ 

Comments 1

  1. Pingback: Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pakar UB : Jangan Panik! - Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Super Flu Tidak Lebih Parah COVID-19

Super Flu Tidak Lebih Parah COVID-19

January 18, 2026
Wisudawan Terbaik Doktor UB Teliti Bekatul Beras Lokal untuk Pangan Fungsional

Wisudawan Terbaik Doktor UB Teliti Bekatul Beras Lokal untuk Pangan Fungsional

January 18, 2026
Black Mirror Season 1: Teknologi, Moral, dan Sisi Gelap Manusia

Black Mirror Season 1: Teknologi, Moral, dan Sisi Gelap Manusia

January 18, 2026
Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

Child Grooming Jadi Ancaman Serius Anak Digital

January 17, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025