Waspadai 3 Penyakit Langganan di Akhir Tahun
Kanal24, Malang – Memasuki penghujung tahun, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit musiman yang cenderung meningkat saat cuaca tidak menentu. Pergantian musim dari kemarau menuju penghujan, ditambah intensitas aktivitas liburan, sering kali memicu penurunan daya tahan tubuh. Kondisi ini membuat masyarakat lebih rentan terserang penyakit tertentu yang hampir selalu muncul setiap akhir tahun. Laporan kesehatan tahunan menunjukkan bahwa tiga penyakit berikut menjadi yang paling sering dialami masyarakat selama periode Desember hingga Januari. Mulai dari penyakit yang dipicu gigitan nyamuk, infeksi saluran pernapasan, hingga gangguan pencernaan, semuanya berpotensi mengganggu aktivitas liburan jika tidak diantisipasi sejak dini.
Berikut tiga penyakit langganan akhir tahun yang perlu diwaspadai.
1. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Memasuki musim hujan, kasus DBD biasanya mengalami peningkatan signifikan. Genangan air yang muncul setelah hujan menjadi tempat ideal bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Tanpa upaya pencegahan yang baik, risiko penularan penyakit ini semakin tinggi. Gejala umum DBD mencakup demam tinggi tiba-tiba, nyeri otot, sakit kepala, hingga muncul bintik-bintik merah pada kulit. Organisasi kesehatan mengimbau masyarakat untuk menerapkan gerakan 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas) agar sarang nyamuk dapat ditekan. Selain itu, penggunaan lotion antinyamuk serta menjaga kebersihan lingkungan sangat dianjurkan selama musim hujan.
2. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling banyak dikeluhkan di akhir tahun. Pergantian cuaca ekstrem dari panas ke hujan membuat daya tahan tubuh mudah menurun. Polusi udara dan mobilitas tinggi saat libur panjang semakin memperburuk kondisi. Gejalanya meliputi batuk, pilek, demam, hingga nyeri tenggorokan. Meski terdengar ringan, ISPA dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius jika diabaikan. Para ahli kesehatan menekankan pentingnya memakai masker di tempat ramai, mengonsumsi vitamin, memperbanyak minum air putih, serta menghindari paparan udara kotor untuk mengurangi risiko terpapar infeksi.
3. Diare dan Gangguan Pencernaan

Perayaan akhir tahun identik dengan banyaknya acara makan bersama, jajanan musiman, dan konsumsi makanan pedas atau berminyak. Tanpa disadari, pola makan yang berubah drastis dapat memicu gangguan pencernaan hingga diare. Makanan yang kurang higienis, air minum yang terkontaminasi, serta penyimpanan bahan makanan yang tidak tepat turut menjadi faktor penyebab. Untuk mencegahnya, masyarakat dianjurkan lebih selektif dalam memilih makanan, memastikan kebersihan tangan, dan menjaga pola makan tetap seimbang meski sedang liburan.
Tetap Waspada dan Jaga Kesehatan Selama Liburan
Walau akhir tahun identik dengan suasana meriah, kesehatan tetap menjadi prioritas utama. Dengan mengenali tiga penyakit yang sering muncul pada periode ini, masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal agar liburan tetap nyaman dan aman. Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat daya tahan tubuh, hingga mengatur pola makan yang lebih sehatāsemua langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit musiman. Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika gejala mulai muncul, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan cepat. Liburan aman dimulai dari tubuh yang sehat. Semoga akhir tahun ini dapat dinikmati dengan nyaman tanpa gangguan penyakit. (snd)














