KKP Bantu Cold Storage 50 Ton untuk Nelayan Pasuruan

KANAL24 -2021-03-30, 10:00:00 WIB 95 kali

Cold Storage bantuan KKP untuk nelayan Pasuruan (kominfo)

KANAL24, Pasuruan – Untuk meningkatkan produktifitas nelayan Jatim khususnya di Pasuruan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan cold storage berkapasitas 50 ton kepada nelayan dan UMKM disana.

 
Kabupaten Pasuruan termasuk salah satu daerah tumpuan pemindangan ikan di Provinsi Jawa Timur. Bahkan, produksi dan pemasaran ikan pindang Pasuruan meningkat di masa pandemi COVID-19. Saat ini, terdapat 15 pemindang skala besar dengan rata–rata produksi sekitar 3–7 ton/hari atau total 45–105 ton/hari. Di Pasuruan juga terdapat 115 pemindang skala rumah tangga yang memproduksi 100-1.100 kg/hari atau rata-rata produksi sebesar 125 kg/hari per orang.

 
"Total produksi pindang di Kabupaten Pasuruan bisa mencapai 14.375 kg atau 14,375 ton/hari. Ini angka yang luar biasa," kata Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Artati Widiarti, Senin (29/3/2021) melalui Kominfo Jatim.

 
Adapun bahan baku ikan untuk usaha pemindangan tersebut berasal dari Pasuruan, Sidoarjo, Jember, Malang dan Trenggalek. Artati mengurai, jenis ikan yang digunakan untuk pemindangan diantaranya ikan layang, kembung, tembang, selar, dan tongkol.

 
Selama ini, para pemindang menyimpan bahan baku di cold storage atau gudang beku milik swasta yang terletak di Surabaya dengan biaya sewa Rp2.500–5.000/kg. Akibatnya, para pelaku usaha sering mengalami kerugian, baik dari kerusakan produk karena tidak segera terjual atau pada saat cuaca buruk, pasokan bahan baku berkurang dan minim cadangan bahan baku.

 
"Ini tentu tak efektif dan berpengaruh pada biaya produksi akibat tingginya biaya sewa cold storage dan transportasi," urainya.

 
Guna mengurangi kerugian yang dialami, Ditjen PDSPKP KKP memberikan bantuan berupa gudang beku (cold storage) berkapasitas 50 ton untuk Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Bahari Indah di Pasuruan. Artati berharap, bantuan ini bisa meringankan biaya produksi karena bahan baku disimpan pada gudang beku milik kelompok dan dekat dengan sentra pemindangan.

 
Selain itu, kesegaran mutu ikan bisa terjaga dan produksi bisa ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar.

 
"Kita tentu ingin konsistensi dan keberlanjutan usaha mereka terjaga," sambungnya.

 
Sementara Ketua Poklahsar Bahari Indah, Ridwan menegaskan bantuan gudang beku dari KKP sangat bermanfaat. Bahkan, dia menyebut pelaku usaha perikanan mulai dari para nelayan, kelompok pemasar, pengolah ikan, pemilik moda transportasi dan konsumen lainnya yang terlibat dalam rantai bisnis ini merasakan langsung manfaat bantuan tersebut.

 
"Karena kelancaran bisnis pengolahan makin terjamin setelah mendapatkan bantuan gudang beku," kata Ridwan.
 

Ridwan menambahkan, Poklahsar Bahari Indah merupakan kelompok UMKM usaha pemindangan ikan yang beranggotakan 24 orang dan berlokasi di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Bantuan gudang beku digunakan untuk menyimpan ikan sebagai bahan baku pemindangan, baik untuk kebutuhan anggota kelompok maupun pemindang lainnya yang ada di Kecamatan Nguling.

 
"Kami sangat terbantu sekali, dari sisi efisiensi dan menjamin ketersediaan bahan baku sekaligus menyerap hasil tangkapan nelayan saat ikan melimpah," ujar Ridwan.(sdk)

kanal24.co.id KKP cold storage usaha pindang nelayan pasuruan
Popular

KANAL24 - 2020-05-03 26471 kali

COVID-19 DAN FITNAH AKHIR ZAMAN

KANAL24 - 2019-07-04 21848 kali

Tujuh Istilah Populer Dalam Tinju

KANAL24 - 2020-02-27 21158 kali

AYAT-AYAT KREATIFITAS DAN INOVASI PELAYANAN

KANAL24 - 2019-08-14 15669 kali

Kenali 10 Istilah Dalam Pramuka