Kanal24 – Bagi siapa saja yang pernah mencicipi makanan khas Arab Saudi, ada satu hal yang pasti: rasanya membekas. Bukan hanya soal bumbu dan teknik memasak, tetapi juga suasana dan tradisi yang melekat di setiap suapan. Di meja makan, seseorang tidak hanya merasa kenyang, tetapi juga merasakan kedekatan dengan budaya, orang-orang, dan bahkan kenangan. Dari sekian banyak kuliner khas, tiga hidangan ini bisa dibilang paling sering bikin rindu berat, terutama Kabsa yang begitu populer hingga disebut sebagai “rajanya meja makan” di Saudi.
Baca juga:
Kuliner Ramadhan Festive Buffet Juara Kembali Hadir di The 1o1 Malang OJ
1. Kabsa: Nasi Berempah yang Jadi Raja di Meja Makan

Jika hanya bisa mencicipi satu hidangan khas Arab Saudi, Kabsa adalah pilihan yang tepat. Makanan ini dikenal sebagai salah satu kuliner paling ikonik di sana. Hampir di setiap rumah makan, Kabsa selalu menjadi pilihan utama, baik untuk makan siang santai, pesta keluarga, hingga jamuan resmi.
Kabsa merupakan nasi berbumbu dengan rempah-rempah khas Timur Tengah seperti kapulaga, cengkih, dan kayu manis yang menyatu dalam sepiring nasi hangat. Daging kambing atau ayam yang dimasak hingga empuk dan penuh rasa menjadi pelengkap utama. Biasanya, hidangan ini disajikan dalam porsi besar untuk disantap bersama-sama, menciptakan suasana makan yang hangat dan tidak mudah dilupakan.
Bukan hanya soal rasa, Kabsa juga menghadirkan pengalaman yang khas. Dari aroma yang menguar saat piring besar diletakkan di meja hingga momen berebut bagian favorit dari dagingnya, semua menciptakan pengalaman yang bikin rindu.
2. Mandi: Saudara Dekat Kabsa yang Lebih Ringan tapi Tetap Nagih

Meski Kabsa begitu populer, Mandi juga tidak kalah digemari. Bedanya, Mandi memiliki rasa yang lebih lembut dengan aroma asap yang khas dari proses memasak tradisional yang menggunakan oven tanah atau batu.
Nasinya dimasak dengan kaldu daging, kemudian diberi topping kismis dan kacang, menciptakan keseimbangan rasa gurih dan manis yang pas di lidah. Dagingnya lembut, mudah terlepas dari tulang, dan meresap dengan rasa yang mendalam.
Mandi sangat cocok bagi mereka yang ingin menikmati hidangan besar tanpa rasa rempah yang terlalu pekat. Apalagi jika disajikan dengan sambal khas Saudi yang segar, sedikit pedas, dan menambah semangat saat makan.
3. Dates dan Qahwa (Kopi Arab): Camilan Sederhana, tapi Membekas di Hati

Setelah menikmati hidangan berat, ada tradisi kecil yang tidak boleh dilewatkan: menikmati kurma sambil menyeruput Qahwa. Kombinasi sederhana ini memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Sensasinya seperti pelukan hangat di sore hari — manisnya kurma, ringan dan wangi kopinya, serta suasana tenang yang menyertainya.
Kurma Arab Saudi terkenal dengan kualitasnya. Salah satunya adalah Ajwa, kurma favorit Nabi, yang teksturnya lembut dan rasanya manis alami. Pasangan sempurnanya tentu saja adalah Qahwa — kopi Arab beraroma kapulaga yang disajikan tanpa gula dalam cangkir mungil.
Momen ini bukan sekadar camilan biasa. Ini tentang duduk bersama, berbagi cerita, dan merasakan kedekatan. Bagi banyak orang, justru momen minum Qahwa dan ngemil kurma inilah yang paling bikin kangen saat jauh dari Arab Saudi.
Baca juga:
Asian Treasure: Sensasi Kuliner Asia Ramadan Rayz Hotel
Kuliner Arab Saudi lebih dari sekadar makanan — ia adalah bagian dari hidup, budaya, dan kebersamaan. Dan di antara banyak pilihan, Kabsa tetap menjadi rekomendasi paling populer karena mampu merangkum semuanya dalam satu hidangan: rasa, aroma, dan cerita.
Bagi yang ingin mencoba memasak sendiri di rumah atau mencari rekomendasi tempat makan yang menyajikan hidangan khas Saudi, banyak restoran di Indonesia yang menyediakan kuliner Timur Tengah. Dengan begitu, nostalgia akan rasa autentik dari Arab Saudi tetap bisa dinikmati meski berada jauh dari tanah asalnya. (bel)