Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Media dan Pesantren: Saat Framing Gagal Memahami Adab dan Tradisi

Dinia by Dinia
October 17, 2025
in Pendidikan, Perspektif
2
Media dan Pesantren: Saat Framing Gagal Memahami Adab dan Tradisi

Buntut tayangan Xpose Uncensored Trans7, PWNU DKI Jakarta dan alumni Pesantren memadati halaman gedung Trans7, Jakarta (Antara)

43
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang — Polemik antara Pesantren Lirboyo dan Trans7 beberapa waktu terakhir menyisakan pelajaran penting tentang hubungan media dan lembaga keagamaan. Di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya viral, batas antara kritik dan penghormatan terhadap tradisi semakin kabur. Peristiwa ini bukan sekadar persoalan jurnalisme, tetapi soal sensitivitas budaya, adab, dan penghargaan terhadap lembaga keagamaan yang telah berabad-abad membentuk karakter bangsa.

Pandangan itu disampaikan oleh Mokhamad Nur, S.T.P., M.Sc., Ph.D., Ketua Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Brawijaya. Menurutnya, pemberitaan media tentang pesantren kerap kali tidak proporsional karena gagal memahami konteks sosial dan religius yang melekat kuat pada kehidupan pesantren.

“Media tidak cukup sensitif terhadap kultur dan budaya yang dibangun oleh pesantren sebagai salah satu otoritas keagamaan. Padahal pesantren punya struktur nilai, adab, dan tradisi yang sudah teruji selama lebih dari satu abad,” tegas Nur.

Mokhamad Nur, S.T.P., M.Sc., Ph.D., Ketua Pusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Brawijaya (Nauval/Kanal24)
Kritik Boleh, Tapi Harus dengan Adab

Nur menegaskan bahwa pesantren bukan lembaga yang anti terhadap kritik. Justru, pesantren terbuka terhadap dialog dan pembaruan, termasuk dalam menghadapi dunia digital. Namun, kritik terhadap pesantren harus disampaikan dengan cara yang memahami nilai-nilai spiritual dan hubungan khas antara kiai dan santri.

“Dalam pesantren, adab itu sangat penting. Hubungan antara kiai dan santri bukan relasi kuasa, tetapi hubungan murabbi dan murid. Kritik boleh, tapi harus disampaikan dengan cara yang pas, karena di dalamnya ada unsur keagamaan yang harus dijaga,” ujarnya.

Ia menilai, framing negatif dalam liputan yang menyoroti sisi sempit pesantren tanpa memperlihatkan konteks nilai-nilai keikhlasan, spiritualitas, dan pendidikan justru memperkuat kesalahpahaman publik.

“Banyak sisi pesantren yang sangat positif, seperti kemandirian, kepedulian sosial, dan ketulusan dalam mendidik. Mengapa sisi itu tidak diangkat?” katanya dengan nada retoris.

Pesantren dan Media Modern Harus Saling Belajar

Di era digital, lanjut Nur, pesantren tidak lagi menutup diri terhadap perkembangan teknologi. Banyak pesantren kini aktif di YouTube, menggelar pengajian kitab kuning secara live streaming, bahkan membuka kanal dakwah digital sendiri. Hal itu menunjukkan kemampuan pesantren beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

“Pesantren sudah belajar menyesuaikan diri dengan zaman dan teknologi. Sekarang giliran media modern juga belajar memahami pesantren,” tutur Nur.

Ia bahkan mengusulkan agar jurnalis yang ingin meliput pesantren perlu melakukan pendekatan partisipatif journalism, yakni ikut merasakan kehidupan pesantren secara langsung sebelum menulis.

“Kalau perlu, beberapa wartawan ikut ngaji beberapa hari. Supaya tahu bagaimana adab, bagaimana hubungan santri dengan kiai, dan nilai-nilai yang hidup di dalamnya,” imbuhnya.

Membangun Relasi Baru antara Pesantren dan Media

Nur menilai, ke depan perlu ada kesepahaman baru antara media dan pesantren dalam membangun narasi yang adil dan konstruktif. Media diharapkan tidak lagi sekadar mencari sensasi, tetapi ikut berperan dalam mencerdaskan publik melalui pemberitaan yang mendalam dan menghormati nilai-nilai lokal.

“Saya kira baik pesantren maupun media perlu kerendahan hati untuk saling belajar. Media bisa belajar nilai keikhlasan dan spiritualitas pesantren, sementara pesantren bisa terus memperkuat literasi digital dan komunikasi publiknya,” pungkas Nur.

Menurutnya, kisah ini harus menjadi refleksi bersama bahwa peran media bukan hanya menyebarkan informasi, tetapi juga menjaga martabat kultural dan moral bangsa. Dan dalam konteks Indonesia, pesantren adalah salah satu pilar moral itu. (Din)

Post Views: 347
Tags: adab santribudaya pesantrenetika jurnalistikkiai dan santrilirboyoMediamokhamad nurpesantrenPusat Studi Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Brawijayatrans7universitas brawijaya
Previous Post

DRPM UB Petakan Talenta Riset, Pastikan Proposal Lebih Kompetitif di Tingkat Nasional

Next Post

Kesemutan Berulang Bisa Jadi Tanda Gangguan Saraf

Dinia

Dinia

Next Post
Kesemutan Berulang Bisa Jadi Tanda Gangguan Saraf

Kesemutan Berulang Bisa Jadi Tanda Gangguan Saraf

Comments 2

  1. Pingback: Hindari 3 Jebakan Utama dalam Berburu Beasiswa - Kanal24
  2. Pingback: FILKOM UB Jajaki Kerja Sama Riset AI dengan BRIN - Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

January 28, 2026
Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

January 28, 2026
Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

January 28, 2026
Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

January 27, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025