KANAL24, Malang – Pada perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) diperkirakan berbalik menguat ke level psikologis 8.000, setelah setelah akhir pekan lalu ditutup anjlok 2,57 persen ke level 7.915.
Pelemahan IHSG pada perdagangan Jumat (17/10) dipengaruhi penurunan 598 saham, sedangkan 116 saham meningkat dan ada 94 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi akhir pekan lalu Rp28,56 triliun atau melonjak dibandingkan sehari sebelumnya Rp19,49 triliun.
Berdasarkan analisis Tim Riset PT BRI Danareksa Sekuritas, net foreign buy (all market) Rp3,04 triliun pada perdagangan Jumat lalu akan menjadi katalis positif bagi IHSG . Aksi beli asing tersebut terjadi di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp3,34 triliun, sedangkan di pasar reguler masih terjadi net foreign sell Rp304,03 miliar.
“Secara teknikal, IHSG akan menguji level support di posisi 7.877, dengan peluang technical rebound ke level 8.000,” tulis Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas dalam analisis harian untuk perdagangan Senin (20/10/2025).
Tim riset menilai, penguatan tiga indeks utama di bursa Wall Street akan menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG awal pekan ini. Pada akhir pekan lalu, indeks Dow Jones ditutup menguat 0,52 persen, S&P 500 meningkat 0,53 persen dan Nasdaq meningkat 0,52 persen.
Namun demikian, tim riset menyebutkan pasar saham akan dibayangi sentimen negatif terkait peningkatan tensi perdagangan internasional antara Amerika dan China, risiko kredit perbankan dan government shutdown yang terjadi di AS.
Untuk perdagangan hari ini, rekomendasi saham yang disajikan Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas adalah, akumulasi pembelian pada saham MAPA, EMAS dan BFIN.(sdk)














