Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Rp200 Triliun Tak Bergerak, Purbaya Siap Cabut Dana

Einid Shandy by Einid Shandy
November 5, 2025
in Ekonomi
0
Rp200 Triliun Tak Bergerak, Purbaya Siap Cabut Dana

Sebelumnya, sampai 31 Agustus 2025, APBN mengalami defisit Rp 321,6 triliun. Realisasi itu setara dengan 1,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peringatan tegas terhadap bank-bank pelat merah yang dinilai lambat dalam menyalurkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun ke sektor riil. Menurutnya, bila dana tersebut tidak segera disalurkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif, pemerintah siap memindahkan penempatan dana tersebut ke bank lain yang lebih responsif.

Penempatan Dana dan Kondisi Penyerapan

Dana sebesar Rp200 triliun itu ditempatkan pemerintah di lima bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Penempatan ini dimaksudkan untuk memperkuat likuiditas serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Baca juga:
Utang Raksasa: Whoosh vs Garuda, Mana yang Diselamatkan?

Namun, hingga awal November 2025, realisasi penyaluran dana tersebut belum menunjukkan hasil optimal. Purbaya menyebut bahwa salah satu bank pelat merah, BTN, baru menyerap sekitar 19 persen dari total dana yang ditempatkan. Angka ini dianggap terlalu rendah dan menunjukkan kurangnya inisiatif perbankan dalam mempercepat penyaluran kredit, terutama di sektor perumahan dan properti.

Menkeu menegaskan bahwa jika kondisi tersebut tidak berubah dalam waktu dekat, maka dana yang mengendap di bank-bank tersebut akan segera dipindahkan. “Kalau memang tidak bisa disalurkan dengan cepat, akan saya pindahkan ke tempat lain,” ujarnya.

Penyebab Rendahnya Penyerapan

Rendahnya penyaluran dana di sejumlah bank disebabkan oleh beberapa faktor. Dari sisi permintaan, kondisi pasar properti dan sektor riil masih belum sepenuhnya pulih setelah periode perlambatan ekonomi global. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah yang masih berhati-hati mengambil kredit baru karena ketidakpastian ekonomi.

Sementara dari sisi perbankan, masih terdapat hambatan struktural seperti kredit bermasalah, efisiensi yang belum maksimal, dan backlog portofolio yang belum terselesaikan. Di beberapa bank, terutama yang fokus pada pembiayaan perumahan, masalah kredit macet juga menjadi penghambat utama penyaluran.

Selain itu, faktor internal seperti kehati-hatian bank dalam menilai kelayakan kredit turut memperlambat pergerakan dana. Pemerintah memahami perlunya prinsip kehati-hatian, namun tetap mendorong agar dana tersebut tidak hanya mengendap tanpa memberi dampak ekonomi yang nyata.

Respons Pemerintah dan Implikasi Kebijakan

Purbaya menegaskan bahwa langkah pemindahan dana bukanlah bentuk penarikan mendadak, melainkan strategi agar dana pemerintah benar-benar dimanfaatkan secara produktif. Dana akan dialihkan ke bank lain atau instrumen yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih cepat, seperti pembiayaan infrastruktur atau dukungan terhadap sektor UMKM.

Ia juga menyampaikan bahwa bank-bank yang gagal memenuhi target penyerapan akan tidak mendapatkan perpanjangan penempatan dana. Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa dana negara digunakan sesuai tujuan, yakni mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.

Langkah ini menjadi sinyal kuat kepada industri perbankan, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), agar meningkatkan fungsi intermediasi dan memperkuat komitmen mereka terhadap sektor riil. Pemerintah tidak ingin dana besar hanya “menganggur” tanpa menghasilkan multiplier effect yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat perputaran ekonomi, tantangan di lapangan tidaklah kecil. Tingkat permintaan kredit yang masih rendah, terutama dari kalangan UMKM, menjadi faktor yang perlu diatasi melalui insentif dan dukungan non-keuangan.

Selain itu, pengawasan terhadap efektivitas penyaluran kredit juga menjadi kunci agar dana yang dipindahkan tidak kembali tersendat di bank lain. Pemerintah diharapkan memperkuat koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia untuk memastikan kebijakan ini berjalan seimbang antara dorongan ekspansi dan stabilitas sistem keuangan.

Ke depan, jika bank-bank pelat merah mampu mempercepat penyaluran dana tersebut, maka kebijakan ini berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor perumahan, konstruksi, serta UMKM. Namun bila tidak, pemindahan dana akan menjadi langkah nyata pemerintah untuk menjaga efisiensi fiskal sekaligus menegaskan komitmen agar uang rakyat benar-benar bekerja bagi pemulihan ekonomi nasional. (nid)

Post Views: 163
Tags: bumnDanaKANAL24kanal24.co.idMenkeuMenteri KeuanganPubayauniversitas brawijaya
Previous Post

Bulog Dorong Pertanian Berkelanjutan Lewat Teknologi dan Kolaborasi

Next Post

Brawijaya Clean Up Wujudkan Kediri Bersih dan Sehat

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Brawijaya Clean Up Wujudkan Kediri Bersih dan Sehat

Brawijaya Clean Up Wujudkan Kediri Bersih dan Sehat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

Fenomena dan Risiko Job Hugging Mengglobal

January 3, 2026
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

January 2, 2026
Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

January 2, 2026
Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

January 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025