KANAL24, Malang – Kolaborasi dosen dan mahasiswa kembali ditunjukkan oleh FEB UB untuk membantu masyarakat. Kali ini Tim Pengabdian Masyarakat dari Departemen Ilmu Ekonomi, menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan di Balai Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan yang dihadiri oleh Ibu-Ibu PKK ini bertujuan untuk memperkuat pondasi ekonomi keluarga melalui pemahaman manajemen keuangan yang baik serta adaptasi teknologi digital.
Sekretaris Desa Klampok Sutrisno, membuka acara dengan menekankan pentingnya kegiatan ini agar warga desa tidak mudah tergiur tawaran keuangan yang merugikan.
“Literasi keuangan ini sangat penting karena berbagai tawaran investasi yang tidak dipahami oleh warga berseliweran tiap hari. Terutama melalui handphone. Tidak jarang warga tergiur dan menjadi korban. Untuk itu kami sangat senang dengan kegiatan ini,” kata Sutrisno.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Pengabdi, Prof. Susilo, S.E., M.SEI. , dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran ibu sebagai “Menteri Keuangan Keluarga” sangat krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga di tengah gempuran tantangan ekonomi modern.
“Ibu merupakan menteri keuangan dalam rumah tangga, sehingga literasi keuangan bagi ibu rumah tangga sangat penting saat ini,” jelas Susilo.

Sesi inti pemaparan materi dibagi menjadi dua segmen utama yang dibawakan oleh dosen dan mahasiswa. Pada sesi pertama, Laila M. Pimada, S.E., M.SEI. selaku dosen pemateri memaparkan tiga pilar utama literasi keuangan. Pertama, perencanaan keuangan keluarga, di mana peserta diajak memahami prinsip “Sisihkan vs Sisakan” serta membedakan antara kebutuhan mendesak dengan keinginan semata .
Kedua, materi pengenalan lembaga keuangan. Dosen menjelaskan perbedaan fungsi antara bank konvensional, bank syariah, hingga lembaga non-bank seperti pegadaian dan koperasi, agar peserta dapat memilih layanan yang tepat sesuai kebutuhan . Ketiga, materi tentang kewaspadaan terhadap investasi dan pinjaman online ilegal. LaDalam sesi praktik ini, mahasiswa memandu ibu-ibu menggunakan smartphoneila menekankan ciri-ciri entitas bodong, seperti penawaran imbal hasil yang tidak logis serta akses data pribadi yang berlebihan, sembari mensosialisasikan Kontak OJK 157 sebagai sarana pengaduan .

Pada sesi kedua, giliran tim mahasiswa yang terdiri dari Firdaus Finuliyah (S3), Ryan Andika Pratama Pane (S2) dan Dhana Varisya Angel Sutrisno (S1) mengambil peran dalam pendampingan teknologi. Mereka memberikan pelatihan teknis mengenai penggunaan teknologi aplikasi pencatatan keuangan digital masing-masing untuk melakukan pembukuan digital.
Peserta diajarkan langkah demi langkah, mulai dari mencatat pemasukan, mengkategorikan pengeluaran harian, hingga memantau rekapitulasi keuangan bulanan secara otomatis . Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat menggantikan metode catat manual yang seringkali tercecer atau tidak akurat.
Kegiatan berjalan interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Sinergi antara materi fundamental dari dosen dan pendampingan teknis dari mahasiswa ini diharapkan mampu menciptakan keluarga di Desa Klampok yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga melek teknologi.(sdk)














