Kanal24, Malang – Gelaran kewirausahaan mahasiswa kembali menjadi wadah unjuk kreativitas bagi para mahasiswa Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB). Dua kelompok, yakni Kelompok Q5 dan Kelompok RE 8, mempresentasikan produk pangan inovatif yang mereka kembangkan sebagai bagian dari penilaian Mata Kuliah Kewirausahaan. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai bisnis, inovasi, hingga manajemen usaha bagi mahasiswa angkatan 2023.
Dengan semangat membangun produk fungsional berbasis bioteknologi, kedua kelompok menghadirkan menu yang memadukan tren pangan modern dengan konsep ilmiah yang aplikatif. Menu tersebut dijual di Bazar Kewirausahaan Bioteknologi: The Creative Market ā Small Ideas, Big Impact. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (26/11/2025), di halaman FTP UB.
Baca juga:
Peran Ahli Gizi Tak Tergantikan di Program MBG
Moosie Yogurt Cake: Camilan Segar dan Ramah Kantong

Kelompok Q5āyang beranggotakan Rizka Dwi Putri Attaya, Khaira Rasya Andari, Mayes Govy Haeva, dan Ibrahim Abdul Hafidz Alfadhilāmemperkenalkan produk bertajuk Moosie Yogurt Cake, sebuah sajian tiga lapis yang dirancang menjadi camilan praktis bagi mahasiswa.
Produk ini terdiri atas, Lapisan crumble dari biskuit renyah, Lapisan creamāyogurt yang memberikan rasa segar dan menjadi sumber probiotik, dan Lapisan topping dengan varian kaca, tiramisu, dan cokelat.
Menurut tim, Moosie Yogurt Cake hadir sebagai alternatif dari dessert kafe yang kerap dianggap terlalu mahal. Dengan harga lebih terjangkau dan kandungan yoghurt yang baik untuk pencernaan, produk ini ditujukan bagi mahasiswa yang ingin menikmati camilan manis namun tetap sehat.
Kelompok Q5 menargetkan penjualan hingga 75 cup pada hari bazar, namun mereka juga membuka pengalaman interaktif bagi pengunjung yang tidak membeli, termasuk photo corner dan keychain bertema Moosie. āIni adalah last day kami dan tidak menerima order lagi. Jadi kami ingin semua orang bisa menikmati atau setidaknya berfoto bersama kami,ā ujar salah satu anggota.
Pasta Kimchi: Perpaduan ItaliaāKorea Rasa Nusantara

Sementara itu, Kelompok RE 8āyang terdiri dari Made Astidevi Widyasari Darsana dan Aqlima Putri Khaeraniāmenghadirkan produk unik bernama Pasta Kimchi, sebuah inovasi fusion food yang menyatukan makanan Italia dan Korea namun tetap disesuaikan dengan selera Indonesia.
Mereka membuat sendiri kimchi secara homemade, menggunakan sawi segar dan bumbu alami tanpa bahan tambahan. Saus pasta kemudian dipadukan dengan gochujang, rempah dapur, serta kimchi untuk menghasilkan cita rasa segar, pedas, dan ringan.
āAwalnya kami mempertimbangkan beberapa opsi produk, tetapi pasta kimchi adalah pilihan terbaik karena prosesnya sederhana dan mengikuti tren Korean food yang sedang digemari. Kami tetap menyesuaikan rasa agar cocok untuk mahasiswa Indonesia,ā jelas Aqlima.
Target penjualan mata kuliah adalah 50 boks, dan kelompok ini telah mencapainya sejak tahap pre-order. Pada hari bazar, penjualan mereka bahkan melebihi target. Selain berjualan, mereka juga belajar mengenai manajemen dana, manajemen konflik, hingga strategi pemasaran produk.
Belajar Bisnis Lewat Praktik: Dari Riset Hingga Pelayanan
Melalui kegiatan ini, kedua kelompok mengenalkan produk kreatif dan juga menekankan proses pembelajaran wirausaha yang mereka jalani. Mulai dari menentukan ide, melakukan survei pasar, mengatur modal, hingga melayani konsumen secara langsung, seluruh proses menjadi pengalaman pembelajaran yang tak tergantikan.
āKonflik itu pasti ada, tapi justru di situlah kami belajar manajemen kelompok dan cara menjalankan usaha yang baik,ā ujar perwakilan RE 8.
Sementara Q5 berharap produk mereka dapat memberikan inspirasi bahwa usaha dapat dimulai dari modal kecil namun ide besar.
Kreativitas yang Layak Diapresiasi
Inovasi pangan yang ditampilkan oleh Kelompok Q5 dan RE 8 menunjukkan kemampuan mahasiswa bioteknologi dalam mengolah ilmu menjadi produk yang bernilai ekonomi dan fungsional. Dari kombinasi yoghurt segar hingga pasta kimchi beraroma khas, setiap produk menawarkan identitas unik yang mencerminkan kreativitas mahasiswa.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan mengembangkan potensi kewirausahaan di masa depan. (nid/tia)














