Kanal24, Malang – SMA Taruna Nusantara Kampus Malang menggelar Sarasehan Pendidikan sebagai ruang refleksi dan diskusi strategis tentang arah pembangunan pendidikan nasional, khususnya dalam menyeimbangkan pencapaian akademik dengan penguatan pendidikan karakter. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan satu tahun operasional SMA Taruna Nusantara Kampus Malang sejak 15 Desember 2024 hingga 15 Desember 2025, sekaligus momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berintegritas.
Sarasehan Pendidikan tersebut dilaksanakan pada Senin (15/12/2025), bertempat di SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala sekolah se-Jawa Timur, pimpinan perguruan tinggi di Jawa Timur, serta sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan, termasuk Rektor Universitas Brawijaya, Rektor Universitas Negeri Malang, dan perwakilan perguruan tinggi lainnya. Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur yang memberikan penegasan mengenai pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan bangsa.
Baca juga:
Toga Baru UB Usung Spirit Ke-Brawijayaan

Sarasehan sebagai Ruang Refleksi Satu Tahun Operasional
Kegiatan sarasehan ini diselenggarakan sebagai bagian dari refleksi satu tahun berdirinya SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Selama satu tahun operasional, sekolah ini terus mengembangkan konsep pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik sebagai calon pemimpin masa depan.
Kepala SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, Mayjen TNI M. Mahbub Junaedi, S.Sos., M.I.P., M.Han., menegaskan bahwa sarasehan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penyamaan visi antar pemangku kepentingan pendidikan. āKami ingin membangun ekosistem pendidikan yang sehat, tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menguatkan karakter siswa sebagai bekal memimpin bangsa di masa depan,ā ujarnya.
Pendidikan Karakter dan Akademik Tidak Terpisahkan
Salah satu gagasan utama yang mengemuka dalam sarasehan ini adalah pandangan bahwa pendidikan karakter dan pendidikan akademik tidak dapat dipisahkan, melainkan harus berjalan beriringan. Para narasumber sepakat bahwa karakter terbentuk dari cara pandang dan kebiasaan, yang keduanya dapat dibentuk melalui ilmu pengetahuan, lingkungan, aturan, serta keteladanan.
Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D. Med.Sc., dalam forum tersebut menyampaikan bahwa pendidikan karakter dapat dirancang secara sistematis. āKarakter itu bisa didesain. Cara pandang bisa diubah dengan ilmu pengetahuan, dan kebiasaan bisa dibentuk melalui lingkungan, aturan, serta teman-teman yang saling mendukung,ā ungkapnya.
Nilai-nilai karakter yang ditanamkan di SMA Taruna Nusantara Kampus Malang bersumber dari ajaran luhur Jenderal Sudirman dan Ki Hajar Dewantara, yang menekankan wawasan kebangsaan, semangat perjuangan, dan kebudayaan. Nilai tersebut kemudian dikolaborasikan dengan tuntutan zaman, seperti kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, empati, dan kepedulian sosial.
Diskusi Sistem Pembinaan dan Use Case Pendidikan
Sarasehan ini juga membahas pentingnya penerapan nyata atau use case dalam dunia pendidikan. Diskusi menyoroti bahwa pembinaan karakter dan akademik harus diwujudkan dalam sistem yang aplikatif, bukan sekadar konsep normatif. Para peserta sepakat bahwa pendidikan perlu menghadirkan praktik nyata yang mengintegrasikan pembelajaran, riset, inovasi, dan pembentukan karakter dalam satu kesatuan sistem.
Berbagai pandangan dari kepala sekolah dan pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Timur memperkaya diskusi tentang bagaimana sistem pendidikan dapat dibangun agar tetap relevan dengan perubahan global dan kebutuhan masa depan.
Penegasan Pemerintah tentang Pendidikan sebagai Investasi Bangsa

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi paling fundamental dalam membangun peradaban bangsa. āPembangunan tidak bisa hanya diukur dari jalan, gedung, atau infrastruktur fisik, tetapi dari kualitas sumber daya manusia yang kita siapkan untuk masa depan,ā tegasnya.
Ia juga menyoroti peran guru dan tenaga pendidik sebagai investor masa depan bangsa yang kerap belum dipahami secara utuh. Menurutnya, di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, pendidikan harus mampu membekali siswa dengan karakter, kompetensi, dan daya saing global.
Sarasehan Pendidikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang ini menjadi penegasan komitmen bersama bahwa pendidikan harus dibangun secara holistik. Sinergi antara akademik dan karakter diyakini menjadi kunci utama dalam mencetak generasi muda Indonesia yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (nid/tia)














