Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Indonesia di Atas Cincin Api: Catatan Akhir Tahun Kebencanaan yang Tak Boleh Diulang

Dinia by Dinia
December 19, 2025
in Nasional, Pendidikan, Perspektif
0
Pentingnya School dan Town Watching dalam Mitigasi Bencana

Prof. Ir. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D, Pakar Bidang Mitigasi Bencana dan Eksplorasi Sumber Alam khususnya Kegunungapian dan Panas Bumi saat menjelaskan materi terkait pemetakan rawan bencana di Jawa Timur (Sukana/Kanal24)

24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Banjir, gempa, letusan gunung api, hingga longsor kembali menutup kalender Indonesia. Akhir tahun, yang seharusnya menjadi ruang evaluasi dan perencanaan, justru kerap ditandai dengan bencana demi bencana. Dari Sumatera hingga Jawa, dari kawasan pesisir hingga pegunungan, pola yang muncul nyaris seragam: alam bereaksi, sementara manusia dan negara kerap tertinggal dalam kesiapsiagaan. Situasi ini menjadi alarm keras bahwa kebencanaan di Indonesia bukan peristiwa insidental, melainkan konsekuensi dari posisi geografis, pilihan pembangunan, dan rendahnya kesadaran kolektif.

Pandangan ini disampaikan Prof. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D, Pakar Kebencanaan sekaligus Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (FMIPA UB), dalam catatan akhir tahun kebencanaan Indonesia. Menurutnya, bencana di Indonesia selalu memiliki dua wajah: alami dan buatan manusia.

Tsunami Aceh dan Kesadaran yang Terlambat

Prof. Sukir menegaskan, bencana bukanlah hal baru bagi Indonesia. Namun, kesadaran negara terhadap kebencanaan secara yuridis baru benar-benar lahir setelah tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.

ā€œBencana itu sudah dari dulu, tetapi secara hukum Indonesia baru sadar setelah gempa dan tsunami Aceh. Undang-undang kebencanaan lahir tahun 2007, dan itu dipicu oleh tragedi besar,ā€ ujarnya.

Tragedi tersebut membuka mata bahwa Indonesia membutuhkan sistem, bukan sekadar respons darurat. Namun, hampir dua dekade berlalu, tantangan terbesar justru masih berada pada aspek paling dasar: kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana.

Kaya Alam, Kaya Bencana: Dua Sisi yang Tak Terpisahkan

Indonesia berdiri di kawasan Ring of Fire, wilayah dengan aktivitas tektonik dan vulkanik tertinggi di dunia. Kondisi ini membuat Indonesia kaya sumber daya alam—mineral, panas bumi, dan energi—namun sekaligus kaya potensi bencana.

ā€œRing of Fire itu seperti sekeping mata uang. Di satu sisi adalah kekayaan alam, di sisi lain adalah rumahnya gempa, gunung api, dan bencana,ā€ jelas Prof. Sukir.

Menurutnya, persoalan muncul ketika kekayaan alam dieksploitasi tanpa kesadaran kebencanaan. Ketika keseimbangan itu diabaikan, bencana menjadi keniscayaan, bukan sekadar kemungkinan.

Banjir dan Jejak Kebijakan Manusia

Dalam konteks bencana hidrometeorologi seperti banjir di Sumatera, Prof. Sukir menilai faktor manusia memegang peran signifikan. Ia mencontohkan pengalaman transmigrasi di Jambi, di mana pembukaan lahan dilakukan dengan menebang hutan besar-besaran tanpa perhitungan ekologis jangka panjang.

ā€œKalau kita lihat banjir hari ini, banyak gelondongan kayu hanyut. Itu bukan sekadar ulah individu, tapi desain kebijakan dan pembangunan yang tidak memperhitungkan risiko lingkungan,ā€ tegasnya.

Menurutnya, kesalahan desain tata ruang, kehutanan, dan industri menjadi akumulasi risiko yang akhirnya dibayar mahal oleh masyarakat.

Pendidikan Kebencanaan: Kunci yang Terlalu Lama Diabaikan

Bagi Prof. Sukir, solusi paling mendasar bukan semata teknologi, melainkan pendidikan kebencanaan sejak usia dini. Tanpa itu, mitigasi dan respons akan selalu tertinggal.

Ia mencontohkan Jepang, negara rawan bencana yang menjadikan pendidikan kebencanaan sebagai budaya nasional—dari taman kanak-kanak hingga dunia industri.

ā€œDi Jepang, kesadaran bencana ditanamkan sejak TK. Perusahaan bahkan berlomba membantu saat bencana. Itu bukan pencitraan, tapi sistem,ā€ ujarnya.

Indonesia, menurutnya, perlu membangun budaya serupa agar masyarakat tidak hanya tahu cara menyelamatkan diri, tetapi juga sadar bagaimana perilaku sehari-hari dapat memicu bencana.

Geotermal, Gunung Api, dan Jalan Tengah yang Bijak

Indonesia memiliki sekitar 40 persen potensi panas bumi dunia, dengan 80 persennya berkorelasi langsung dengan gunung api. Ini menegaskan kembali dilema klasik: sumber energi sekaligus sumber bahaya.

Namun, Prof. Sukir melihatnya sebagai peluang jika dikelola secara bijak. Pemanfaatan panas bumi yang tepat justru dapat mengurangi tekanan energi gunung api.

ā€œKalau dikelola dengan benar, geotermal bukan ancaman, tapi bagian dari solusi. Ini yang perlu dipahami publik melalui pendidikan,ā€ katanya.

Dari Kampus untuk Kesadaran Nasional

Melalui Brawijaya Volcano and Geothermal Research Center, Prof. Sukir dan tim mulai melakukan edukasi kebencanaan dan geotermal secara masif—dari masyarakat umum hingga anak-anak.

Namun ia menegaskan, upaya individu atau kelompok riset tidak akan cukup tanpa komitmen negara. Pendidikan kebencanaan harus menjadi agenda nasional lintas sektor.

ā€œHarapan kami, pemerintah—terutama Presiden—mendorong peningkatan kesadaran kebencanaan secara menyeluruh. Kalau tidak dimulai sekarang, kita hanya akan mengulang tragedi yang sama,ā€ pungkasnya.(Din/Tia)

Post Views: 242
Tags: banjir indonesiabencana alamcatatan akhir tahunFMIPA UBgeotermal indonesiagunung apikebencanaan indonesiakesadaran bencanaMitigasi Bencanamitigasi risikoPembangunan Berkelanjutanpendidikan kebencanaanPerubahan IklimProf. Sukir Maryantoring of firesukir maryantotata kelola lingkunganuniversitas brawijaya
Previous Post

Disertasi Doktor Matematika FMIPA UB Kembangkan Model Bayesian untuk Prediksi Harga Beras Jawa Timur

Next Post

Akhirnya MK Tegaskan Royalti Konser Jadi Tanggung Jawab Penyelenggara

Dinia

Dinia

Next Post
Akhirnya MK Tegaskan Royalti Konser Jadi Tanggung Jawab Penyelenggara

Akhirnya MK Tegaskan Royalti Konser Jadi Tanggung Jawab Penyelenggara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

Pemerintah Pastikan Tarif Listrik Tak Naik 2026

January 2, 2026
Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

Capaian Bulog Cetak Rekor Serapan Gabah 2025

January 2, 2026
Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

Fakta Super Flu Subclade K dan Langkah Antisipasi

January 2, 2026
VILPA, Manfaat Sehat Tanpa Olahraga

VILPA, Manfaat Sehat Tanpa Olahraga

January 2, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025