Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mengapa Korban Relasi Abusif Sulit Untuk Pergi

Einid Shandy by Einid Shandy
July 4, 2026
in Gaya Hidup
0
Mengapa Korban Relasi Abusif Sulit Untuk Pergi
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Tidak semua luka meninggalkan bekas yang terlihat. Dalam relasi abusif, banyak korban hidup dalam tekanan emosional, manipulasi, hingga kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama. Meski hubungan tersebut menyakitkan, tidak sedikit korban yang tetap bertahan. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan dari masyarakat: mengapa mereka tidak segera pergi?

Padahal, para ahli psikologi menjelaskan bahwa keputusan untuk bertahan dalam hubungan yang tidak sehat bukanlah persoalan sederhana. Di baliknya terdapat berbagai faktor psikologis, sosial, dan ekonomi yang membuat korban merasa terjebak serta kesulitan melepaskan diri dari hubungan tersebut.

Trauma Bonding Membuat Korban Tetap Berharap

Salah satu alasan utama korban sulit meninggalkan relasi abusif adalah adanya trauma bonding atau ikatan emosional yang terbentuk antara korban dan pelaku. Ikatan ini muncul melalui siklus berulang antara kekerasan dan kasih sayang.

Dalam banyak kasus, setelah melakukan tindakan menyakitkan, pelaku akan meminta maaf, menunjukkan perhatian, atau berjanji berubah menjadi lebih baik. Momen-momen tersebut menumbuhkan harapan pada korban bahwa hubungan mereka masih bisa diselamatkan.

Akibatnya, korban lebih mudah mengingat sisi baik pasangan dibanding kekerasan yang telah dialami. Mereka terus menunggu perubahan yang dijanjikan dan percaya bahwa suatu saat pasangan akan kembali menjadi sosok yang dicintai pada awal hubungan.

Harapan inilah yang sering membuat korban bertahan lebih lama, bahkan setelah mengalami perlakuan yang berulang kali melukai mereka secara emosional maupun fisik.

Manipulasi Perlahan Mengikis Rasa Percaya Diri

Relasi abusif umumnya tidak dimulai dengan kekerasan yang jelas terlihat. Banyak pelaku membangun hubungan secara bertahap melalui perhatian berlebihan, kemudian mulai mengontrol kehidupan pasangan mereka sedikit demi sedikit.

Kontrol tersebut dapat berupa pembatasan pergaulan, mengatur aktivitas sehari-hari, memantau komunikasi, hingga meremehkan kemampuan korban. Dalam jangka panjang, tindakan tersebut membuat korban kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak mampu mengambil keputusan sendiri.

Selain itu, korban sering mengalami gaslighting, yaitu manipulasi psikologis yang membuat seseorang meragukan pikiran, ingatan, atau perasaannya sendiri. Ketika terus-menerus dianggap berlebihan atau salah memahami situasi, korban mulai mempercayai penilaian pelaku dibanding dirinya sendiri.

Kondisi ini membuat korban merasa tidak cukup kuat untuk hidup mandiri. Bahkan, sebagian mulai meyakini bahwa mereka tidak akan menemukan hubungan yang lebih baik di luar relasi yang sedang dijalani.

Faktor Sosial dan Ekonomi Menjadi Penghalang

Selain faktor psikologis, banyak korban bertahan karena alasan yang lebih praktis. Ketergantungan ekonomi menjadi salah satu penyebab yang paling sering ditemukan, terutama ketika korban bergantung pada pasangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bagi mereka yang telah menikah atau memiliki anak, keputusan untuk pergi menjadi semakin rumit. Kekhawatiran mengenai masa depan keluarga, biaya hidup, hingga pendidikan anak sering kali membuat korban menunda langkah untuk keluar dari hubungan yang tidak sehat.

Di sisi lain, dukungan dari lingkungan sekitar tidak selalu hadir. Sebagian korban justru mendapat respons yang menyalahkan atau meremehkan pengalaman mereka. Tidak sedikit yang diminta untuk bersabar, mempertahankan hubungan demi keluarga, atau menganggap kekerasan sebagai persoalan rumah tangga yang biasa terjadi.

Padahal, relasi abusif dapat meninggalkan dampak serius bagi kesehatan mental korban, mulai dari kecemasan, depresi, gangguan tidur, hingga trauma berkepanjangan. Karena itu, para ahli menilai penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa keluar dari hubungan abusif bukanlah keputusan yang mudah.

Alih-alih menyalahkan korban karena bertahan, dukungan yang aman dan empati menjadi langkah yang lebih penting. Sebab bagi banyak penyintas, meninggalkan relasi abusif bukan sekadar mengakhiri hubungan, melainkan proses panjang untuk mendapatkan kembali kebebasan dan kendali atas hidup mereka. (ger)

Post Views: 10
Tags: AwarenessBerita MalangEdukasi MentalGaslightingGenerasi MudaHealing JourneyHubungan SehatKANAL24kekerasan dalam hubunganKesehatan MentalKesehatan PsikologisMalangMental HealthNews UpdatePsikologiRelasi AbusifSelf HealingSelf LoveToxic Relationshiptrauma bonding
Previous Post

Monitoring dan Evaluasi Smart Green Campus FTAB UB Tuai Hasil Positif

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Mengapa Korban Relasi Abusif Sulit Untuk Pergi

Mengapa Korban Relasi Abusif Sulit Untuk Pergi

July 4, 2026
Monitoring dan Evaluasi Smart Green Campus FTAB UB Tuai Hasil Positif

Monitoring dan Evaluasi Smart Green Campus FTAB UB Tuai Hasil Positif

July 3, 2026
Kepala BRIN Dorong Kampus Perkuat Riset Demi Kemajuan Indonesia

Kepala BRIN Dorong Kampus Perkuat Riset Demi Kemajuan Indonesia

July 3, 2026
Mahkota Putri Hijab Jawa Timur, Cheryl Buktikan Layak Menang

Mahkota Putri Hijab Jawa Timur, Cheryl Buktikan Layak Menang

July 3, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025