Kanal24, Malang – Mahasiswa baru Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya (FIKES UB) harus membawa tumbler sendiri selama mengikuti PKKMB 2026. FIKES UB tidak lagi menyediakan botol plastik sekali pakai sebagai bagian dari penerapan program Green Campus di lingkungan fakultas.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu praktik nyata Green Campus yang mulai dikenalkan kepada mahasiswa sejak mengikuti rangkaian PKKMB. Selain membawa tumbler, mahasiswa baru juga menggunakan lunchbox untuk konsumsi selama kegiatan.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FIKES UB, Dr. Nia Novita Wirawan, STP, M.Sc, mengatakan Green Campus tidak hanya dikenalkan melalui materi, tetapi langsung diterapkan dalam aktivitas mahasiswa baru.
Baca juga:
PKKMB FEB UB 2026 Tanamkan Empat Nilai dan Kenalkan SDGs kepada Maba

“Jadi, kita mulai mengenalkan terkait dengan Green Campus ini bukan hanya terkait dengan konsepnya tetapi langsung terkait dengan implementasi atau praktiknya,” ujar Nia, Jumat (14/8/2026).
Maba Wajib Bawa Tumbler
Salah satu langkah yang diterapkan FIKES UB adalah mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Setiap mahasiswa baru diminta membawa tumbler masing-masing selama mengikuti kegiatan.
Dengan kebijakan tersebut, panitia tidak lagi menyediakan botol minum plastik sekali pakai bagi peserta PKKMB.
“Beberapa bentuk yang kita terapkan di FIKES selama PKKMB 2026 ini adalah yang pertama misalnya mereka harus membawa tumbler sendiri. Jadi tidak disediakan lagi botol plastik yang sekali pakai,” jelas Nia.
Langkah ini diterapkan mengingat PKKMB melibatkan mahasiswa baru dan panitia dalam jumlah besar. Pengurangan penggunaan botol plastik diharapkan dapat menekan jumlah sampah yang dihasilkan selama kegiatan.
Lunchbox Tekan Sampah Konsumsi
Upaya pengurangan sampah juga diterapkan pada konsumsi mahasiswa. FIKES UB menyediakan lunchbox untuk masing-masing mahasiswa baru, sementara makanan yang diberikan ditempatkan di dalam wadah tersebut.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi sampah dari kemasan makanan sekaligus menekan potensi food waste selama kegiatan.
“Untuk PKKMB di tahun 2026 untuk FIKES ini, kita untuk masing-masing mahasiswa menyediakan lunchbox dan kemudian konsumsi itu dimasukkan ke dalam lunchbox tersebut,” ungkap Nia.
Ia mengatakan pengelolaan sampah konsumsi menjadi perhatian karena jumlah peserta dan panitia PKKMB cukup besar.
“Ini adalah jumlah yang tidak sedikit, jumlah mahasiswa baru maupun kepanitiaannya. Nah, tentunya ini kita harapkan bahwa kita bisa berkontribusi di dalam pengurangan sampah, termasuk sampah bekas makanan termasuk juga dengan food waste-nya,” katanya.
Green Campus Dimulai dari Kebiasaan
Penerapan Green Campus dalam PKKMB menjadi upaya FIKES UB membangun kebiasaan ramah lingkungan sejak mahasiswa pertama kali memasuki lingkungan kampus.
Alih-alih hanya mengenalkan konsep keberlanjutan melalui materi, mahasiswa baru langsung diajak menerapkannya melalui kebiasaan sederhana, seperti membawa wadah minum sendiri dan menggunakan wadah makanan yang dapat digunakan kembali.
Langkah tersebut diharapkan tidak berhenti selama pelaksanaan PKKMB. Kebiasaan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan mengelola konsumsi secara lebih bertanggung jawab diharapkan dapat terus dibawa mahasiswa dalam aktivitas perkuliahan dan kehidupan kampus.
Dengan demikian, Green Campus di FIKES UB tidak hanya menjadi program institusi, tetapi juga mulai dibangun melalui kebiasaan sehari-hari sivitas akademika. (nid/ndr)













