Kanal24, Malang – Mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) tidak hanya dipersiapkan untuk menjalani kehidupan akademik. Melalui PKKMB FEB UB 2026, panitia menanamkan empat nilai utama, yakni cendikia, empati, bela rasa, dan holistik sebagai bekal agar mahasiswa mampu menyeimbangkan pencapaian akademik dengan kepedulian terhadap masyarakat.
PKKMB FEB UB 2026 digelar di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya pada 14 Agustus 2026. Ketua Pelaksana PKKMB FEB UB 2026, Ahmad Faisal Ramadhan, mengatakan tahun ini panitia juga membawa implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim.
Baca juga:
1.300 Pesan Cinta untuk Indonesia Warnai PKKMB FISIP UB 2026
Cendikia, Empati, dan Bela Rasa Jadi Nilai Utama
Empat nilai menjadi pondasi utama yang dibawa dalam pelaksanaan PKKMB FEB UB 2026. Nilai tersebut terdiri dari cendikia, empati, bela rasa, dan holistik.

Ahmad menjelaskan, nilai cendekia ditempatkan sebagai pondasi untuk membentuk mahasiswa yang memiliki intelektualitas. Sementara empati diarahkan untuk menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi di sekitarnya.
Namun, kepedulian tersebut tidak diharapkan berhenti pada rasa empati. Panitia juga membawa nilai bela rasa sebagai bentuk tindakan nyata dari kepedulian tersebut.
“Fokusnya bukan hanya berempati saja, tapi bagaimana caranya mahasiswa baru ini memiliki tindakan yang nyata,” ujar Ahmad.
Nilai terakhir adalah holistik. Melalui nilai ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik selama menjalani perkuliahan.
Menurut Ahmad, mahasiswa juga memiliki peran sebagai bagian dari masyarakat dan memiliki fungsi dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi. Karena itu, keseimbangan antara kehidupan akademik dan kepentingan sosial menjadi salah satu hal yang ingin dibangun melalui PKKMB tahun ini.
“Harapannya mahasiswa ini dapat menyeimbangkan antara nilai akademik dan juga kepentingan sosial,” katanya.
PKKMB 2026 Bawa Implementasi SDGs
Selain empat nilai tersebut, implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi salah satu pembeda PKKMB FEB UB tahun ini.
Ahmad mengatakan, pada pelaksanaan sebelumnya panitia membawa tema wawasan kebangsaan. Sementara pada 2026, perhatian diarahkan pada SDGs, khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim.
Menurutnya, isu tersebut penting dikenalkan kepada mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami persoalan dari sisi akademik, tetapi juga memiliki perhatian terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat dan lingkungan.
Di sisi lain, jumlah mahasiswa baru FEB UB mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah mahasiswa baru tercatat sebanyak 1.393 orang, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 1.488 mahasiswa.
Penambahan jumlah mahasiswa tersebut menjadi salah satu tantangan bagi panitia dalam mempersiapkan kegiatan. Penyesuaian perlu dilakukan agar seluruh rangkaian PKKMB dapat berlangsung dengan tertib.
FEB UB juga memberikan ruang bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Tahun ini terdapat sekitar lima mahasiswa disabilitas yang menjadi bagian dari mahasiswa baru dan turut mengikuti rangkaian kegiatan.
ORDIK dan Ormawa Bantu Maba Kenali Lingkungan Kampus
Untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi, PKKMB FEB UB 2026 tidak hanya berisi pengenalan umum. Panitia menyiapkan beberapa rangkaian yang diarahkan untuk memperkenalkan kehidupan akademik sekaligus lingkungan organisasi mahasiswa.

Salah satunya melalui Orientasi Pendidikan (ORDIK). Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem perkuliahan, sistem Satuan Kredit Semester (SKS), serta mata kuliah yang akan ditempuh sesuai dengan program studi masing-masing.
Setelah mengenal lingkungan akademik melalui ORDIK, mahasiswa juga diperkenalkan dengan organisasi mahasiswa melalui rangkaian Ormawa.
Ahmad menjelaskan, kedua rangkaian tersebut memiliki fokus yang berbeda. ORDIK diarahkan untuk membantu mahasiswa mengenal lingkungan fakultas dan sistem pendidikan, sedangkan Ormawa memperkenalkan mahasiswa pada kehidupan Keluarga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KM FEB).
“Kalau di ORDIK kita mengenal lingkungan fakultasnya. Kalau di Ormawa kita memperkenalkan keluarga mahasiswa itu seperti apa,” jelasnya.
Persiapan kegiatan tahun ini juga dihadapkan pada peningkatan jumlah mahasiswa baru. Panitia perlu melakukan sejumlah penyesuaian agar kegiatan tetap berjalan sesuai kondisi di lapangan.
Ahmad menyebut sinergi antar anggota kepanitiaan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi berbagai penyesuaian tersebut. Dengan koordinasi yang dilakukan, rangkaian PKKMB diharapkan tetap berlangsung dengan tertib dan lancar.
Setelah seluruh rangkaian PKKMB selesai, panitia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengingat kegiatan yang telah mereka ikuti, tetapi mampu membawa nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
Ahmad menilai mahasiswa memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi insan akademik. Mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi insan pencipta sekaligus pengabdi yang nantinya memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Bukan cuma hanya di lingkungan PKKMB-nya saja, tapi juga dapat diimplementasikan sebagai kehidupan sehari-hari sebagai masyarakat,” tuturnya.
Melalui empat nilai utama dan pengenalan SDGs, PKKMB FEB UB 2026 diarahkan menjadi tahap awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus memahami peran mereka di tengah masyarakat. (ern)













