Kanal24, Malang – Harapan mahasiswa baru FISIP Universitas Brawijaya untuk Indonesia dituangkan dalam 1.300 pesan cinta yang menjadi bagian dari rangkaian PKKMB FISIP UB 2026. Pesan tersebut memuat beragam pandangan mahasiswa, mulai dari persoalan kemiskinan hingga harapan terhadap kondisi Indonesia yang lebih baik.
Pesan cinta tersebut hadir dalam konsep Candradimuka, yang mempertemukan mahasiswa baru dari berbagai daerah dan latar belakang. Bagi FISIP UB, momentum ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mulai melihat berbagai persoalan sosial di sekitarnya.
Baca juga:
PKKMB FIB UB Bekali Mahasiswa Kenali Budaya Kampus
1.300 Pesan Gambarkan Harapan Mahasiswa
Melalui pesan yang ditulis, mahasiswa baru diberi ruang untuk menyampaikan pandangan mengenai Indonesia yang mereka harapkan pada masa mendatang.

Persoalan kemiskinan menjadi salah satu isu yang muncul dalam pesan tersebut. Mahasiswa memaknai kemerdekaan tidak hanya sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kondisi ketika masyarakat memiliki kesempatan untuk hidup lebih layak.
Beragam pesan itu menunjukkan cara mahasiswa baru melihat persoalan bangsa dari latar belakang masing-masing. Perbedaan daerah asal dan pengalaman menjadi bagian dari keberagaman yang mereka bawa ketika memasuki lingkungan FISIP UB.
Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses awal mahasiswa untuk memahami bahwa kehidupan di perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga dengan persoalan sosial yang ada di masyarakat.
Candradimuka Jadi Ruang Pertemuan Mahasiswa
Konsep Candradimuka menjadi bagian dari upaya FISIP UB memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus. Mahasiswa yang datang dari berbagai daerah dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan untuk mulai membangun relasi dan beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi.

Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si., menekankan pentingnya mahasiswa memanfaatkan masa awal perkuliahan untuk mengenal lingkungan dan membangun hubungan dengan sesama mahasiswa.
Bagi mahasiswa yang berasal dari luar Malang, proses tersebut juga menjadi tahap awal untuk mengenal kehidupan di Malang Raya. Pengalaman selama berada di lingkungan baru diharapkan dapat memperluas cara pandang mahasiswa selama menjalani masa studi.
Interaksi tersebut tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan mahasiswa, organisasi, maupun kehidupan sosial di lingkungan kampus.
Bekal Menuju Indonesia Emas 2045
Pesan mengenai masa depan Indonesia juga berkaitan dengan posisi mahasiswa baru sebagai generasi yang akan berada pada usia produktif menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, mahasiswa didorong tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pendidikan, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap persoalan di masyarakat.
FISIP UB juga menaruh perhatian pada keberagaman mahasiswa dalam pelaksanaan PKKMB. Sebanyak 11 mahasiswa penyandang disabilitas turut menjadi bagian dari mahasiswa baru yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Keberagaman tersebut menjadi bagian dari kehidupan kampus yang perlu mendapat ruang agar seluruh mahasiswa dapat menjalani proses pendidikan dan mengembangkan potensinya.
Melalui PKKMB FISIP UB 2026, 1.300 pesan cinta untuk Indonesia menjadi salah satu cara mahasiswa baru menyampaikan harapan mereka terhadap masa depan bangsa. Dari ruang pengenalan kampus tersebut, mahasiswa mulai diajak melihat bahwa perjalanan di perguruan tinggi juga berkaitan dengan kehidupan sosial dan persoalan masyarakat. (ern)













