Kanal24, Malang – Penguatan mutu pendidikan tinggi tidak hanya berkaitan dengan pencapaian standar nasional, tetapi juga dengan kemampuan program studi memenuhi standar akademik yang berlaku secara internasional. Akreditasi internasional menjadi salah satu langkah Universitas Brawijaya (UB) untuk memperkuat kualitas program studi sekaligus memperluas pengakuan terhadap kompetensi lulusan di tingkat global.
Proses akreditasi tersebut berlangsung di Universitas Brawijaya, Malang, pada Senin–Selasa (28–29/09/2026), dengan melibatkan lembaga akreditasi internasional yang berasal dari Jerman. Kegiatan ini menjadi tahap akhir dari rangkaian prosedur akreditasi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun dan mencakup program studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UB.
Baca juga:
Sendok Pintar UB Hadirkan Sensasi Manis Tanpa Tambahan Gula
Akreditasi Jadi Penguatan Mutu Internal
Perwakilan lembaga akreditasi, Prof. Dr. Edgar Kösler, menjelaskan bahwa proses yang dilakukan merupakan bagian akhir dari prosedur panjang. Sebelumnya, pihak lembaga telah menerima kontrak dan berbagai dokumen dari universitas untuk kemudian ditelaah oleh sejumlah ahli.

Menurutnya, akreditasi memberikan manfaat dari dua sisi. Pertama, proses akreditasi mendorong universitas untuk mengumpulkan sekaligus memperkuat kapasitas program studi. Kedua, hasil akreditasi memberikan pengakuan yang dapat diketahui lebih luas karena lembaga akreditasi berkewajiban memublikasikan hasilnya.
“Menjalani prosedur akreditasi berarti mengumpulkan dan memperkuat kapasitas program studi,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil prosedur akreditasi juga akan dipublikasikan melalui situs lembaga serta basis data di tingkat Eropa. Dengan demikian, informasi mengenai program studi yang telah melalui proses akreditasi dapat diakses dalam lingkup yang lebih luas.
Penilaian tidak hanya melihat kualitas akademik program studi. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan di tingkat universitas serta kesiapan lulusan memasuki dunia kerja juga menjadi perhatian.
FISIP dan FIKES Jadi Fokus Penilaian
Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. mengatakan, langkah akreditasi internasional diarahkan untuk memastikan pendidikan di UB memiliki standar yang dapat disejajarkan dengan pendidikan tinggi di luar negeri.
Menurutnya, pengakuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas peluang lulusan ketika memasuki dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Widodo menjelaskan, pemilihan lembaga akreditasi dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi kementerian serta kesesuaian bidang studi yang akan dinilai. Dalam proses kali ini, program studi dari FISIP dan FIKES menjadi bagian yang menjalani asesmen.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu UB, Ratno Bagus Edy Wibowo, S.Si., M.Si., Ph.D., menambahkan bahwa lembaga akreditasi yang digunakan telah diakui melalui ketentuan Kementerian. Karena itu, proses tersebut menjadi bagian dari strategi UB untuk meningkatkan pengakuan program studi dari level nasional menuju level global.
Ia menyebut terdapat sembilan program studi di FISIP dan lima program studi di FIKES yang mengikuti proses akreditasi ini. Sebelumnya, program studi tersebut telah memperoleh status unggul secara nasional.
“Setelah unggul secara nasional, ini diangkat reputasinya naik level ke level global,” jelasnya.
Evaluasi Tri Dharma hingga Sistem Penjaminan Mutu
Proses asesmen berlangsung selama dua hari dengan mencakup berbagai standar utama penyelenggaraan pendidikan tinggi. Aspek yang dinilai antara lain kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatan mahasiswa, serta keberlanjutan pengembangan program studi.
Bagus menjelaskan, salah satu perhatian utama dalam asesmen adalah bagaimana sistem penjaminan mutu berjalan secara berkelanjutan. Siklus tersebut mencakup penetapan standar, pelaksanaan, evaluasi, hingga peningkatan mutu.
Menurutnya, sistem yang berjalan baik akan mendukung pencapaian kompetensi lulusan, capaian pembelajaran, kualitas mata kuliah, kinerja sumber daya manusia, fasilitas, hingga dukungan pembiayaan akademik.
Penguatan akreditasi internasional juga dinilai dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Pengakuan dari lembaga internasional diharapkan memperluas jejaring UB, termasuk dengan mitra di Eropa dan Jerman.
UB sendiri menargetkan peningkatan proporsi program studi yang memiliki akreditasi internasional hingga akhir 2029. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem akademik, meningkatkan daya saing lulusan, serta memperluas pengakuan terhadap kualitas pendidikan UB di tingkat global.(ffn)













