Kanal24, Malang – Perundungan atau bullying kerap berawal dari perilaku yang dianggap sekadar candaan. Untuk mencegahnya sejak dini, mahasiswa Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) 2026 menggelar edukasi interaktif tentang bullying bagi siswa SD Negeri Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Kegiatan bertajuk “Mengenali, Mencegah, dan Mengatasi Bullying” tersebut dilaksanakan pada Kamis (16/07/2026) dengan melibatkan 52 siswa. Program ini menjadi bagian dari rangkaian MMD UB 2026 di Desa Langlang dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rizky Fadilla Agustin Rangkuti, S.Pi., M.Si.
Edukasi diberikan untuk membantu siswa memahami bentuk-bentuk bullying, mengenali dampaknya, sekaligus mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau menyaksikan tindakan perundungan.
Baca juga:
PKKMB FIB UB Bekali Mahasiswa Kenali Budaya Kampus

Kenalkan Batas Bercanda dan Bullying
Program ini disusun berdasarkan hasil observasi awal mahasiswa MMD yang menemukan masih adanya perilaku yang mengarah pada bullying di lingkungan pergaulan siswa, seperti mengejek dan mengucilkan teman.
Persoalannya, sebagian perilaku tersebut masih dianggap sebagai bentuk candaan. Karena itu, mahasiswa MMD memberikan pemahaman kepada siswa mengenai batas antara bercanda dan tindakan yang dapat menyakiti maupun merugikan orang lain.
Melalui edukasi tersebut, siswa didorong untuk membangun sikap saling menghargai, meningkatkan empati, serta memiliki keberanian untuk mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi maupun melihat perundungan.
Edukasi Dikemas Interaktif
Agar materi lebih mudah diterima siswa sekolah dasar, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan ice breaking untuk membangun suasana belajar yang lebih menyenangkan.
Selanjutnya, siswa mendapatkan sosialisasi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan, dampaknya, hingga cara mencegah dan mengatasinya. Pemahaman siswa kemudian diperkuat melalui permainan edukatif yang sekaligus digunakan untuk mengukur sejauh mana materi dapat dipahami.
Pendekatan interaktif tersebut membuat edukasi mengenai bullying tidak berhenti pada penyampaian teori. Siswa diajak memahami persoalan melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka.
Tinggalkan Pesan “Stop Bullying” di Sekolah
Selain memberikan edukasi secara langsung, mahasiswa MMD UB juga memasang X Banner bertuliskan “Stop Bullying” di lingkungan SDN Langlang.
Media tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan oleh pihak sekolah sebagai pengingat bagi siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang aman dan saling menghargai.

Pihak sekolah memberikan respons positif terhadap pelaksanaan program tersebut. Tim MMD dinilai mampu berkomunikasi dengan baik, ramah, serta dapat berbaur dengan lingkungan sekolah.
Secara keseluruhan, kegiatan berhasil memberikan edukasi kepada 52 siswa sekaligus menghasilkan satu media edukasi yang dapat terus dimanfaatkan sekolah setelah kegiatan berakhir.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menghargai sesama, tetapi juga mendorong terbentuknya hubungan pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa MMD UB dalam mendukung SDGs Desa Nomor 4 tentang Pendidikan Desa Berkualitas, khususnya melalui penguatan karakter serta penciptaan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak. (nid)













