Kanal24, Malang – Program sedekah jariyah berupa pembangunan sumur bor resmi dimulai di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Masyhuri, Desa Tlogosari, Tugusari, Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Kamis (18/12/2025). Kegiatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pengeboran sumber air bersih bagi ratusan santri.
Kegiatan ini didukung oleh sejumlah Lembaga Amil Zakat, di antaranya LAZISKHU Malang, YASA Malang, dan MENARA Malang sekaligus penyerahan mushaf Al-Qur’an, serta digagas oleh SAHDHU (Sahabat Dhuafa) Foundation yang dikenal aktif merangkul berbagai pihak dalam aksi-aksi kemanusiaan.
Menariknya tepat pada Kamis (1/1/2026) “Tahun Baru” proses pengeboran sudah rampung di kedalaman 57 meter lengkap dengan instalasi SARPRAS seperti tower, tandon, dan tempat wudhu. Semua biaya ditanggung oleh Abah Fakhrudin “founder RUMAT Indonesia” senilai 50 juta.

Ponpes Roudlotul Masyhuri berdiri sejak tahun 2005 saat ini memiliki lebih dari 200 santri, baik yang mukim maupun nonmukim. Selama ini, kebutuhan air bersih pesantren dipasok dari sumber air yang berjarak sekitar 6 kilometer melalui sistem pipanisasi.
“Kondisi ini tentu cukup riskan, karena jika terjadi kendala, pasokan air bersih bisa terlambat. Padahal air bersih merupakan kebutuhan primer bagi pesantren dan santri,” ujar KH. Masyhuri.
KH. Masyhuri, beserta para santri sangat senang dan bahagia tak terhingga atas keberhasilan dan hadirnya fasilitas air bersih yang selama ini sangat dibutuhkan. Karena sebelumnya sudah pernah dilakukan pengeboran oleh tukang lain, namun gagal.
Perwakilan SAHDHU Foundation, Agus, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi pesantren dan santri.
“Insya Allah setelah pengeboran selesai, akan dilakukan peresmian sumur bor. Kami berharap dapat mengundang Bupati Malang untuk hadir. Mohon doa restu agar seluruh ikhtiar ini diridhai Allah SWT,” tutup Agus. (sdk)














