Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Broken Strings, Memoar Kejujuran yang Mengguncang Kesadaran Publik

Einid Shandy by Einid Shandy
January 24, 2026
in Hiburan
0
Broken Strings, Memoar Kejujuran yang Mengguncang Kesadaran Publik

Aurélie Moeremans dan memoar Broken Strings

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Memoar Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah menjadi salah satu buku yang paling banyak diperbincangkan dalam beberapa waktu terakhir. Karya ini tidak hanya menghadirkan kisah personal seorang figur publik, tetapi juga membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang trauma, relasi manipulatif, serta keberanian penyintas untuk bersuara. Melalui pendekatan narasi yang jujur dan apa adanya, buku ini hadir sebagai potret luka masa lalu yang perlahan disusun kembali menjadi kekuatan.

Buku Broken Strings dirilis dalam format digital dan mendapat perhatian luas setelah dibagikan secara gratis oleh penulisnya. Keputusan tersebut membuat memoar ini menjangkau pembaca dari berbagai latar belakang, sekaligus mempercepat penyebaran diskusi tentang isu kekerasan psikologis dan emosional yang kerap tersembunyi di balik hubungan personal maupun profesional.

Baca juga:
Kenduri dan Pagelaran Wayang Warnai Dies UB ke-63

Fragmen Ingatan dan Luka Masa Remaja

Alih-alih disusun secara kronologis, Broken Strings ditulis dalam bentuk fragmen-fragmen kenangan. Pola ini menggambarkan cara kerja ingatan traumatis yang tidak selalu runtut dan sering kali muncul dalam potongan peristiwa. Pembaca diajak menyusuri masa kecil, proses pencarian jati diri, hingga pengalaman pahit di usia remaja yang meninggalkan dampak mendalam dalam kehidupan penulis.

Salah satu bagian terkuat dalam buku ini adalah pengakuan tentang hubungan manipulatif yang dialami penulis saat masih di bawah umur. Relasi tersebut digambarkan bermula dari perhatian dan rasa aman semu, lalu perlahan berubah menjadi kontrol emosional, isolasi sosial, dan tekanan psikologis. Tanpa menyebut identitas pelaku secara gamblang, penulis menyoroti pola relasi yang kerap luput disadari oleh korban maupun lingkungan sekitar.

Bahasa Jujur Tanpa Romantisasi Trauma

Kekuatan Broken Strings terletak pada pilihan bahasanya yang lugas dan tidak berusaha memperindah luka. Setiap emosi disampaikan secara langsung, mulai dari kebingungan, ketakutan, kemarahan, hingga rasa bersalah yang sering membayangi korban kekerasan. Pendekatan ini membuat pembaca tidak sekadar memahami cerita, tetapi turut merasakan beban emosional yang ditanggung penulis selama bertahun-tahun.

Judul Broken Strings menjadi metafora sentral yang berulang dalam narasi. Senar yang putus melambangkan masa muda yang retak, kepercayaan diri yang terkikis, serta suara batin yang sempat terbungkam. Namun di sisi lain, metafora tersebut juga mencerminkan upaya menyetel ulang kehidupan—bahwa senar yang pernah putus masih dapat disambung, meski tidak pernah sepenuhnya sama.

Resonansi dan Keberanian untuk Bersaksi

Respons publik terhadap buku ini menunjukkan betapa banyak orang yang merasa terwakili oleh kisah serupa. Banyak pembaca menyatakan bahwa Broken Strings membantu mereka mengenali pengalaman pribadi yang sebelumnya sulit diberi nama. Buku ini juga mendorong diskusi tentang pentingnya edukasi relasi sehat, kesadaran akan grooming, serta dukungan nyata bagi penyintas kekerasan.

Di balik dukungan yang mengalir, keterbukaan penulis juga menghadirkan konsekuensi sosial yang tidak ringan. Tekanan, penilaian publik, hingga gangguan emosional menjadi bagian dari risiko ketika seseorang memilih untuk bersuara. Namun demikian, memoar ini justru menegaskan bahwa kejujuran, meski menyakitkan, dapat menjadi langkah awal menuju pemulihan dan perubahan.

Refleksi Sosial dan Harapan Bersama

Lebih dari sekadar kisah personal, Broken Strings menjadi cermin bagi masyarakat untuk meninjau kembali cara memandang korban, relasi kuasa, dan trauma psikologis. Buku ini mengajak pembaca untuk lebih peka, tidak mudah menyederhanakan pengalaman korban, serta berani membangun ruang aman bagi mereka yang ingin berbagi cerita.

Pada akhirnya, Broken Strings bukan hanya tentang masa lalu yang patah, tetapi juga tentang keberanian menyuarakan kebenaran. Memoar ini menegaskan bahwa luka yang diakui dan diceritakan dengan jujur dapat menjadi sumber kekuatan—bukan hanya bagi penulisnya, tetapi juga bagi siapa pun yang pernah merasa suaranya terputus dan akhirnya menemukan nada untuk berbicara kembali. (nid)

Post Views: 87
Tags: aurelie moeremansBroken StringsKANAL24kanal24.co.idManipulasiManipulatifResensi BukuResensi NovelReview BukuReview Novelrobby tremontiuniversitas brawijaya
Previous Post

PSDKU UB Kediri Tampilkan Pendidikan Agrikompleks di Education Expo UB

Next Post

Lintas Angkatan Hadiri Temu Alumni FTP UB 2026

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
Lintas Angkatan Hadiri Temu Alumni FTP UB 2026

Lintas Angkatan Hadiri Temu Alumni FTP UB 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

January 28, 2026
Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

January 28, 2026
Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

January 28, 2026
Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

Dies Natalis ke-28 Tandai Transformasi FTP UB

January 27, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025