KANAL24, Malang – PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara (suspensi) perdagangan efek enam emiten dan mencabut suspensi enam emiten lainnya.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono menyebutkan enam emiten yang dibekukan sementara perdagangannya yaitu PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), PT Dosni RohaIndonesia Tbk (ZBRA).
Enam saham tersebut disuspen karena mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Suspensi berlaku mulai hari ini, Jumat (23/1) pada sesi I perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai.
Suspensi dilakukan sebagai upaya untuk melindungi investor dan cooling down. Diharapkan dengan keputusan ini dapat memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan secara matang setiap keputusan investasinya berdasarkan informasi yang tersedia.
“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” kata Yulianto melalui siaran persnya pada Kamis 22 Januari 2026.
Untuk saham ZBRA, suspensi diperpanjang di seluruh pasar mulai sesi I pada perdagangan Kamis (22/1) setelah adanya keputusan Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat menyatakan entitas anak perseroan, PT Dos Ni Roha, dalam keadaan pailit.
BEI menegaskan penghentian perdagangan dilakukan karena adanya ketidakpastian kelangsungan usaha perseroan, dan meminta investor memperhatikan keterbukaan informasi dari perusahaan.
“BEI memutuskan untuk melanjutkan penghentian sementara perdagangan efek
ZBRA di seluruh pasar terhitung sejak sesi I perdagangan efek periodic call auction pada Kamis, 22 Januari 2026, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut,” kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3, Lidia M. Panjaitan.
BEI juga melepaskan suspensi enam emiten yaitu PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO), PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) dan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD).
Enam saham tersebut dapat ditransaksikan lagi di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I Jumat, 23 Januari 2026.(sdk)














