Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Tragedi ATR 42-500 dan Peringatan Serius Keselamatan Penerbangan Indonesia

Dinia by Dinia
January 26, 2026
in Perspektif
0
Tragedi ATR 42-500 dan Peringatan Serius Keselamatan Penerbangan Indonesia

Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU. Pakar Transportasi, Dosen dan Peneliti Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

58
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU.

Kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang berakhir tragis di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, sekali lagi telah menjadi momen peringatan bagi sistem keselamatan penerbangan nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan kompleksitas geografis Indonesia.

Sepuluh korban jiwa yang meninggal dunia dalam insiden ini mengingatkan kita bahwa keselamatan penerbangan tidak pernah boleh ditawar, bahkan ketika sebuah pesawat dinyatakan laik terbang dan telah melalui prosedur perawatan rutin. Dalam dunia transportasi udara, kecelakaan hampir selalu bersifat multifaktor—melibatkan interaksi antara manusia, mesin, lingkungan, dan sistem.

Pesawat Bukan Satu-satunya Variabel

ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan ini diproduksi pada tahun 2000, sehingga usianya memang tidak muda lagi. Namun, usia pesawat tidak bisa serta-merta dijadikan penyebab utama kecelakaan. Dalam praktik penerbangan modern, pesawat dengan usia puluhan tahun tetap dapat beroperasi secara aman selama memenuhi standar perawatan, modifikasi, dan inspeksi berkala.

Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa pesawat ini telah melalui proses upgrade dan pemeriksaan teknis, bahkan baru beberapa hari sebelum penerbangan. Artinya, dari sisi kelaikan teknis awal, tidak ada indikasi kuat bahwa pesawat dalam kondisi tidak aman. Karena itu, fokus investigasi tidak boleh berhenti pada “umur pesawat”, melainkan harus melihat konteks operasional yang lebih luas.

Cuaca Ekstrem dan Tantangan Geografis

Indonesia berada di wilayah khatulistiwa dengan karakter cuaca yang sangat dinamis. Kabut tebal, hujan lebat, badai, dan awan cumulonimbus merupakan fenomena yang lazim, terutama pada periode Desember hingga Januari. Awan cumulonimbus, yang dilaporkan hadir di wilayah kecelakaan, dikenal sangat berbahaya bagi penerbangan karena dapat mempengaruhi visibilitas dan pembacaan radar, bahkan sampai berdampak pada turbulensi yang membahayakan pesawat.

Dalam kondisi seperti ini, penerbangan harus sepenuhnya mengandalkan instrumen, bukan penglihatan visual. Pilot wajib menerapkan Instrument Flight Rules (IFR) dan mengikuti arahan menara pengawas secara disiplin. Namun, disinilah tantangan muncul: ketika cuaca buruk, beban kerja pilot meningkat drastis, sementara kesalahan komunikasi sekecil apapun dapat berakibat fatal.

Sejarah penerbangan Indonesia mencatat bahwa beberapa kecelakaan besar di masa lalu juga terjadi akibat kombinasi cuaca buruk dan miskomunikasi antara pilot dan pengendali lalu lintas udara. Ini menunjukkan bahwa persoalan cuaca bukan hanya isu alamiah, tetapi juga isu sistemik.

Faktor Manusia dalam Sistem Keselamatan

Dalam banyak investigasi kecelakaan penerbangan, faktor manusia atau human factor hampir selalu muncul sebagai elemen penting. Ini tidak berarti menyalahkan pilot secara sepihak, melainkan memahami bahwa manusia adalah bagian dari sistem yang memiliki keterbatasan, terutama dalam situasi tekanan tinggi.

Keputusan pilot, interpretasi instruksi, kelelahan, hingga tekanan psikologis akibat kondisi cuaca ekstrem harus dianalisis secara objektif melalui data flight data recorder dan cockpit voice recorder, yang berada dalam kotak hitam (black box). Dari sanalah nantinya dapat diketahui apakah terjadi kesalahan prosedur, miskomunikasi, atau kendala sistem pendukung.

Kebijakan Keselamatan Harus Lebih Tegas

Tragedi ini seharusnya mendorong pemerintah dan otoritas penerbangan untuk melakukan evaluasi serius terhadap kebijakan keselamatan, khususnya untuk penerbangan regional dan perintis yang sering melintasi wilayah dengan risiko geografis tinggi, terutama pada musim hujan di akhir dan awal tahun seperti saat ini. Namun ternyata saat ini akibat dari perubahan iklim maka cuaca tidak bersahabat ini bisa terjadi di waktu kapan saja sepanjang tahun.

Penekanan pada keselamatan harus menjadi prioritas mutlak, bahkan jika itu berarti pembatalan atau penundaan penerbangan. Negara-negara lain telah menunjukkan bahwa keputusan membatalkan ribuan penerbangan demi keselamatan adalah langkah yang wajar dan bertanggung jawab. Indonesia pun harus berani mengambil sikap serupa.

Verifikasi kesiapan pilot, hasil weather briefing, serta keputusan go/no-go penerbangan perlu diawasi lebih ketat. Cuaca seperti saat ini dimana sering terjadi hujan lebat dan kilat tidak boleh diperlakukan sebagai penerbangan rutin biasa tanpa peningkatan kewaspadaan.

Tragedi sebagai Momentum Perbaikan

Kecelakaan ATR 42-500 ini tidak boleh berhenti sebagai berita duka semata. Ia harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya keselamatan penerbangan nasional—budaya yang menempatkan nyawa manusia di atas segala pertimbangan operasional maupun ekonomi.

Investigasi menyeluruh oleh KNKT harus didukung penuh, dan hasilnya kelak perlu ditindaklanjuti secara nyata dalam bentuk perbaikan prosedur, pelatihan, serta kebijakan. Tanpa itu, kita berisiko mengulangi pola lama: berduka, berjanji, lalu lupa.

Keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab kolektif. Tragedi ini mengingatkan kita bahwa di langit Indonesia yang indah sekaligus menantang, kewaspadaan harus selalu terbang lebih tinggi dari ambisi apa pun.

*)Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng., Ph.D., IPU. Pakar Transportasi, Dosen dan Peneliti Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Post Views: 177
Tags: atr 42 500cockpit voice recorderCuaca Ekstremflight data recordergeografis indonesiahuman factor penerbanganinvestigasi knktkebijakan transportasikecelakaan pesawatkeselamatan penerbangankeselamatan publikmanajemen risikomusim hujanPakar Transportasi UBpenerbangan regionalstandar keselamatantata kelola penerbangantransportasi udara
Previous Post

Kemah Kerja Mahasiswa FT UB Bangun Karakter Engineer

Next Post

FTP UB Resmikan Vertical Garden, Jadi Pionir Smart Green Campus UB

Dinia

Dinia

Next Post
Funwalk Dies Natalis ke-28 FTP UB, Satukan Civitas dan Alumni

FTP UB Resmikan Vertical Garden, Jadi Pionir Smart Green Campus UB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

August 4, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
GoTo Perluas Perlindungan dan Kesejahteraan Mitra Driver

GoTo Perluas Perlindungan dan Kesejahteraan Mitra Driver

January 28, 2026
Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

Transformasi Pembelajaran Vokasi UB lewat LMS dan Generative AI

January 28, 2026
Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

Transformasi FTP menjadi FTAB UB Perluas Cakupan Keilmuan

January 28, 2026
Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

Bagaimana Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen ?

January 28, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025