KANAL24, Malang – Anjloknya harga saham 6,33% ke Rp7.025 membuat manajemen perusahaan bergerak cepat dengan mempersiapkan Buyback hingga 5 triliun.
Langkah ini ditujukan untuk menjaga stabilitas pasar, meningkatkan kepercayaan investor, dan imbal hasil pemegang saham.
Berdasarkan keterangan resmi BBCA
yang diterbitkan di Jakarta, Rabu (28/1/2026) jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 10 persen dari modal disetor BCA, serta jumlah saham yang beredar (free float) setelah pelaksanaan buyback tidak akan menjadi kurang dari 7,5 persen dari jumlah saham tercatat.
Manajemen BBCA menegaskan, pelaksanaan buyback tidak akan mengakibatkan penurunan modal di bawah batas minimum yang dipersyaratkan dan tidak memiliki dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha perseroan.
Lebih lanjut manajemen mengungkapkan, rencana buyback ini dilatarbelakangi tujuan untuk mendukung stabilitas pasar modal Indonesia pada 2026, meningkatkan kepercayaan investor dan memberikan tingkat pengembalian yang lebih optimal bagi pemegang saham.
Seperti diketahui, pasar saham Indonesia pada perdagangan kemarin mengalami aksi jual signifikan, tercermin dari IHSG yang ditutup anjlok 7,35 persen ke level 8.320 dan bahkan sempat ambles 8,83 persen ke posisi 8.187. Sementara itu, saham BBCA berakhir di level Rp7.025 atau tersungkur 6,33 persen.
Menurut manajemen BBCA, nantinya saham hasil buyback (saham treasuri) akan diperlakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Adapun pelaksanaan buyback akan berlangsung paling lama 12 bulan sejak disetujuinya rencana tersebut melalui RUPST, kecuali diakhiri lebih cepat oleh BBCA.
Manajemen menambahkan, buyback akan dilakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pasar reguler dan hanya melalui PT BCA Sekuritas, dengan harga yang dianggap baik dan wajar. Sumber dana buyback berasal dari kas internal BBCA. (sid)














