KANAL24, Malang – UB memiliki program pengabdian kepada masyarakat yang secara rutin dilaksanakan melalui skema Doktor Mengabdi (PKM–DM).
Kali ini Tim PKM-DM melaksanakan pengabdian di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar sebagai upaya mendorong transformasi tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) berbasis potensi wisata edukasi.
Tim dipimpin oleh Prof. Dr. Susilo, S.E., M.S. yang turun ke desa selama dua hari, Sabtu–Minggu, 31 Januari–1 Februari 2026.
Pelaksanaan PKM–DM ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, manajemen usaha, keuangan, dan legalitas BUMDesa melalui pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat.

Desa Bagelenan dipilih sebagai lokasi pengabdian karena memiliki kekayaan situs sejarah, lanskap alam, dan tradisi lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi model wisata edukasi berbasis masyarakat.
“Desa ini kami pilih karena cukup kaya situs sejarah, tradisi lokal dan alamnya bagus. Cocok untuk wisata edukasi,” kata Prof. Susilo.
Hari pertama, kegiatan difokuskan pada diskusi terarah dan workshop yang melibatkan perangkat desa, pengelola BUMDesa, Pokdarwis, serta perwakilan masyarakat. Materi yang disampaikan mencakup penguatan tata kelola manajemen BUMDesa, pengelolaan keuangan yang akuntabel, aspek legalitas usaha desa, serta strategi pengembangan wisata edukasi yang berkelanjutan.
Diskusi ini menekankan pentingnya collaborative governance–community approach agar pengelolaan BUMDesa tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian aset budaya dan lingkungan desa.
Prof. Dr. Susilo dalam paparannya menyampaikan bahwa skema Doktor Mengabdi menempatkan peran universitas dan akademisi tidak hanya sebagai penghasil pengetahuan, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial dan kelembagaan desa. Wisata edukasi dipandang sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan pembelajaran, pelestarian sejarah, dan penguatan ekonomi lokal secara simultan.
Masuk hari kedua tim melaksanakan pilot project eduwisata. Kegiatan ini melibatkan 15 siswa Sekolah Dasar kelas 4–6 sebagai peserta utama. Anak-anak mengikuti pembelajaran kontekstual di luar kelas dengan mengunjungi Situs Candi Mleri dan Bukit Pertapaan yang merupakan bagian dari aset sejarah dan alam Desa Bagelenan.

“Hari kedua kami ada kegiatan di situs Candi Mleri dan Bukit Pertapaan yang ada di desa Bagelen ini,” jelas Prof. Susilo.
Di Candi Mleri, peserta diperkenalkan pada nilai sejarah, artefak peninggalan masa lalu, serta pentingnya pelestarian cagar budaya. Sementara itu, di Bukit Pertapaan, siswa diajak memahami hubungan antara alam, sejarah, dan nilai-nilai kearifan lokal. Kegiatan ini dirancang sebagai contoh konkret produk wisata edukasi yang dapat dikembangkan dan dikelola oleh BUMDesa bersama masyarakat.
Program PKM–DM ini dilaksanakan oleh tim lintas disiplin yang terdiri dari Prof. Dr. Susilo, S.E., M.S. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Alfons Zakaria, S.H., LL.M. (Fakultas Hukum), Deni Agus Setyono, S.T., M.Eng. (Fakultas Teknik), dan Ajeng Kartika Galuh, S.E., M.E. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Kolaborasi multidisipliner ini memperkuat pendekatan pengabdian yang mencakup aspek ekonomi, hukum, perencanaan wilayah, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui pelaksanaan PKM–Doktor Mengabdi ini, Desa Bagelenan diharapkan memiliki model awal pengembangan wisata edukasi yang terintegrasi dengan tata kelola BUMDesa. Model tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengelola desa, memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menjaga keberlanjutan warisan budaya dan lingkungan. Hasil kegiatan ini akan menjadi dasar bagi pengembangan lanjutan program eduwisata dan penguatan kelembagaan BUMDesa pada tahap berikutnya.(sdk)














