KANAL24, Malang – Sebagai Kota Pendidikan saat ini makin banyak mahasiswa asing yang menempuh studi diberbagai kampus di Kota Malang. Mereka menempuh program studi sarjana hingga doktor dalam berbagai disiplin ilmu.
Hal ini menarik perhatian bagi UB Radio dan Rayz Hotel UMM untuk mengenalkan kuliner khas ramadhan kepada mahasiswa asing sebagai bentuk edukasi dan pengenalan budaya terutama kuliner.
Kolaborasi tersebut berpadu dalam program Jajal Kuliner edisi ramadhan dengan mengajak mahasiswa asing memasak berbagai menu khas ramadhan bersama chef dari Rayz Hotel UMM Malang yang akan ditayangkan selama bulan ramadhan.
Pada edisi perdana Host jajal Kuliner Taca Cristi akan mengajak Hagar Ali mahasiswa program doktor di MIPA UB untuk memasak kolak dan nasi bakar kemangi yang menjadi salah satu khas di Rayz Hotel UMM. Proses masak tersebut dipandu oleh Chef Krisna dari Rayz Hotel UMM.
Baca Juga : Rayz Hotel UMM Hadirkan Paket Iftar Bertema Maroko
āSelama ramadhan untuk tahun ini memang kita coba hal baru untuk jajal kuliner, kita melalui UB Radio ingin mengenalkan kuliner khas ramadhan kepada mahasiswa asing. Mereka kita ajak masak bersama agar tahu prosesnya,ā kata Manajer UB Medcom Abdulah Sidik melalui penjelasan tertulisnya.
Melalui program ini para mahasiswa asing diajak untuk mengenal beragam kuliner khas ramadhan yang ada di Indonesia terutama yang favorit dan mudah untuk dimasak.
Kolaborasi dengan Rayz Hotel UMM ini menjadi satu hal yang menarik sebagai kolaborasi antara industri media dengan perhotelan untuk mempromosikan bersama kuliner Indonesia. Selain itu program spesial ramadhan ini juga didukung oleh Ub Fresh.
āTentu kami berharap ini mejadi langkah kecil untuk ikut mempromosikan kuliner Indonesia kepada mahasiswa asing yang ada di Malang. Untuk Rayz Hotel UMM kami gandeng karena mereka expert dan terkenal sebagai hotel yang masakannya enak,ā lanjutnya.
Tidak hanya mengenalkan masakan kepada mahasiswa asing, program Jajal Kuliner tersebut juga menjadi ajang bagi UB Radio untuk mengajak mahasiswa asing dan siswa SMK untuk ikut terlibat dalam proses produksi tersebut.
Tercatat terdapat dua siswa SMKN 2 Singosari dan satu mahasiswa asing yang sedang menempuh program magister ilmu komunikasi Fisip UB terlibat dalam proses produksi. (sdk)














