Kanal24, Malang – Rambut rontok menjadi keluhan yang sering dialami remaja hingga orang dewasa. Tidak sedikit orang yang langsung mengurangi frekuensi keramas karena takut rambut semakin banyak yang jatuh saat dicuci. Padahal, para ahli dermatologi menegaskan bahwa keramas bukanlah penyebab utama kerontokan, melainkan hanya membuat rambut yang memang sudah berada di fase rontok terlihat lebih jelas saat terlepas.
Secara alami, seseorang bisa kehilangan sekitar 50–100 helai rambut setiap hari. Rambut yang rontok saat keramas umumnya sudah memasuki fase istirahat (telogen) dan akan lepas dengan sendirinya. Karena itu, melihat rambut tertinggal di tangan atau lantai kamar mandi bukan berarti sampo atau kegiatan mencuci rambut menjadi penyebab utamanya.
Sesuaikan Frekuensi dengan Kondisi Kulit Kepala

Para pakar menyarankan frekuensi keramas disesuaikan dengan jenis kulit kepala dan aktivitas harian. Pemilik kulit kepala berminyak atau yang sering berkeringat disarankan keramas 2–3 kali seminggu, bahkan bisa lebih sering bila diperlukan. Penumpukan minyak dan kotoran dapat menyumbat folikel rambut dan memicu peradangan yang memperparah kerontokan.
Sementara itu, bagi yang memiliki kulit kepala kering atau sensitif, keramas terlalu sering justru dapat menghilangkan minyak alami yang melindungi rambut. Akibatnya, rambut menjadi lebih rapuh dan mudah patah. Dalam kondisi ini, dua kali seminggu umumnya sudah cukup, dengan memilih sampo yang lembut dan sesuai kebutuhan rambut.
Teknik dan Produk yang Tepat

Selain frekuensi, teknik keramas memegang peranan penting. Menggosok kulit kepala terlalu keras dapat membuat akar rambut tertarik. Para ahli menyarankan memijat kulit kepala secara lembut menggunakan ujung jari, bukan kuku, untuk membantu sirkulasi darah tanpa merusak folikel.
Pemilihan produk juga harus diperhatikan. Gunakan sampo dengan formula ringan dan hindari kandungan yang dapat memicu iritasi. Kondisioner sebaiknya diaplikasikan pada batang rambut saja agar tidak membuat kulit kepala terlalu lembap atau berminyak.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Kerontokan
Kerontokan rambut tidak hanya dipengaruhi kebiasaan keramas. Faktor stres, pola makan yang kurang bergizi, perubahan hormon, hingga penggunaan alat styling bersuhu tinggi juga dapat berkontribusi. Kekurangan zat besi, protein, dan vitamin tertentu diketahui berdampak pada kekuatan akar rambut.
Di sisi lain, menunda keramas terlalu lama juga bukan solusi. Kulit kepala yang kotor berisiko mengalami ketombe, iritasi, bahkan peradangan yang dapat mengganggu pertumbuhan rambut sehat. Karena itu, penting untuk menemukan pola perawatan yang seimbang.
Pada akhirnya, tidak ada aturan baku yang berlaku untuk semua orang. Mengenali kondisi rambut dan kulit kepala masing-masing menjadi kunci utama. Dengan frekuensi yang tepat, teknik yang benar, serta gaya hidup sehat, risiko rambut rontok berlebihan dapat diminimalkan dan kesehatan rambut tetap terjaga. (ger)













