Kanal24, Malang – Ketersediaan daging ayam dan telur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan dipastikan dalam kondisi aman. Para peternak nasional menjamin distribusi tetap berjalan normal meski harga sejumlah komoditas pangan mengalami fluktuasi menjelang bulan puasa.
Ketua Umum Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi, menegaskan bahwa stok telur dan ayam ras pedaging masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dapur penyedia MBG maupun permintaan pasar umum. āSecara produksi tidak ada masalah. Stok aman dan distribusi lancar. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,ā ujarnya dalam keterangan resmi, baru-baru ini.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi di beberapa daerah lebih dipengaruhi oleh dinamika permintaan musiman menjelang Ramadan serta pola distribusi di tingkat pedagang. Menurutnya, kondisi tersebut tidak berkaitan dengan kelangkaan pasokan dari peternak.
Baca juga:
Wajib Halal Berlaku 2026, Pelaku Usaha Diminta Bersiap
āSetiap menjelang Ramadan memang ada peningkatan konsumsi. Tapi dari sisi produksi, kami sudah menyiapkan jauh hari. Pasokan untuk program MBG juga sudah terjadwal,ā kata Musbar.
Data pemantauan harga pangan menunjukkan bahwa harga daging ayam ras di sejumlah wilayah sempat mengalami kenaikan tipis, begitu pula telur ayam ras. Namun, rata-rata harga nasional masih berada dalam rentang harga acuan pemerintah. Pemerintah pun memastikan pengawasan distribusi terus dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pelaksanaan MBG tidak menjadi penyebab kenaikan harga ayam di pasar. Ia justru menilai program tersebut membantu menciptakan kepastian permintaan sehingga produksi lebih terukur.
āProgram MBG justru memberikan kepastian pasar bagi peternak. Dengan adanya kontrak dan kebutuhan yang jelas, perencanaan produksi bisa lebih stabil,ā ujar Budi.
Menurutnya, lonjakan harga yang terjadi menjelang Ramadan lebih disebabkan oleh faktor psikologis pasar dan peningkatan konsumsi rumah tangga. Pemerintah, kata dia, terus berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan pelaku usaha untuk memastikan distribusi berjalan optimal.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadan dengan sejumlah penyesuaian teknis. Ia mengatakan, menu bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa akan disesuaikan agar tetap memenuhi kebutuhan gizi.
āUntuk anak-anak yang berpuasa, makanannya bisa dibawa pulang, seperti telur, roti, atau makanan bergizi lainnya yang praktis. Jadi tetap dapat asupan gizi tanpa mengganggu ibadah,ā ujar Zulkifli.
Adapun bagi kelompok penerima manfaat lain seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, distribusi makanan bergizi disebut tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan signifikan.
Program MBG merupakan salah satu inisiatif strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah. Dengan cakupan yang terus diperluas, kebutuhan bahan baku seperti ayam dan telur menjadi komponen penting dalam rantai pasoknya.
Para pelaku usaha perunggasan menyatakan telah melakukan antisipasi sejak awal tahun untuk menghadapi lonjakan permintaan Ramadan. Penyesuaian produksi dilakukan melalui pengaturan populasi ayam petelur dan broiler agar suplai tetap stabil.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga diminta aktif melakukan pemantauan harga di pasar tradisional dan modern. Langkah ini dilakukan untuk mencegah spekulasi serta memastikan tidak terjadi penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga berlebihan.
Pengamat pangan menilai stabilitas pasokan ayam dan telur sangat krusial karena kedua komoditas tersebut merupakan sumber protein utama masyarakat. Apalagi selama Ramadan, konsumsi protein hewani cenderung meningkat untuk kebutuhan sahur dan berbuka.
Dengan jaminan pasokan dari peternak serta pengawasan ketat pemerintah, diharapkan kebutuhan masyarakat dan program MBG dapat terpenuhi tanpa gejolak berarti. Para pemangku kepentingan pun optimistis stabilitas pangan selama Ramadan dapat terjaga.
āYang terpenting adalah sinergi antara peternak, distributor, dan pemerintah. Selama koordinasi berjalan baik, pasokan aman dan harga terkendali,ā kata Musbar menutup pernyataannya. (nid)














