Kanal24, Malang — Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB) memperkuat komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Okupasi Petugas K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang digelar di lingkungan FKH UB Dieng. Kegiatan ini menjadi langkah strategis fakultas dalam membangun sistem kerja yang aman sekaligus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan akademik.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut terselenggara melalui kerja sama dengan RR Consultant Indonesia, lembaga konsultan pengembangan sumber daya manusia yang mendampingi pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi profesional. Program ini diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan fasilitas kerja dan laboratorium.
Penanggungjawab K3 FKH UB, Ibnu Raharjo, S.S., menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan kesadaran keselamatan kerja di lingkungan kampus, khususnya pada fakultas yang memiliki aktivitas laboratorium dengan tingkat risiko tertentu.

“Keselamatan dan kesadaran kerja itu sangat penting, sehingga pimpinan dalam hal ini Ibu Dekan mengundang konsultan untuk memberikan pelatihan K3 kepada kami selama tiga hari. Ke depan kami ingin keselamatan dan kesehatan kerja di FKH ini berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya fakultas menuju standar keselamatan kerja yang ideal melalui peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan serta penguatan sistem manajemen K3 secara bertahap.
Sebagai mitra penyelenggara, Rita Anggreini Rahayu, S.AB., M.AB., menegaskan bahwa pendidikan dan pelatihan K3 menjadi kebutuhan mendasar bagi institusi akademik, terutama yang memiliki aktivitas laboratorium intensif.

“Setiap fakultas, baik akademisi, tenaga kependidikan, maupun dosen sebenarnya wajib memperoleh pendidikan dan pelatihan, apalagi yang bersertifikasi. Fakultas Kedokteran Hewan memiliki banyak laboratorium, sehingga mutlak diperlukan adanya pendidikan dan pelatihan okupasi petugas K3,” jelasnya.
Selain peningkatan kompetensi individu, FKH UB juga menyiapkan mekanisme pengawasan berkelanjutan melalui evaluasi berkala bersama Divisi K3 Universitas Brawijaya dan tim internal fakultas. Evaluasi direncanakan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari penguatan implementasi standar keselamatan kerja.
Melalui pelatihan ini, FKH UB menargetkan terbentuknya budaya keselamatan kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi kesadaran kolektif seluruh civitas akademika. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja dan pembelajaran yang aman, sehat, serta mendukung aktivitas akademik secara berkelanjutan.(Din/Qrn)














