Kanal24, Malang – Menjelang perayaan Idulfitri, jutaan pekerja di Indonesia menerima Tunjangan Hari Raya (THR) yang kerap menjadi tambahan pemasukan bagi keluarga. Dana tersebut biasanya digunakan untuk berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari membeli pakaian baru, menyiapkan hidangan khas, hingga biaya perjalanan mudik. Namun tanpa pengelolaan yang baik, uang THR sering kali habis dalam waktu singkat setelah hari raya.
Para pakar keuangan mengingatkan pentingnya mengatur penggunaan THR secara bijak agar tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat. Salah satu strategi yang disarankan adalah konsep 3S, yaitu spending, saving, dan sharing. Pendekatan ini dinilai dapat membantu masyarakat mengelola THR secara seimbang antara kebutuhan pribadi, tabungan masa depan, dan kepedulian sosial.
Baca juga:
Selingkuh Finansial dan Retaknya Kepercayaan
Perencana keuangan Istiqlaliyah menjelaskan bahwa setiap pemasukan tambahan, termasuk THR dan insentif Lebaran, sebaiknya langsung dialokasikan ke dalam tiga pos utama tersebut. Menurutnya, pembagian yang jelas sejak awal akan membantu seseorang mengontrol pengeluaran selama Ramadan dan Idulfitri.
āSetiap menerima uang tambahan seperti THR, sebaiknya langsung dibagi ke tiga tujuan utama yaitu untuk belanja, menabung, dan berbagi. Dengan begitu, pengeluaran bisa tetap terkendali dan tidak habis hanya untuk konsumsi,ā ujarnya.
Mengatur Pengeluaran Lebaran
Pos pertama dalam strategi 3S adalah spending atau pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran. Pengeluaran ini meliputi berbagai kebutuhan yang biasanya meningkat menjelang Idulfitri, seperti pembelian bahan makanan, pakaian baru, dekorasi rumah, hingga biaya perjalanan mudik.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan. Tradisi berbelanja menjelang Lebaran sering kali memicu pengeluaran berlebihan, terutama ketika banyak pusat perbelanjaan menawarkan diskon dan promosi.
Pakar keuangan menyarankan agar masyarakat membuat daftar prioritas belanja sebelum menggunakan THR. Dengan perencanaan yang jelas, dana yang tersedia dapat digunakan secara lebih efektif tanpa menimbulkan pemborosan.
Selain itu, penting untuk memisahkan anggaran THR dari gaji bulanan. Gaji sebaiknya tetap difokuskan pada kebutuhan rutin seperti membayar tagihan, cicilan, dan kebutuhan rumah tangga, sementara THR digunakan untuk kebutuhan tambahan selama Ramadan dan Lebaran.
Menyisihkan Dana untuk Tabungan
Bagian kedua dari strategi 3S adalah saving atau menabung. Banyak orang cenderung menghabiskan seluruh THR untuk kebutuhan Lebaran, padahal sebagian dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan jangka panjang.
Menyisihkan sebagian THR untuk tabungan atau dana darurat dinilai sebagai langkah penting. Dana darurat dapat membantu menghadapi situasi tak terduga seperti kebutuhan kesehatan, perbaikan rumah, atau kehilangan pendapatan.
Selain tabungan, sebagian THR juga dapat dialokasikan untuk investasi sederhana, seperti emas, reksa dana, atau instrumen keuangan lain yang sesuai dengan profil risiko masing-masing individu.
Perencana keuangan menyarankan agar minimal 20 hingga 30 persen dari THR disisihkan untuk tabungan atau investasi. Kebiasaan ini dinilai dapat membantu meningkatkan kedisiplinan finansial sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi kondisi ekonomi keluarga.
Memperkuat Nilai Berbagi
Sementara itu, unsur ketiga dalam strategi 3S adalah sharing atau berbagi. Momen Idulfitri identik dengan nilai kepedulian sosial dan tradisi berbagi rezeki kepada orang lain.
Banyak masyarakat memanfaatkan THR untuk memberikan zakat, sedekah, maupun uang saku kepada keluarga, kerabat, dan anak-anak. Tradisi ini menjadi bagian penting dari budaya Lebaran yang memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Menurut para ahli, alokasi dana berbagi sebaiknya juga direncanakan sejak awal agar tidak mengganggu kebutuhan finansial lainnya. Dengan menentukan besaran dana berbagi sejak menerima THR, seseorang dapat tetap menjalankan tradisi tersebut tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangan.
Selain itu, berbagi tidak selalu harus dalam jumlah besar. Yang terpenting adalah niat untuk membantu sesama dan menjaga nilai kebersamaan yang menjadi semangat utama perayaan Idulfitri.
Menjaga Stabilitas Keuangan Setelah Lebaran
Salah satu masalah yang sering muncul setelah Lebaran adalah kondisi keuangan yang menurun akibat tingginya pengeluaran selama masa perayaan. Banyak orang merasa keuangannya menipis bahkan sebelum bulan berikutnya dimulai.
Karena itu, penerapan strategi seperti 3S dinilai dapat membantu masyarakat menjaga stabilitas finansial setelah Lebaran. Dengan pembagian yang seimbang antara belanja, tabungan, dan berbagi, dana THR dapat dimanfaatkan secara lebih bijak.
Para pakar juga mengingatkan agar masyarakat menghindari penggunaan utang konsumtif untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Jika memiliki cicilan atau utang berbunga tinggi, sebagian THR justru bisa digunakan untuk mengurangi beban tersebut.
Pada akhirnya, THR bukan sekadar tambahan pendapatan yang dihabiskan dalam waktu singkat. Dengan pengelolaan yang tepat, dana tersebut dapat memberikan manfaat lebih besar bagi kesejahteraan keluarga, baik untuk kebutuhan saat Lebaran maupun untuk masa depan. (nid)














