KANAL24, Malang – Cuaca dingin pada sepuluh hari terahir bulan ramadhan tidak menyurutkan langkah sekitar 400 mahasiswa dan masyarakat untuk melakukan I’tikaf di Masjid Raden Patah UB.
Para jamaah ini mulai berdatangan sejak pukul 12 malam untuk bersiap mengikuti shalat malam yang digelar setiap pukul 2 dinihari. Sambil menunggu para jamaah banyak melakukan tadarus Al Qur’an dan juga berzikir sambil menunggu imam.
Panitia Masjid mendata mereka untuk memberikan kupon makan sahur yang digelar usai shalat malam.
Tepat pukul 2 dinihari pengurus Masjid mulai melakukan shalat malam berjamaah yang dilanjutkan sahur bersama.
Setiap malam Masjid Raden Patah menyiapkan sekitar 400 porsi makan sahur untuk para jamaah yang melakukan I’tikaf sepuluh hari terahir bulan puasa.
Baca Juga : Tegaskan Kehadiran di Masyarakat, Masjid Syuhada Bagikan Bingkisan Lebaran
“Untuk makan sahur kami menyediakan sekitar 400 porsi setiap malamnya,” kata petugas yang berjaga di stan makan sahur.

Jamaah mengambil makan sahur dengan menukarkan kupon yang ada dan selanjutnya duduk di alas terpal yang sudah disiapkan panitia di halaman MRP UB.
Pantauan kanal24 dari lokasi, para jamaah mayorita smerupakan mahasiswa termasuk mahasiswa asing.
Mohammed Jawo mahasiswa asing yang sedang menempuh S3 asal Gambia mengaku setiap malam datang beri’tikaf dengan istrinya.
“Aku datang kesini dengan istriku untuk I’tikaf. Disini suasananya nyaman sehingga banyak teman-teman mahasiswa asing I’tikaf disini,” kata Jawo.
Secara terpisah Wakil Ketua Takmir MRP UB, Ratno Bagus mengatakan kegiatan I’tikaf ini merupakan salah satu program yang disediakan kepada jamaah masjid yang ingin memaksimalkan ibadah di sepuluh hari terahir ramadhan.
‘Ini program MRP juga untuk para jamaah sehingga mereka dapat beraktifitas di MRP selama 24 jam penuh termasuk untuk I’tikaf,” jelas Ratno Bagus. (sdk)














