Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

WFH Satu Hari: Solusi Cepat di Tengah Tekanan Energi, Efektifkah?

Dinia by Dinia
March 25, 2026
in Ekonomi, Nasional
0
WFH Satu Hari: Solusi Cepat di Tengah Tekanan Energi, Efektifkah?

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) bersama sejumlah menteri (BBC News Indonesia)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24 – Pemerintah menyiapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai langkah menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga energi global. Namun di balik klaim efisiensi yang digaungkan, sejumlah ekonom menilai kebijakan ini belum menyentuh akar persoalan konsumsi energi nasional.

Kebijakan ini dirancang sebagai respons atas tekanan harga minyak dunia yang meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah berupaya menjaga stabilitas fiskal, termasuk memastikan defisit anggaran tetap terkendali di bawah batas yang ditetapkan.

Seperti dilaporkan BBC News Indonesia, pemerintah memperkirakan kebijakan WFH satu hari dapat menghemat hingga 20% konsumsi BBM, seiring berkurangnya mobilitas harian pekerja.

Rencana tersebut akan mulai diterapkan setelah Lebaran atau awal April 2026, dengan skema wajib bagi aparatur sipil negara (ASN) serta imbauan bagi sektor swasta.

Selain sektor kerja, pemerintah juga menyiapkan penyesuaian di bidang pendidikan melalui kombinasi pembelajaran daring dan tatap muka. Langkah ini diharapkan dapat menekan mobilitas tanpa mengorbankan kualitas proses belajar.

Namun, efektivitas kebijakan ini mulai dipertanyakan.

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai konsumsi BBM nasional tidak didominasi oleh mobilitas pekerja, melainkan sektor logistik dan distribusi barang. Artinya, pengurangan perjalanan komuter hanya berdampak terbatas terhadap total konsumsi energi.

ā€œEfeknya lebih bersifat marginal, belum menyentuh perubahan struktural,ā€ ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi. Ia menilai keberhasilan WFH dalam mengurangi konsumsi BBM pada masa pandemi tidak bisa dijadikan acuan dalam kondisi saat ini.

Tanpa faktor pembatasan sosial yang ketat seperti saat pandemi Covid-19, penerapan WFH dinilai sulit berjalan konsisten. Bahkan, ada potensi kebijakan ini justru memicu pergeseran pola mobilitas, dari perjalanan kerja menjadi aktivitas lain di luar rumah.

ā€œSehingga konsumsi BBM tidak dapat dihemat secara signifikan,ā€ jelas Fahmy.

Di sisi lain, kebijakan ini juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi lanjutan. Berkurangnya aktivitas pekerja di luar rumah dapat memukul sektor informal, mulai dari pengemudi ojek daring hingga pelaku usaha mikro yang bergantung pada aktivitas perkantoran.

Dari perspektif fiskal, WFH juga dinilai bukan solusi utama untuk mencapai target penghematan anggaran negara yang diperkirakan mencapai Rp80 triliun.

Ekonom Universitas Gadjah Mada, Rijadh Djatu Winardi, menyebut kebijakan ini lebih tepat sebagai pelengkap, bukan strategi inti dalam menjaga ketahanan fiskal.

Menurutnya, ruang penghematan yang lebih signifikan justru berada pada penyesuaian program prioritas pemerintah. Salah satu yang disorot adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki alokasi anggaran besar dan berpotensi dioptimalkan tanpa harus dihentikan.

Selain itu, pemerintah juga dinilai memiliki opsi lain, seperti optimalisasi penerimaan negara dari sektor yang mengalami windfall profit, termasuk komoditas batu bara, serta reformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran.

Yusuf Rendy menambahkan, langkah jangka panjang seperti penguatan transportasi publik dan percepatan elektrifikasi akan memberikan dampak yang lebih permanen dalam menekan konsumsi BBM.

ā€œWFH hanya memberikan penghematan marginal, bukan jadi sumber utama,ā€ tegasnya.

Tekanan terhadap APBN diperkirakan akan terus berlanjut seiring fluktuasi harga minyak global. Kenaikan harga energi tidak hanya berdampak pada subsidi, tetapi juga berpotensi memicu inflasi, menekan daya beli masyarakat, hingga memengaruhi stabilitas nilai tukar rupiah.

Dalam konteks ini, kebijakan penghematan energi tidak cukup hanya mengandalkan perubahan pola kerja. Diperlukan langkah yang lebih struktural dan terukur, mulai dari reformasi kebijakan energi hingga penataan ulang belanja negara.

WFH satu hari dalam sepekan mungkin menjadi langkah cepat yang terlihat responsif. Namun tanpa diiringi kebijakan yang lebih mendasar, upaya ini berisiko hanya menjadi solusi jangka pendek—yang tidak cukup kuat menghadapi tekanan energi global yang semakin kompleks.(Din)

Post Views: 35
Tags: APBNEfisiensi AnggaranEkonomi Indonesiaharga minyak duniahemat bbmkebijakan pemerintahKebijakan Publikkrisis energimobilitas pekerjawfh
Previous Post

Mengapa Bersedekah Membuat Hati Lebih Tenang dan Bahagia

Next Post

Dari Kasus Andrie Yunus, Publik Bertanya : Negara Hadir Sejauh Mana?

Dinia

Dinia

Next Post
Dari Kasus Andrie Yunus, Publik Bertanya : Negara Hadir Sejauh Mana?

Dari Kasus Andrie Yunus, Publik Bertanya : Negara Hadir Sejauh Mana?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Dompet Menipis Usai Lebaran, Ini Cara Pelan-Pelan Pulih Tanpa Stres

Dompet Menipis Usai Lebaran, Ini Cara Pelan-Pelan Pulih Tanpa Stres

March 25, 2026
Dari Kasus Andrie Yunus, Publik Bertanya : Negara Hadir Sejauh Mana?

Dari Kasus Andrie Yunus, Publik Bertanya : Negara Hadir Sejauh Mana?

March 25, 2026
WFH Satu Hari: Solusi Cepat di Tengah Tekanan Energi, Efektifkah?

WFH Satu Hari: Solusi Cepat di Tengah Tekanan Energi, Efektifkah?

March 25, 2026
Mengapa Bersedekah Membuat Hati Lebih Tenang dan Bahagia

Mengapa Bersedekah Membuat Hati Lebih Tenang dan Bahagia

March 24, 2026

Popular Stories

  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkiniā€Ž
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025