Kanal24, Malang – Universitas Brawijaya (UB) terus memantapkan langkahnya menuju Smart Green Campus. Sebagai langkah konkret dalam memperluas jangkauan budaya ramah lingkungan, UPT Green Campus UB menggelar sosialisasi intensif bagi unit-unit di bawah naungan Rektor yang bertempat di Lantai 8, Gedung Rektorat UB, pada Kamis (02/04/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan unit kerja dengan agenda utama penyamaan persepsi mengenai implementasi program kampus lestari di seluruh lini universitas. Sosialisasi ini menjadi tonggak penting agar setiap unit, mulai dari perpustakaan hingga pusat layanan lainnya, mampu menjadi percontohan dalam menjaga ekosistem kampus.
Baca juga:
Selamat! 3.900 Siswa Resmi Lolos SNBP 2026 di UB, Prodi Ini Paling Ketat

Fokus pada Pemilahan Sampah dan Efisiensi Energi
Dalam pemaparannya, Kepala UPT Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini, STP., M.Env.Mgt., Ph.D., menekankan bahwa prioritas utama tahun ini adalah penguatan kategori limbah melalui budaya pemilahan sampah di sumbernya.
“Kami ingin semua unit di bawah rektor ikut berkontribusi mengimplementasikan program Smart Green Campus. Prioritas kami adalah pemilahan sampah sesuai kategori agar tahapan pemanfaatan berikutnya lebih efektif. Selain itu, kami juga mendorong efisiensi energi, penggunaan air yang hemat, hingga penyediaan fasilitas seperti free water filling station untuk meminimalkan limbah plastik,” ujar Prof. Sri.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah menggodok Peraturan Rektor (Pertor) sebagai dasar hukum agar pemilahan sampah menjadi kewajiban bagi setiap unit di lingkungan Universitas Brawijaya.
Integrasi Teknologi Hijau
Langkah nyata UB dalam mengintegrasikan teknologi hijau kini diwujudkan melalui berbagai fasilitas mutakhir untuk memantau penggunaan sumber daya secara efektif. Hal ini mencakup penyediaan tempat sampah terpilah yang tersebar di berbagai titik strategis guna mendukung manajemen limbah, serta pemasangan power meter terintegrasi dan sensor otomatis yang dirancang khusus untuk menekan konsumsi energi listrik. Selain itu, universitas juga menempatkan sejumlah sensor pemantau kualitas udara di lingkungan kampus untuk memastikan terciptanya atmosfer akademik yang sehat dan berkelanjutan.

Angky Wahyu Putranto, S.T.P., M.P., Ph.D., selaku Ketua Bidang 1, menegaskan bahwa ini adalah pertama kalinya sosialisasi menyentuh seluruh unit di bawah rektor secara spesifik. “Kami berharap ini menjadi tonggak awal bagi UB untuk benar-benar menjadi kampus lestari ke depannya,” tegas Angky.
Harapan Masa Depan
Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan rencana aksi lanjutan, termasuk optimalisasi media sosial dan kolaborasi bersama Humas UB untuk menggaungkan budaya ramah lingkungan kepada mahasiswa secara umum.
Dengan terlaksananya sosialisasi ini, UPT Green Campus berharap seluruh sivitas akademika tidak hanya memahami teori keberlanjutan, tetapi mampu mendukung penuh implementasi Smart Green Campus sehingga target kampus lestari dapat tercapai secara menyeluruh tanpa hambatan pada tahun ini. (nid/cay)














