Kanal24, Malang — Langkah ekspansi global sektor maritim Indonesia kian terlihat nyata. PT Pertamina melalui lini bisnis pelayaran terus membuka peluang bagi pelaut Tanah Air untuk bersaing di panggung internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri perkapalan dunia.
Salah satu capaian terbaru menunjukkan dominasi tenaga kerja dalam negeri di armada kapal. Sekitar 94 persen awak kapal yang dikelola telah diisi oleh pelaut Indonesia. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) maritim nasional semakin diakui secara global.
Baca juga:
Selain Hormuz, Ini Jalur Minyak yang Kuasai Dunia
Peningkatan peran pelaut lokal ini tidak lepas dari strategi ekspansi bisnis yang mendorong penetrasi ke pasar internasional. Melalui anak usaha yang bergerak di bidang layanan maritim, Pertamina secara aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan pelayaran global guna membuka akses lebih luas bagi tenaga kerja Indonesia.
Langkah tersebut bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan daya saing SDM. Pelaut Indonesia kini tidak hanya beroperasi di perairan domestik, tetapi juga mulai mengisi kebutuhan awak kapal di jalur pelayaran internasional dengan standar kompetensi global.
Selain itu, proses seleksi dan pelatihan yang diterapkan telah mengacu pada standar internasional. Hal ini memastikan bahwa pelaut Indonesia memiliki sertifikasi dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri pelayaran dunia, sekaligus meningkatkan kepercayaan mitra global terhadap kualitas tenaga kerja nasional.
Ekspansi ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ekosistem maritim Indonesia. Dengan semakin banyaknya pelaut yang terserap di pasar global, peluang transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi pun semakin terbuka.
Di sisi lain, langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari peningkatan devisa hingga penciptaan lapangan kerja berkualitas. Indonesia sebagai negara kepulauan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri maritim global.
Ke depan, sinergi antara BUMN, pemerintah, dan mitra internasional akan menjadi kunci untuk menjaga momentum ini. Dengan kualitas SDM yang terus ditingkatkan, pelaut Indonesia berpeluang besar menjadi tulang punggung industri pelayaran dunia. (nid)














