Kanal24 – Denis Bahari Rizqi tidak pernah benar-benar merencanakan akan menjalani banyak peran sekaligus. Semua berjalan begitu saja, mengikuti ritme yang terbentuk dari kesehariannya.
Pagi hingga sore, ia bekerja sebagai Account Officer di Pegadaian. Ia terbiasa berhadapan dengan nasabah dari berbagai latar belakang, dengan kebutuhan yang sering kali tidak sederhana. Dari situ, ia belajar bahwa pekerjaan tidak selalu bisa diselesaikan dengan prosedur. Ada hal lain yang harus dipahamiāsituasi, kondisi, dan orang di baliknya.
āDi situ saya banyak belajar tentang tanggung jawab, empati, dan bagaimana memberikan solusi,ā ujarnya.
Perjalanan itu dimulai sejak 2019, ketika ia pertama kali masuk sebagai frontliner. Posisi yang membuatnya cukup lama berada di garis depan. Berhadapan langsung dengan orang, dengan cerita, dengan kebutuhan yang tidak selalu sama.
Seiring waktu, perannya berubah. Tanggung jawabnya bertambah. Tapi ada satu hal yang tetapācara ia melihat pekerjaannya tidak hanya sebagai rutinitas, melainkan sebagai proses belajar yang terus berjalan.

Hal-Hal yang Tidak Direncanakan
Di luar pekerjaan, hidup Denis tidak berhenti.
Ia pernah terlibat sebagai Relawan Bakti BUMN Batch 7 di Pamekasan pada 2025. Pengalaman itu membawanya keluar dari rutinitas kantor, mempertemukannya dengan situasi yang berbeda. Ia melihat langsung bagaimana kerja kolaboratif berjalan, dan bagaimana kontribusi kecil bisa berarti bagi orang lain.
Di tahun yang sama, ia juga mengikuti pembelajaran di Rai Institute. Pengalaman ini memperluas cara pandangnya dan memperkaya proses pengembangan diri yang ia jalani. Baginya, setiap proses belajar memiliki peran penting dalam membentuk dirinya.

Ada juga pengalaman lain yang mungkin terlihat sederhana: menjadi Master of Ceremony dalam berbagai acara. Dari situ, ia belajar berdiri di depan orang banyak, mengatur kata, dan menjaga kepercayaan diri. Hal-hal yang, tanpa disadari, ikut membentuk cara ia membawa dirinya hari ini.
Tidak ada yang benar-benar dirancang sebagai ājalan besarā. Semuanya datang sebagai bagian dari proses.
Menemukan Sesuatu untuk Diri Sendiri
Di tengah semua itu, Denis mulai menyadari satu hal: ia membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri. Ia menemukannya di tempat yang tidak terlalu jauhāgym.
Awalnya, ia hanya ingin menjaga kesehatan. Tidak ada target lain. Tidak ada rencana untuk membagikannya ke orang lain. Ia datang, berlatih, lalu pulang seperti biasa.
āAwalnya hanya untuk menjaga kesehatan, tapi dari situ saya menemukan passion,ā katanya.
Dari kebiasaan itu, perlahan muncul keinginan untuk mendokumentasikan. Ia mulai membuat konten di TikTokāmereview gym, berbagi rutinitas, dan menunjukkan bagaimana ia menjalani gaya hidup sehat.

Tidak ada konsep yang terlalu rumit. Tidak ada upaya untuk terlihat berbeda. Ia hanya membagikan apa yang memang ia jalani. Mungkin justru itu yang membuatnya terasa dekat.
Menjalani semua itu dalam waktu yang bersamaan tentu tidak selalu mudah. Ada hari-hari ketika semuanya datang sekaligusāpekerjaan, aktivitas lain, tanggung jawab yang tidak bisa ditunda. Di situ, Denis mulai menyadari bahwa ia tidak bisa memaksakan semuanya berjalan sempurna.
āSaya belajar bahwa tidak harus sempurna di semua peran dalam waktu yang sama,ā ujarnya.
Ia mulai mengubah cara pandangnya. Keseimbangan, baginya, bukan tentang membagi semuanya secara rata. Tapi tentang memahami mana yang perlu didahulukan, dan kapan harus memberi ruang pada hal lain.
Tidak selalu ideal. Tapi cukup untuk tetap berjalan.
Yang Tidak Bisa Ditunda
Di antara semua peran itu, ada satu yang tidak pernah bisa ditunda: menjadi ibu.
Denis adalah ibu dari dua anak. Peran yang tidak bisa dipisahkan dari kesehariannya, sekaligus menjadi bagian yang paling membentuk cara ia mengatur hidup.
Waktu, baginya, bukan sesuatu yang tersedia dengan sendirinya. Ia harus mencarinya. Menyusunnya. Kadang bahkan mencurinya dari sela-sela aktivitas. Ia terbiasa bangun lebih awal, atau memanfaatkan malam hari untuk melakukan hal-hal yang ingin tetap ia jalani.
āKuncinya bukan punya banyak waktu, tapi bagaimana kita konsisten dengan waktu yang kita punya,ā katanya.
Dari seluruh perjalanan itu, Denis tidak pernah benar-benar merasa harus memilih satu peran dan meninggalkan yang lain. Ia justru menjalani semuanya secara bersamaan, dengan cara yang ia sesuaikan sendiri.
Pekerjaan tetap berjalan. Peran sebagai ibu tetap menjadi prioritas. Sementara ruang untuk dirinyaāmeski tidak selalu besarātetap ia jaga.
Melalui konten yang ia buat, ia tidak sedang mencoba terlihat sempurna. Ia hanya ingin menunjukkan bahwa kehidupan bisa dijalani dengan berbagai peran tanpa harus kehilangan diri sendiri.
Bahwa perempuan, termasuk ibu, tetap punya ruang untuk berkembang. Untuk punya minat. Untuk tetap menjadi individu.
āSaya adalah perempuan yang terus bertumbuh, tanpa meninggalkan peran yang saya jalani.ā
Kalimat itu mungkin sederhana.
Tapi di baliknya, ada proses panjang yang tidak selalu terlihatātentang mengatur waktu, menjaga energi, dan tetap memberi ruang untuk diri sendiri, di tengah kehidupan yang terus berjalan.
Bagi yang ingin mengenal Denis lebih jauh, aktivitas dan rutinitasnya bisa diikuti melalui konten yang ia bagikan di Instagram dan TikTok.(Din)














