Kanal24, Malang – Kreativitas menjadi kompetensi kunci di era digital. Sekolah dituntut tidak hanya membangun kemampuan akademik, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan imajinasi dalam bentuk karya.
Hal itu tercermin dalam Awarding Movie Festival VIXXI 5.0 2026 yang digelar SMA Brawijaya Smart School (BSS) Malang di Malang Creative Center, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian proses panjang produksi film yang dijalani siswa selama berbulan-bulan.
Sebanyak 24 karya film ditampilkan dalam ajang ini, hasil kerja siswa kelas 10 dan 11 yang menjalani tahapan lengkap mulai dari praproduksi, produksi, hingga pascaproduksi.
Ketua pelaksana kegiatan, Dimas Rizky Syahbayu, menjelaskan bahwa proses tersebut telah berlangsung sejak Oktober hingga April.
“Anak-anak mulai bulan Oktober sampai bulan April sekarang benar-benar menjalani proses yang cukup menyita materi, mental, dan banyak juga pengetahuan yang mereka dapatkan dalam berkarya film pendek,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Movie Festival merupakan program khas sekolah yang berkembang dari pembelajaran teks drama.
“Secara ide, semuanya orisinal dari siswa. Prosesnya juga mereka jalani secara mandiri,” jelasnya.
Kegiatan ini dibagi dalam tiga tahap utama, yaitu praproduksi, produksi, dan pascaproduksi yang diakhiri dengan awarding sebagai bentuk apresiasi karya.
Kepala SMA Brawijaya Smart School, Nandung Intirtiana, Dip.Ed., M.Pd., menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.
“SMA BSS ini tidak hanya mengedepankan siswa dalam hal kognitif saja, tetapi juga kreativitas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap karya yang dihasilkan siswa. “Saya sangat bangga kepada anak-anak semuanya yang sudah memberikan karya terbaik mereka. Sebanyak 24 karya film sudah mereka selesaikan,” katanya.
Dalam proses penilaian, sekolah melibatkan juri internal maupun eksternal untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian.
“Untuk eksternal, kami mengundang pelatih maupun juri yang memiliki kompetensi di bidangnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar produksi film, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kreatif, kerja tim, hingga komunikasi visual. Awarding Movie Festival VIXXI 5.0 2026 menjadi bukti bahwa ruang pendidikan dapat menjadi titik lahirnya karya kreatif yang relevan dengan perkembangan industri saat ini.(Din)














