Kanal24, Malang – Kecelakaan kereta api paling mematikan di dunia menjadi catatan hitam dalam sejarah transportasi global. Moda transportasi yang selama ini dianggap aman dan efisien ternyata pernah berubah menjadi mesin maut yang menewaskan ratusan hingga ribuan orang hanya dalam hitungan menit.
Mulai dari bencana alam, tabrakan antarkereta, rem blong, hingga kelalaian sistem keselamatan, seluruhnya menjadi penyebab lahirnya tragedi kereta api terbesar yang sulit dilupakan dunia. Bahkan hingga kini, sejumlah negara masih terus membenahi sistem perkeretaapian setelah insiden-insiden berdarah tersebut.
Berikut daftar 5 kecelakaan kereta api paling mematikan di dunia yang menorehkan sejarah kelam dengan jumlah korban luar biasa besar.
Baca juga:
Program MBG Digugat ke MK, Koalisi Sipil Soroti Tata Kelola Anggaran Negara
Daftar Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Dunia
1. Queen of the Sea Sri Lanka, Tsunami Seret Kereta dan 1.700 Orang Tewas

Peristiwa paling mengerikan dalam sejarah kecelakaan kereta api di dunia terjadi pada 26 Desember 2004 di Peraliya, Sri Lanka. Saat itu kereta penumpang Queen of the Sea tengah dipenuhi ribuan warga yang bepergian untuk liburan akhir tahun.
Tanpa diduga, tsunami Samudra Hindia menerjang jalur pesisir dan menghantam rangkaian kereta dengan kekuatan dahsyat. Gelombang pertama membuat kereta berhenti, namun gelombang susulan mengangkat seluruh gerbong dari rel dan melemparkannya ke bangunan sekitar.
Banyak warga yang sempat naik ke atas kereta untuk menyelamatkan diri justru ikut terseret. Sebagian besar penumpang terjebak di dalam gerbong yang dipenuhi air. Korban tewas diperkirakan mencapai 1.500 hingga 1.700 jiwa, menjadikannya kecelakaan kereta api paling mematikan sepanjang sejarah.
2. Saint-Michel-de-Maurienne Prancis, Kereta Militer Jadi Tungku Raksasa

Tragedi rel berdarah berikutnya terjadi pada 12 Desember 1917 di Saint-Michel-de-Maurienne, Prancis. Sebuah kereta militer yang membawa ratusan tentara pulang dari Perang Dunia I melaju menuruni jalur curam dengan kondisi kelebihan beban.
Masinis sebenarnya telah mengingatkan bahwa sistem pengereman tidak memadai. Namun perjalanan tetap dipaksakan.
Saat meluncur di lereng tajam, kereta kehilangan kendali, keluar jalur, lalu menghantam dinding dan terbakar hebat. Gerbong berbahan kayu berubah menjadi lautan api yang menelan sekitar 800 sampai 900 tentara dalam waktu singkat. Banyak sejarawan perkeretaapian menyebut insiden ini sebagai salah satu tragedi kereta api terbesar akibat kelalaian teknis.
3. Tragedi Ciurea Rumania, 800 Penumpang Tewas Tanpa Penjelasan Jelas

Pada 13 Januari 1917, kereta E-1 yang sarat penumpang melaju menuju Stasiun Ciurea, Rumania, dalam kondisi cuaca buruk. Diduga sistem rem gagal berfungsi sehingga kereta meluncur tak terkendali.
Rangkaian gerbong akhirnya anjlok dan terbakar. Karena situasi perang saat itu, investigasi berjalan sangat minim sehingga penyebab resmi tidak pernah benar-benar terungkap.
Jumlah korban diperkirakan mendekati 800 orang. Hingga kini, insiden tersebut masih disebut sebagai salah satu misteri kecelakaan kereta api paling mematikan di Eropa Timur.
4. Bihar India, Kereta Jatuh ke Sungai dan Menewaskan 800 Orang

India juga mencatat salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan di dunia pada 6 Juni 1981. Sebuah kereta penumpang tergelincir ketika melintasi jembatan di Bihar lalu jatuh ke Sungai Baghmati saat cuaca buruk.
Beberapa laporan menyebut masinis sempat berusaha menghindari hewan di lintasan, sementara laporan lain menduga rel licin akibat badai. Namun yang pasti, derasnya arus sungai membuat sebagian besar gerbong tenggelam dan sulit dievakuasi.
Korban meninggal diperkirakan sekitar 800 orang. Hingga kini, tragedi Bihar masih dikenang sebagai insiden kereta api terbesar dalam sejarah India.
5. Kereta Carranza Meksiko Terjun ke Jurang, 600 Orang Meregang Nyawa

Pada 22 Januari 1915, kereta militer Carranza di Guadalajara, Meksiko, dipadati penumpang jauh melebihi kapasitas. Banyak orang bahkan harus duduk di atap gerbong.
Saat melewati jalur menurun, rem kereta dilaporkan blong. Masinis tak mampu mengendalikan kecepatan hingga akhirnya seluruh rangkaian keluar jalur dan masuk ke jurang.
Benturan keras membuat banyak gerbong hancur dan penumpang terpental. Sekitar 600 orang dinyatakan meninggal dunia. Insiden ini masuk daftar sejarah kecelakaan kereta api paling tragis di Amerika Latin.
Keselamatan Kereta Api Jadi Sorotan Dunia
Rangkaian kecelakaan kereta api mematikan tersebut membuktikan bahwa teknologi transportasi secanggih apa pun tetap menyimpan risiko besar jika faktor manusia, cuaca, dan infrastruktur diabaikan.
Bahkan hingga 2026, berbagai negara masih menghadapi tuntutan reformasi sistem keselamatan rel. Di Yunani misalnya, tragedi tabrakan kereta pada 2023 memicu demonstrasi nasional karena publik menilai kecelakaan itu seharusnya bisa dicegah bila sistem sinyal bekerja optimal.
Artinya, sejarah kelam perkeretaapian dunia belum benar-benar selesai. Setiap insiden selalu menjadi alarm keras bahwa satu kesalahan kecil di atas rel bisa berubah menjadi pembunuh massal. (nid)













