Kanal24, Malang – Industri minuman global diprediksi akan mengalami pergeseran besar menuju produk berbasis alami dan sehat dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini mengemuka dalam Innovation Gathering Bridging Research and Industry yang digelar Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB UB), Senin (04/05/2026).
Baca juga: DIKST Gaspol Kolaborasi, Riset UB Siap Masuk Industri
Founder Tutu, Angela Susilo, mengungkapkan bahwa tren industri minuman kini mulai kembali ke bahan dasar alami dengan proses yang lebih minimal. “Untuk tren 5 sampai 10 tahun ke depan semuanya akan kembali ke natural atau ke basic, bukan sesuatu yang terlalu tinggi proses atau pengawet,” ujarnya.

Menurutnya, bahan-bahan alami seperti jahe, kunyit, madu, hingga gula kelapa menjadi pilihan utama dalam pengembangan produk minuman masa depan. Produk fermentasi dan minuman rendah gula juga dinilai memiliki potensi besar untuk mendominasi pasar.
Angela menambahkan, perubahan gaya hidup konsumen yang semakin cepat menuntut industri untuk terus berinovasi. “Inovasi itu tidak bisa berhenti, harus dilakukan terus-menerus dan dikejar secepat mungkin karena mengikuti ekspektasi customer dan daya saing global,” katanya.
Ia menegaskan bahwa minuman sehat rendah kalori dan rendah gula akan menjadi tren utama, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan. Namun demikian, pelaku industri masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam aspek regulasi dan perizinan.
“Challenge terbesar adalah sulitnya mengeluarkan klaim tertentu untuk produk pangan olahan di Indonesia,” jelasnya.
Angela juga memperkenalkan salah satu produk unggulannya berupa oat milk berbentuk bubuk yang telah melalui proses hidrolisasi, sehingga dapat dikonsumsi dengan lebih praktis. Produk ini menjadi alternatif bagi konsumen yang beralih ke gaya hidup non-dairy.
Ia berharap kolaborasi antara kampus dan industri dapat terus diperkuat agar inovasi yang dihasilkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap mahasiswa dan kampus punya peran penting untuk menciptakan produk yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya. (cay)













