Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Disertasi FMIPA UB Ungkap Nasib Tarsius Dipecahkan dengan Matematika

Dinia by Dinia
May 7, 2026
in Pendidikan, Riset Inovasi
0
Disertasi FMIPA UB Ungkap Nasib Tarsius Dipecahkan dengan Matematika
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Matematika sering dipandang sebatas angka, rumus, dan hitungan abstrak di ruang kelas. Padahal, di tangan para peneliti, pendekatan matematika kini mulai digunakan untuk membaca persoalan yang jauh lebih kompleks, termasuk ancaman kepunahan satwa liar dan keseimbangan ekosistem.

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap habitat satwa endemik Indonesia, riset berbasis pemodelan dinamik mulai dilirik sebagai alat untuk memprediksi pola populasi dan risiko ekologis di masa depan. Pendekatan ini dinilai penting karena mampu membantu merumuskan langkah intervensi sebelum penurunan populasi benar-benar tidak terkendali.

Pendekatan tersebut yang kemudian diangkat dalam disertasi doktoral di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya. Dalam sidang terbuka yang digelar di Ruang Sidang 5.1 Lantai 5 Mipa Center UB, Rabu (6/5/2026), kandidat doktor matematika UB, Vermawan, memaparkan model matematika yang digunakan untuk membaca dinamika interaksi antara Tarsius dan burung hantu sebagai predator di ekosistem Sulawesi.

Riset tersebut menyoroti bagaimana matematika mampu memprediksi kemungkinan keberlangsungan hidup hingga ancaman kepunahan dua spesies melalui pendekatan model dinamik predator-prey. Vermawan menjelaskan, penelitian itu terinspirasi dari fenomena ekologis yang nyata dan dikembangkan menggunakan analisis matematika untuk melihat pola populasi di masa depan.

Baca Juga :
Dinkes Kota Malang Ingatkan Bahaya Heat Stroke Saat Musim Kemarau 2026

Vermawan – Promovendus (Gerald/Kanal24)

“Jadi kami membahas tentang model dinamik dari interaksi dua populasi predator prey. Ini terinspirasi dari kasus Tarsius dengan predatornya. Kita mempelajari fenomenanya kemudian melakukan analisis secara dinamik dan bisa melihat potensi dinamika populasi di masa datang,” ujar Vermawan dalam sidang disertasi tersebut.

Ia menambahkan, penelitian tersebut memiliki urgensi besar karena Tarsius termasuk satwa yang dilindungi akibat ancaman kepunahan. Menurutnya, hasil riset dapat menjadi dasar rekomendasi intervensi agar populasi tetap stabil. “Melalui hasil penelitian ini kita bisa memberikan semacam rekomendasi intervensi apa yang bisa dilakukan untuk menjaga agar mereka bisa stabil atau menghindari kepunahan,” katanya.

Dr. Hasan S. Panigoro, S.Pd., M.Si. – Co-Promotor (Gerald/Kanal24)

Co Promotor, Dr. Hasan S. Panigoro, S.Pd., M.Si., menilai disertasi tersebut menunjukkan bahwa matematika tidak hanya berkutat pada angka dan teori abstrak, tetapi juga mampu menjangkau persoalan lingkungan dan ekologi secara nyata. Ia menyebut interaksi antara Tarsius dan burung hantu berhasil dimodelkan secara matematis untuk melihat kemungkinan eksistensi maupun kepunahan kedua spesies.

“Dari presentasi beliau ternyata matematika itu bisa mencakup semua aspek termasuk sistem ekologi. Interaksi antara Tarsius dan burung hantu ternyata bisa dimodelkan secara matematika dan bisa diinterpretasikan untuk melihat eksistensi ataupun kepunahan kedua spesies tersebut,” jelas Hasan.

Menurut Hasan, salah satu keunggulan utama disertasi itu ialah ditemukannya dua kemungkinan siklus hidup populasi atau limit cycle yang muncul secara bersamaan, yakni limit cycle stabil dan tidak stabil. Temuan tersebut bahkan berhasil dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi Scopus Q1.

“Ini merupakan suatu kebanggaan karena dari suatu kasus sederhana bisa diangkat jadi model matematika kemudian menjadi publikasi terindeks Scopus Q1,” ungkapnya.

Hasan berharap riset tersebut tidak berhenti sebagai kajian akademik semata, melainkan terus dikembangkan menjadi riset terapan yang dapat membantu pemerintah merumuskan kebijakan konservasi. “Ketika kita sudah mengolahnya dengan data real, maka menjadi acuan pemerintah untuk mengambil kebijakan agar kepunahan Tarsius tidak terjadi di Sulawesi,” tandasnya. (ger)

Post Views: 193
Tags: disertasi UBEkologigeraldMalangMatematikaMIPA UBPendidikan Indonesiariset akademikScopus Q1SDGsTarsiusub berdampakUB Primeuniversitas brawijaya
Previous Post

Perempuan Jadi Sasaran Empuk Penipuan Digital, OJK Dorong Literasi Keuangan

Next Post

Penipuan Digital Makin Ganas, OJK Sebut Ribuan Laporan Masuk Tiap Hari

Dinia

Dinia

Next Post

Penipuan Digital Makin Ganas, OJK Sebut Ribuan Laporan Masuk Tiap Hari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Jalan Kaki dan Manusia Modern yang Makin Jarang Bergerak

Jalan Kaki dan Manusia Modern yang Makin Jarang Bergerak

May 12, 2026
Mahasiswa PDIM FEB UM Pelajari Strategi UMKM Ekspor di Giri Palma

Mahasiswa PDIM FEB UM Pelajari Strategi UMKM Ekspor di Giri Palma

May 12, 2026
Taka Connect Dorong Kolaborasi Startup dan Ekosistem Bisnis Digital

Taka Connect Dorong Kolaborasi Startup dan Ekosistem Bisnis Digital

May 12, 2026
Indonesia Tidak Kekurangan Perawat, Tapi Kekurangan Pemerataan

Indonesia Tidak Kekurangan Perawat, Tapi Kekurangan Pemerataan

May 12, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025